https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190909102739-20-428670/asrama-papua-di-surabaya-dilempari-karung-berisi-ular-piton?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=desktop


Asrama Papua di Surabaya Dilempari Karung Berisi Ular Piton

CNN Indonesia | Senin, 09/09/2019 10:47 WIB

Bagikan :

[image: Asrama Papua di Surabaya Dilempari Karung Berisi Ular Piton] Ilustrasi
ular. (REUTERS/Soe Zeya Tun)


Surabaya, CNN Indonesia -- Usai mengalami pengepungan dan aksi rasialisme
pada Agustus lalu, kini *Asrama Mahasiswa Papua
<https://www.cnnindonesia.com/tag/asrama-mahasiswa-papua>* di Jalan Kalasan
Surabaya mendapatkan dugaan *teror
<https://www.cnnindonesia.com/tag/teror>* oleh
orang tak dikenal.

Senin (9/9), sekitar pukul 04.19 WIB, para mahasiswa yang berada di dalam
asrama itu dikejutkan oleh aksi pelemparan sejumlah ular ke dalam asrama.

"Pagi tadi saat masih gelap, ada empat orang berpakaian preman berhenti di
depan asrama, mereka masukan ular, ada tiga ekor itu di dalam karung
terbuka," kata salah satu penghuni asrama, Yoab Orlando, kepada
*CNNIndonesia.com*.


*CNNIndonesia.com* masih mencoba mengonfirmasi ke pihak kepolisian setempat
terkait dugaan teror yang dialamatkan ke Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya
tersebut.
Lihat juga:

 Polda Jatim Bantah Kriminalisasi Veronica Koman
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190907200642-12-428429/polda-jatim-bantah-kriminalisasi-veronica-koman/>

Yoab menuturkan, setidaknya ada tiga ekor ular yang dilempar ke dalam
asrama. Pertama adalah seekor ular berjenis piton, di dalam karung beras
ukuran 15 kilogram. Lalu ada tiga ular lainnya, berada di dalam karung kain.

"Kalau di dalam karung itu satu ekor, itu besar sekali, terus kalau tiganya
itu di dalam kain, baru dilempar langsung ke dalam. Kainnya tidak diikat
keras, langsung ularnya tercerai itu (terlepas)," kata dia.

Tiga ekor ular lain yang terlepas itu, katanya, melata liar di pekarangan
asrama.

Karung berisi ular piton yang diduga sengaja dilempar ke pekarangan asrama
mahasiswa Papua di Surabaya. (Dok. Istimewa)


Yoab tak tahu pasti apa jenis ketiga ular yang terlepas tersebut. Ia dan
juga penghuni lain di asrama itu khawatir ular yang lepas ia khawatir jika
ular-ular itu ternyata jenis ular berbisa, yang dapat mengancam keselamatan
penghuni asrama.

Lebih lanjut, saat penghuni asrama mencoba menangkap ular-ular tersebut,
diduga pelaku pelemparan sempat memantau keadaan asrama tak jauh dari
lokasi. Oleh karena itu, mahasiswa yang mengetahui keberadaan orang-orang
itu pun berusaha mengejarnya.

"Anak-anak sempat kejar, tapi (pelaku) lari, mereka sempat jatuhkan
teropong. Mereka berpakaian preman, empat orang dengan dua motor, tapi saya
tidak tahu motor apa, dia lari lebih dulu," katanya.

Yoab mengatakan, ini bukan kali pertama mahasiswa Papua mendapatkan teror.
Sebelumnya ada pula aksi pelemparan cat oleh orang tak dikenal hingga
merusak spanduk bertuliskan 'Referendum is solution' yang mereka pasang

Ia menerangkan atas alasan itulah para penghuni asrama hingga saat ini
tertutup kepada siapapun. Yoab juga mengatakan beberapa rekannya masih
mengalami trauma usai saat pengepungan asrama pada 16-17 Agustus lalu yang
berujung diduga aksi rasialisme.

"Kami masih trauma, karena situasi di Papua juga masih seperti itu,"
katanya.
Lihat juga:

 Gubernur Lukas Enembe: Tak Ada OPM di Asrama Mahasiswa Papua
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190827225003-20-425226/gubernur-lukas-enembe-tak-ada-opm-di-asrama-mahasiswa-papua/>

Kirim email ke