https://sp.beritasatu.com/nasional/kerusuhan-papua-kapolri-26-orang-meninggal/576689

Kerusuhan Papua, Kapolri: 26 Orang Meninggal
------------------------------
[image: ...]
<https://sp.beritasatu.com/nasional/kerusuhan-papua-kapolri-26-orang-meninggal/576689#>
Suara PembaruanSelasa, 24 Sepember 2019 - 17:48
<https://sp.beritasatu.com/nasional/kerusuhan-papua-kapolri-26-orang-meninggal/576689#>

 Jakarta, Beritasatu.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengemukakan
hingga Selasa (24/9/2019), pukul 12.00 WIB, sudah ada 26 korban meninggal
dalam kerusuhan di Papua pada Senin (23/9/2019). Dari jumlah tersebut, 22
orang adalah warga pendatang dan 4 orang warga asli Papua.

"Dari 26 orang itu, 22 itu adalah masyarakat Papua pendatang. Mereka
meninggal akibat luka bacok dan akibat terbakar di dalam rumahnya yang
dibakar atau rukonya yang dibakar. Yang terluka lebih kurang 66 orang. Ini
yang kita sayangkan," kata Tito dalam konferensi pers di Kementerian
Polhukam, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Ia menjelaskan ada dua kejadian di Papua pada Senin (23/9/2019) yang
berlangsung dari pukul 07.30 hingga pukul 15.00 WIT.

Pertama, ada aksi di gerbang belakang Universitas Cenderwasih (Uncen).
Sayangnya aksi tersebut menutup akses keluar dan masuk kampus. Karena itu,
kegiatan aksi diminta pindah ke Expo Wamena. Peserta aksi yang berjumlah
sekitar 300 orang itu diantar oleh mobil tentara. Namun sampai di Expo
Wamena, mereka menyerang sopir bis yang merupakan anggota TNI.

Kedua, ada provokasi atas pembicaraan seorang guru sekolah. Informasi yang
diperoleh disebutkan pada saat mengajar, guru itu meminta siswanya agar
tidak terlalu berbicara keras. Namun kemudian dipelintir omongan guru itu
menjadi kata kera. Maka beredarlah dalam masyarakat bahwa sang guru
mengolok siswanya dengan kata kera‎. Hasutan itu melahirkan kerusuhan yang
besar dan terjadi pembakaran terhadap beberapa ruko, kantor PLN, kantor
Bupati dan berbagai kantor lainnya.

Dia menegaskan ‎situasi saat ini sudah terkendali. Namun TNI dan Polri
tetap waspada dengan menambah pasukan ke Papua.

"Kita perkuat pengamanan di sana karena masih banyak pendatang yang mereka
mengungsi di kantor Kodim, Polres di Jayawiyaja, di kantor aparat-aparat
kemanan yang ada di sana. Sehingga kita berusaha dulu menjamin keamanan
dengan mempertebal pasukan yang ada di sana. Setelah itu kita tetap merawat
mereka yang luka, sakit dan juga yang meninggal. Sambil, tim investigasi
menginvestigasi peristiwanya," tutur Tito.

Kirim email ke