https://www.cnbcindonesia.com/market/20190925101557-17-102057/asing-sudah-kabur-rp-7-t-pengusaha-ri-angkat-suara
*Asing Sudah Kabur Rp 7 T, Pengusaha RI Angkat Suara*

MARKET - Efrem Limsan Siregar , CNBC Indonesia



25 September 2019 10:24

*SHARE*

[image: Asing Sudah Kabur Rp 7 T, Pengusaha RI Angkat Suara] Foto: Ribuan
mahasiswa mulai berdatangan untuk menggelar demo di depan gedung DPR/MPR,
Senayan, Senin (23/9/2019). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

*Jakarta, CNBC Indonesia* - Ribuan mahasiswa menggelar aksi menolak
pengesahan sejumlah RUU yang dianggap memuat pasal-pasal bermasalah alias
kontroversi.

Aksi dipusatkan di gedung DPR/MPR RI sejak Senin-Selasa (23-24 September).
Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar kompleks parlemen menjadi tersendat,
jalan tol diblokir, pengamanan Ibu Kota pun diperketat.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Moneter, Fiskal, dan Kebijakan
Publik, Raden Pardede, mengajak semua pihak untuk mulai terbiasa dengan
demokrasi dan menyatakan pendapat secara bebas. Akan tetapi, ia
mengingatkan dampaknya terhadap investasi.
Baca:

*Aura Demo Masih Panas, IHSG Bisa Amblas 5 Hari Beruntun!*
<https://www.cnbcindonesia.com/market/20190925094056-17-102048/aura-demo-masih-panas-ihsg-bisa-amblas-5-hari-beruntun>


"Saya belum melihat dampaknya untuk jangka pendek, namun kalau demo ini
berlangsung lama tentu bisa menciutkan minat investasi," kata Raden Pardede
kepada CNBC Indonesia, Selasa (24/9/2019).

Menurutnya, semua pihak harus bisa mengaku salah secara *gentlemen* dan
mengoreksi kesalahan, termasuk mendapat masukan dalam pembuatan RUU.

Wakil Ketua Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengatakan pelaku usaha melihat
semua UU dan RUU saat ini terhadap stabilitas sosial politik Indonesia.
Bisnis, lanjutnya, hanya bisa bergerak dan tumbuh dalam kondisi
sosial-politik yang stabil.

Foto: Massa aksi mahasiswa & buruh mulai meninggalkan gedung istana negara,
mereka berkumpul di titik temu yaitu Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Selasa
(24/09/2019). Cnbcindonesia/Tri Susilo


"Walaupun demo adalah ekspresi demokrasi yang dihargai, demo di Indonesia
punya *track record* yang buruk di mana massa kerap menjadi anarkis,
merusak atau menciptakan kondisi yang tidak aman untuk melakukan kegiatan
usaha," kata Shinta.

Ia meminta agar pemerintah, terutama DPR khususnya, agar lebih
memperhatikan konsekuensi penetapan UU dan RUU tersebut terhadap kegiatan
usaha dan daya saing Indonesia.

"Tidak hanya masalah anggaran untuk penetapan hukum tetapi harus ada kajian
dan penjelasan tentang biaya *compliance*-nya bagi pelaku usaha dan efek
ekonominya bagi iklim usaha Indonesia," kata Shinta.

Foto: Massa aksi mahasiswa & buruh mulai meninggalkan gedung istana negara,
mereka berkumpul di titik temu yaitu Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Selasa
(24/09/2019). Cnbcindonesia/Tri Susilo


Ia menambahkan, Indonesia sedang dalam persaingan usaha ketat di level
global, namun juga dihadapkan pada *over-regulated*. Oleh karena itu, ia
meminta pemerintah dan DPR lebih memperhatikan kondisi tersebut.
Baca:

*Trump akan Dimakzulkan, Investor 'Kabur' ke Safe Haven Assets*
<https://www.cnbcindonesia.com/market/20190925083521-17-102034/trump-akan-dimakzulkan-investor-kabur-ke-safe-haven-assets>


Sementara itu, Komisaris Dreamhub Coworking Space Syafi Djohan mengatakan
demonstrasi merupakan bagian dari hak demokrasi warga negara. Ia juga
berpendapat bahwa demonstrasi tersebut bisa berpengaruh pada kekhawatiran
investor asing. Ia memandang, Presiden Joko Widodo perlu menemui perwakilan
mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi.

"Hal ini akan membantu untuk menemukan solusi dan menyelesaikan desakan
mahasiswa mengenai RUU KUHP yang dilakukan beberapa hari terakhir," kata
Syafi.

Sebagai perbandingan, aksi demonstrasi sejak Senin sudah membuat investor
asing meninggalkan pasar saham Tanah Air sebanyak Rp 2,77 triliun dalam 5
hari perdagangan terakhir. Bahkan sebulan terakhir hingga Rabu ini
(25/9/2019), asing sudah kabur Rp 7,10 triliun di semua pasar. Khusus pasar
reguler, asing *net sell* Rp 6,72 triliun.

Kirim email ke