Mungkin disebabkan pencemaran laut oleh manusia atau gas beracun keluar
dari perut bumi.


https://tekno.tempo.co/read/1248449/ribuan-ikan-mati-di-pantai-ambon-warga-khawatir-akan-ada-tsunami
*Ribuan Ikan Mati di Pantai Ambon, Warga Khawatir Akan Ada Tsunami*

Reporter:
*Antara*

Editor:
*Yudono Yanuar*

Senin, 16 September 2019 14:26 WIB


<https://statik.tempo.co/data/2019/09/16/id_872878/872878_720.jpg>ik*an-ikan
ditemukan mati di Pantai Rutong dan Leahari, Kota Ambon, Maluku, sejak
Sabtu (14/9/209). (ANTARA)*


*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Warga pesisir di Kecamatan
Leitimur Selatan, Kota Ambon, khawatir tsunami
<https://www.tempo.co/tag/tsunami>datang setelah melihat ribuan ikan mati
dan terdampar di pantai sejak Sabtu, 14 September 2019

Warga Desa Leahari di Kecamatan Leitimur Selatan, Vin Maitimu, mengatakan
bahwa sejak Sabtu malam warga bersiap menyelamatkan barang berharga dan
dokumen penting karena khawatir.

"Senantiasa ikhtiar, bahkan saat malam hari senantiasa berjaga-jaga
sehingga terganggu waktu tidur karena mengkhawatirkan kemungkinan tsunami
melanda secara tiba-tiba," katanya, Senin, 16 September 2019.

Apalagi, ia mengatakan, belum ada penjelasan resmi dari Kepala Desa
Leahari Jhon Sitanala dan organisasi perangkat daerah terkait di Pemerintah
Kota Ambon dan lembaga penelitian resmi mengenai ribuan ikan yang mati di
pantai.


Saya konfirmasi ke Kepala Desa diberitahu bahwa staf Dinas Kelautan dan
Perikanan (DKP) Kota Ambon bersama Balai Karantina Ikan Ambon dan UPTD
terkait telah mengambil sampel ikan yang mati untuk diteliti," kata Vin.

Camat Leitimur Selatan Ricky D. Sopacua sedang mengkoordinasi penyelaman di
perairan pantai Desa Hukurila hingga Desa Hutumuri untuk mencari tahu
penyebab kematian ribuan ikan itu.

"Mudah-mudah hasil penyelaman maupun penelitian dari lembaga teknis bisa
mengungkapkan kematian ribuan ikan karena masyarakat belajar dari
pengalaman bencana gempa dan tsunami di Aceh pada 2004," kata Vin.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ambon Steven
Patty mengatakan bahwa dinas bersama Balai Karantina Ikan Ambon dan Unit
Pelaksana Teknis Daerah masih meneliti penyebab kematian ribuan ikan di
pantai Desa Leahari dan Rutong. Tim sudah mengambil sampel ikan dan air
untuk di analisis.

"Dugaan sementara karena ledakan getaran yang kuat, sehingga ikan-ikan mati
dengan kondisi tulang retak, dan mata copot. Analisa sementara dilakukan
Balai Karantina hasilnya akan disampaikan beberapa waktu ke depan," ujar
Steven.

"Masyarakat yang kami temui menyatakan mereka mengonsumsi ikan tetapi tidak
keracunan, sehingga kami masih terus melakukan analisa kematian ikan ini,"
katanya.

Berita lain terkait kematian ikan dan tsunami
<https://tekno.tempo.co/read/1248500/bmkg-kematian-ikan-massal-bukan-pertanda-gempa-dan-tsunami?TeknoUtama&campaign=TeknoUtama_Click_1>,
bisa Anda simak di Tempo.co.

Kirim email ke