https://mediaindonesia.com/read/detail/257790-jualan-di-pedestrian-pkl-jatibaru-mengaku-bayar-iuran-rp1-juta
*Jumat 06 September 2019, 17:01 WIB *//
//
//
/*Jualan di Pedestrian, PKL Jatibaru Mengaku
*/
/*Bayar Iuran Rp1 Juta*/
*Ferdian Ananda Majni | Megapolitan
<https://mediaindonesia.com/megapolitan>*
<https://www.facebook.com/share.php?u=https://mediaindonesia.com/read/detail/257790-jualan-di-pedestrian-pkl-jatibaru-mengaku-bayar-iuran-rp1-juta>
<https://twitter.com/intent/tweet?text=Jualan di Pedestrian, PKL
Jatibaru Mengaku Bayar Iuran Rp1 Juta
https://mediaindonesia.com/read/detail/257790-jualan-di-pedestrian-pkl-jatibaru-mengaku-bayar-iuran-rp1-juta
via @mediaindonesia>
Jualan di Pedestrian, PKL Jatibaru Mengaku Bayar Iuran Rp1 Juta
<https://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2019/09/7c353b1e2478b00c735111598d723310.jpg>
/MI/Saskia Anindya Putri /
Pengendara melintas di pedestrian Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta, yang
dipadati pedagang, Kamis (5/9/2019).
PEDAGANG kaki lima (PKL) di pedestrian di kawasan Jalan Jatibaru Raya,
Tanah Abang, mengaku akan terus berjualan meski kerap dibersihkan oleh
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Pasalnya, mereka mengaku sudah
membayar iuran kepada pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan.
"Jadi yang lapak dalam itu saya bayar Rp4 juta. Untuk luar ini (jalur
pedestrian) bayar juga Rp1 juta per bulan," kata seorang pedagang,
Khairul, Jumat (6/9).
Khairul tidak menjelaskan, kepada siapa pembayaran iuran mengunakan
lapak di pedestrian. Begitu juga menolak adanya upah yang diberikan
kepada preman atau bekingan.
"Enggak ada bekingan atau bayar preman. Yang bayar preman juga lari
kalau ada razia Satpol PP," sebutnya.
Menurutnya, tarif pembayaran untuk setiap lapak PKL berbeda-beda. Oleh
karena itu, mereka tetap nekat berdagang meskipun terus dikejar Satpol PP.
"Kita taruh saja di situ. Kalau ada petugas kita pindahin. Soalnya kalau
semua barang di dalam enggak terlihat sama pembeli," ujarnya.
Seorang pedagang pakaian mengaku menggunakan lapak di pedestrian dengan
membayar iuran. "Kita cuma nyari makan. Kalau enggak jualan, bagaimana
mau makan dan bayar (lapak jualan)," sebutnya.
*Baca juga: *Polisi Tangkap Pemalak Kendaraan di Tanah Abang
<https://mediaindonesia.com/read/detail/257775-polisi-tangkap-pemalak-kendaraan-di-tanah-abang>
Seorang petugas Satpol PP yang meminta tidak disebutkan namanya
membenarkan adanya preman yang menghalangi petugas Satpol PP saat
penertiban. "Ya ada, mereka dibayar sama PKL. Beking jaga-jaga. Kita
juga sering bersitegang sama dia," paparnya.
Di menambahkan, preman yang kerap beraksi di wilayah Jatibaru Raya
merupakan warga yang bermukim di kawasan tersebut. "Biasalah mengaku
warga sini, jadi minta uang keamanan, jatah sama pedagang," lanjutnya.
Dia menegaskan, selama permukiman masih ada di kawasan Jatibaru, aksi
premanisme dengan modus menjaga keamanan dan meminta retribusi kepada
PKL akan tetap ada. "Itu mereka dari belakang sana," kata dia. (X-15)
<https://www.facebook.com/share.php?u=https://mediaindonesia.com/read/detail/257790-jualan-di-pedestrian-pkl-jatibaru-mengaku-bayar-iuran-rp1-juta>
<https://twitter.com/intent/tweet?text=Jualan di Pedestrian, PKL
Jatibaru Mengaku Bayar Iuran Rp1 Juta
https://mediaindonesia.com/read/detail/257790-jualan-di-pedestrian-pkl-jatibaru-mengaku-bayar-iuran-rp1-juta
via @mediaindonesia>