https://tabaos.id/kontras-merilis-ada-17-purnawirawan-terlibat-pelanggaran-ham-di-masa-lalu-siapakah-mereka/



KontraS Merilis Ada 17 Purnawirawan Terlibat Pelanggaran HAM di Masa Lalu,
Siapakah Mereka ?
By
 Redaksi <https://tabaos.id/author/redaksi/>
 -
29/08/2019
0
<https://tabaos.id/kontras-merilis-ada-17-purnawirawan-terlibat-pelanggaran-ham-di-masa-lalu-siapakah-mereka/#respond>
53

Share
<https://www.facebook.com/sharer.php?u=https%3A%2F%2Ftabaos.id%2Fkontras-merilis-ada-17-purnawirawan-terlibat-pelanggaran-ham-di-masa-lalu-siapakah-mereka%2F>
<https://twitter.com/intent/tweet?text=KontraS+Merilis+Ada+17+Purnawirawan+Terlibat+Pelanggaran+HAM+di+Masa+Lalu%2C+Siapakah+Mereka+%3F&url=https%3A%2F%2Ftabaos.id%2Fkontras-merilis-ada-17-purnawirawan-terlibat-pelanggaran-ham-di-masa-lalu-siapakah-mereka%2F&via=Tabaos.id>
<https://plus.google.com/share?url=https://tabaos.id/kontras-merilis-ada-17-purnawirawan-terlibat-pelanggaran-ham-di-masa-lalu-siapakah-mereka/>
<https://pinterest.com/pin/create/button/?url=https://tabaos.id/kontras-merilis-ada-17-purnawirawan-terlibat-pelanggaran-ham-di-masa-lalu-siapakah-mereka/&media=https://tabaos.id/wp-content/uploads/KontraS.jpeg&description=KontraS+Merilis+Ada+17+Purnawirawan+Terlibat+Pelanggaran+HAM+di+Masa+Lalu%2C+Siapakah+Mereka+%3F>
<https://i1.wp.com/tabaos.id/wp-content/uploads/KontraS.jpeg?fit=800%2C355&ssl=1>

*TABAOS.ID <http://TABAOS.ID>*,- Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak
Kekerasan (KontraS) mengingatkan sebanyak 17 purnawirawan yang terlibat
pelanggaran HAM berat masa lalu dari kubu Jokowi dan kubu Prabowo.

Seperti dilansir *tirto.id <http://tirto.id> *pada tanggal 13 april 2019
dengan judul “*KontraS catat 17 purnawirawan terlibat pelanggaran HAM di
massa lalu*”

Peneliti Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Rivanlee
seperti dilansir *tirto.id <http://tirto.id>* mengatakan, penuntasan
pelanggaran HAM masa lalu di pemerintahan mendatang diperkirakan akan cukup
suram terlepas siapapun pemenangnya. Pasalnya, KontraS mencatat setidaknya
17 purnawirawan yang diduga terlibat pelanggaran HAM masa lalu kini menjadi
bagian dalam kubu kedua paslon dalam Pilpres 2019.

Lebih detailnya, dari kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin terdapat 9 dari 27
purnawirawan yang diduga memiliki keterkaitan dengan pelanggaran HAM masa
lalu. Sedangkan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya terpaut selisih 1
orang dengan jumlah 8 dari 14 purnawirawan atas dugaan yang sama.

“Dalam kasus pelanggaran HAM berat masa lalu ada 9 jenderal di kubu Jokowi
dan 8 di kubu Prabowo,” kata Rivanlee dalam konferensi pers di kantor
KontraS pada Jumat (12/4/2019).

“Penetapan jenderal dan purnawirawan dalam kedua kubu ini membuat
penuntasan pelanggaran HAM masa lalu akan semakin mandek,” tambahnya, Dari
sisi paslon nomor urut 01, nama-nama yang terlibat di antaranya adalah Try
Soetrisno, Fachrul Rozi, Wismoyo Arismunandar, Winston Pardamean S., dan
Ryamizard Ryacudu.

Para mantan jenderal tersebut diduga terkait dengan sejumlah peristiwa
seperti Talangsari 1989, Timor-Timur, hingga Tanjung Priok 1964. Sementara
itu, nama-nama lain seperti Sutiyoso, A.M. Hendropriyono, Wiranto, dan
Muchdi PR. menjadi deretan nama yang terkait dengan pelanggaran HAM selama
Mei 1998, penculikan aktivits HAM hingga pembunuhan Munir.
Baca Juga  Protes Rasisme Papua, Masyarakat Keturunan Papua, Maluku dan
Aceh Kembali Unjuk Rasa di Belanda
<https://tabaos.id/dukung-papua-merdeka-masyarakat-keturunan-papua-maluku-dan-aceh-kembali-unjuk-rasa-di-belanda/>

 “Ke-9 nama ini kami khususkan dalam pelanggaran HAM berat masa lalu.
Nama-nama mareka ada di dalam dokumen yang kami miliki. Beberapa terlibat
secara langsung secara komando di lapangan,” jelas Rivanlee.

Dari sisi paslon nomor urut 02, KontraS mencatat nama-nama seperti Tono
Suratman, Yayat Sudrajat, Glen Karupan, dan Yunus Yosfiani yang diduga
terlibat dalam pelanggaran HAM pada peristiwa Timor-Timur 1999.

Lalu ada Bambang Kristiono, Fauka Noor Farid, Chairawan Kadarsyah N., dan
Syafrie Syamsuddin diduga terlibat dalam penghilangan paksa hingga
penculikan aktivitas selama 1997-1998.

Melihat daftar nama dan rekam jejak ini, maka Rivanlee meyakini bahwa
penuntasan pelanggaran HAM berat masa lalu akan semakin sulit dilakukan ke
depannya. Apalagi selama pemerintahan Joko Widodo saat ini, beberapa kasus
pelanggaran HAM masa lalu yang melibatkan purnawirawan TNI juga tak kunjung
diadili secara hukum.

Lagi-lagi penyebabnya tak lain disebabkan karena dekatnya orang-orang
tersebut pada pucuk kekuasaan. Belum lagi, sejumlah nama juga masuk sebagai
anggota Wantimpres sehingga penundaan penyelesaian pelanggaran HAM masa
lalu juga semakin tak terhindarkan.

“Ini jadi persoalan karena mereka masuk dewan pertimbangan presiden yang
menjadi pemberi masukan terutama bagi nasib penuntasan pelanggaran HAM
berat masa lalu,” tukas Rivanlee. (*tabaos.id/tirto.id
<http://tabaos.id/tirto.id>*)

*Artikel ini sebelumnya telah dimuat oleh media tirto.id <http://tirto.id>
pada tanggal 13 April 2019 dengan judul “Kontras Catat 17 Purnawirawan
Terlibat Pelanggaran HAM di Masa Lalu”
 ( https://tirto.id/dlWz <https://tirto.id/dlWz> )*
Share this:

Kirim email ke