Lupakan Perang Dagang, Babi "Satukan" AS & China
Rehia Sebayang, CNBC Indonesia13 September 2019 12:50
Jakarta, CNBC Indonesia - Meningkatnya harga babi di China membuat kekuatan 
ekonomi terbesar kedua di dunia itu khawatir. Bahkan, pemerintah China 
menargetkan persoalan ini harus segera selesai sebelum ulang tahun ke-70 negara 
tersebut.
Pasalnya harga babi sudah naik sangat signifikan selama 17 bulan terakhir. Pada 
Agustus, harga daging babi naik 46,2% dibanding Juli lalu. Harga babi 
diperdagangkan sekitar 30-33 yuan atau sekitar US$ 4 per kilogram.
Kelangkaan daging babi terjadi karena penyakit flu babi afrika. Meski tidak 
menulari manusia, penyakit ini membuat pembantaian massal babi yang terkena 
penyakit di sentra peternakan China. 
Melihat kondisi ini, China pun mengambil langkah sigap, termasuk membuka kran 
impor. Kali ini, China berencana mengimpor daging babi dari AS. 
Sebagaimana dilansir The Straits Times, sumber yang terpercaya mengatakan 
keinginan itu. "Ini hal yang potensial dibicarakan dalam pertemuan Beijing 
dengan Washington, terutama dengan melanjutkan impor barang-barang pertanian AS 
menjelang pembicaraan (negosiasi damai) dalam beberapa minggu mendatang," tulis 
media tersebut sebagaimana dilansir CNBC Indonesia, Jumat (13/9/2019).

Sebagian babi yang diimpor akan masuk ke dalam cadangan pemerintah, ujar sumber 
itu. Meski demikian belum ada target pasti berapa total impor AS, dari total 2 
juta ton daging babi yang akan diimpor dalam setahun. 

(sef/sef)

Kirim email ke