*protestant masuk indonesia 1 abad setelah katolik, **tetapi sekarang
jumlah umatnya 2x lbh banyak*
*Indonesia, Religion :  **Muslim 87.2%, Protestant 7%, Roman Catholic 2.9%,
Hindu 1.7%, other 0.9% (includes Buddhist and Confucian), unspecified 0.4%
(2010 est.)  
**https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/id.html
<https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/id.html>*


*Indonesia Ku Indonesia Mu,*
*Persembahan Khusus LJK untuk HUT Indonesia ke 74*
Ini adalah persembahan khusus dari hati yg paling dalam semua yg terlibat
di #LondoJowoKabeh.  Kita semua di besarkan sejak Bayi di Batu Malang dan
mempunyai rasa dan cinta yg sangat dalam terhadap Indonesia 🇮🇩. Muka,
Kulit, Rambut keliatan Bule , tapi hati dan jiwa kita adalah untuk
Indonesia. Sebuah lagu yg di ciptakan secara khusus oleh kakak kita Rainer
Scheunemann untuk Indonesia untuk kita semua
https://www.youtube.com/watch?v=Og2imrAtqkI

*Rindu Papa Paskali*
Sebuah Lagu yg di ciptakan dan di nyanyikan Rainer Scheunemann untuk
mengenang waktu2 indah dahulu bersama Ayah kami tercinta.
Lagu ini dinyanyikan dan di tulis dalam bahasa atau dialek Maluku atau
Ambon.
https://www.youtube.com/watch?v=7JTe1ueilng

*Mendirikan Klub Sepakbola Hingga Bertaruh Nyawa, *
*Inilah Sepak Terjang Para Misionaris Jerman di Nusantara *
21 Desember 2018
*Bermula dari Rempah*
Kekristenan berkembang dan tersebar di Indonesia boleh dibilang berawal
dari perdagangan rempah-rempah kemudian diikuti dengan penjajahan. Misi
Katolik pertama kali masuk ke Maluku yang menjadi pusat perdagangan pada
awal tahun 1500 bersama dengan para pedagang asal Portugis.

Seorang Spanyol bernama Fransiscus Xaverius menjadi pemimpin misi dan
dikenang sebagai pendiri Gereja Katolik pertama di Nusantara, berlokasi di
Ternate pada tahun 1523.

Misi Protestan datang belakangan hampir 100 tahun setelah misi Katolik
bersamaan dengan masuknya kapal-kapal para pedagang rempah yang berada di
bawah naungan Kongsi Dagang Belanda Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC).
Kekuasaan Belanda selama 350 tahun turut menyebarkan Protestan sehingga
menjadi umat kedua terbesar di Indonesia saat ini. Yang menarik adalah
peran misionaris Jerman di Indonesia yang masuk tanpa embel-embel dagang
dan kekuasaan.

*Kontribusi di luar urusan iman*

*Pendeta Rainer Scheunemann *adalah seorang Jerman kelahiran Kediri, Jawa
Timur, yang tinggal dan melayani di Papua hingga saat ini. Ia bukan hanya
berurusan soal misi Protestan sebagai pendeta, dosen di Sekolah Teologia di
Jayapura dan produktif menulis buku rohani, namun bersama istrinya, Pendeta
Rainer aktif membina klub sepak bola wanita Persipura usia di bawah 18
tahun. Tim binaan Pendeta Rainer dan istri sukses meraih banyak kemenangan
yang dibuktikan dengan deretan piala di rumah mereka di Sentani, Jayapura,
Papua.

Pendeta Rainer dan adiknya *Timo Scheunemann* memang penggemar sepak bola,
keduanya meraih predikat lulusan terbaik untuk izin melatih kategori B dari
FA Inggris. Timo menjadi pemain bola, pelatih dan mendirikan Malang
Football Club yang mencari dan membina bakat anak muda Papua dalam sepak
bola. Pendeta Rainer juga mengarang lagu rohani dan banyak lagu tentang
Persipura, tim sepakbola andalan asal Papua.

READ MORE

https://www.tempo.co/dw/435/mendirikan-klub-sepakbola-hingga-bertaruh-nyawa-inilah-sepak-terjang-para-misionaris-jerman-di-nusantara

Kirim email ke