Siapa mereka yang ditempelkan pangkat tokoh-tokoh Papua? Tokoh-tokoh
siluman tanpa kedudukan? hehehehehehe

https://www.suara.com/news/2019/09/15/062949/lukas-enembe-61-tokoh-papua-yang-bertemu-jokowi-tak-miliki-kapasitas

*Lukas Enembe: 61 Tokoh Papua yang Bertemu Jokowi Tak Miliki Kapasitas*

Bangun Santoso | Muhammad Yasir

Minggu, 15 September 2019 | 06:29 WIB

[image: Lukas Enembe: 61 Tokoh Papua yang Bertemu Jokowi Tak Miliki
Kapasitas]Gubernur Papua Lukas Enembe (Dokumentasi Humas Pemprov Papua).

*Lukas menduga ada kepentingan lain di balik pertemuan pemerintah pusat
dengan 61 tokoh Papua tersebut* *Suara.com - *Gubernur *Papua*
<https://www.suara.com/tag/papua>, *Lukas Enembe*
<https://www.suara.com/tag/lukas-enembe> menilai seharusnya pemerintah
pusat melibatkan pemerintah daerah jika ingin bertemu dengan tokoh-*tokoh
Papua* <https://www.suara.com/tag/tokoh-papua>. Ia mengatakan tokoh-tokoh
yang dilibatkan dalam menyelesaikan persoalan harus memiliki kapasitas yang
jelas dan merepresentasikan rakyat Papua.

Lukas pun mengungkapkan bahwa banyak unsur-unsur tokoh daerah yang
semestinya bisa dilibatkan oleh pemerintah pusat jika ingin menyelesaikan
persoalan Papua. Bukan justru, pemerintah pusat mengundang tokoh dengan
sembarangan, yang tidak memiliki kapasitas dalam menyelesaikan persoalan
Papua.

"Papua ini ada pemerintahan daerahnya. Jika presiden ingin bertemu dengan
tokoh-tokoh Papua, libatkan pemerintah daerah. Di sini ada Forkompimda. Ada
Gubernur, Pangdam, Kapolda, DPRP dan MRP, Papua dan Papua Barat. Juga ada
Ketua-ketua Sinode Gereja. Bukan ambil orang sembarangan tanpa kapasitas
yang jelas,” kata Lukas lewat keterangaan tertulis yang diterima Suara.com
Sabtu (14/9/2019) malam.

Lukas berpendapat pemerintah pusat semestinya bisa meminta pemerintah
daerah untuk memfasilitasi tokoh-tokoh Papua bertemu presiden. Sehingga,
apa yang dibicarakan dengan presiden benar-benar menyentuh akar persoalan.

Lukas pun lantas mempertanyakan kapasitas 61 tokoh Papua yang dipertemukan
dengan Presiden Jokowi di Istana Negara pada Selasa (10/9) lalu.

Sebab, Lukas menilai 61 tokoh tersebut sama sekali tidak menyampaikan
persoalan yang terjadi di Papua, melainkan menyampaikan hal-hal yang sangat
tidak substansial seperti pembangunan istana presiden di Papua, pemekaran
hingga penempatan jabatan eselon 1 dan 2 di kementerian dan lembaga.

“Jika kemarin mereka menyampaikan akar persoalan Papua, kita terima.. Mereka
lupa bagaimana ratusan ribu orang Papua telah mati karena persoalan Papua
ini. Menyelesaikan persoalan Papua ini bukan hal mudah,” katanya.



Karena itu, Lukas menduga ada kepentingan lain di balik pertemuan
pemerintah pusat dengan 61 tokoh Papua tersebut.

“Saya menduga pertemuan itu dilakukan untuk kebutuhan diplomasi Indonesia
di luar negeri saja. Untuk digunakan oleh Dubes-Dubes menjelaskan situasi
dan kondisi Papua kepada pemerintah dimana mereka bertugas,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan
(Menkopolhukam) Wiranto mengkalim 61 tokoh Papua dan Papua Barat yang
dipertemukan dengan Jokowi benar-benar telah disaring serta mewakili
masyarakat dan tokoh adat.

Wiranto juga memastikan 61 tokoh tersebut murni menyampaikan aspirasi
masyarakat Papua bukan meminta jabatan.

Kirim email ke