Home Nasional Berita Politik

Jejak Ketua DPD La Nyalla: PSSI, Kasus Korupsi, Hoaks Jokowi
CNN Indonesia | Rabu, 02/10/2019 08:18 WIBBagikan :     Ketua DPD La Nyalla 
Mattalitti berpengalaman dalam dunia olahraga, hukum, hingga politik. (CNN 
Indonesia)Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus asal Jawa Timur La Nyalla Mahmud 
Mattalitti terpilih menjadi Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 
2019-2024. Rekam jejaknya yang kontroversial malang melintang sejak di dunia 
usaha, olahraga, hingga panggung politik.

Dalam proses pemungutan suara untuk memilih Ketua DPD RI, Selasa (1/10) malam, 
La Nyalla maraup 47 suara, beda tipis dari anggota DPD asal Maluku Nono Sampono 
yang mendapatkan 40 suara. Di bawahnya, ada senator asal Kalimantan Timur 
Mahyudin (28 suara), dan senator asal Bengkulu Sultan Bachtiar Najamuddin (18 
suara).


| 
Lihat juga:
 La Nyalla Terpilih Jadi Ketua DPD Periode 2019-2024 |

La Nyalla Mahmud Matalitti (60) sendiri berasal dari keluarga saudagar besar 
asal Bugis, Sulawesi Selatan, yang cukup berpengaruh di Surabaya.


Meski begitu, La Nyalla pernah bekerja serabutan di usia muda. Ia kemudian 
dapat menjelma sebagai sosok pengusaha berpengaruh di Surabaya.

Mengutip dari situs pribadinya, www.lanyallamm.com, lulusan Fakultas Teknik 
Sipil Universitas Brawijaya (1977-1984) itu pernah menjabat Ketua Himpunan 
Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur, Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa 
Timur, dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur.


|  |

Pamornya makin tampak saat mulai berkiprah di PSSI. Di organisasi ini, ia 
sempat menjabat Komite Eksekutif (Exco), Wakil Ketua Umum PSSI, hingga akhirnya 
bisa menjabat sebagai Ketua Umum PSSI (2015 - 2016).

Pada periode kepemimpinan La Nyalla itu, PSSI baru saja dijatuhi sanksi oleh 
Menpora Imam Nahrawi akibat kebijakan PSSI soal hasil rekomendasi Badan 
Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang tidak meloloskan Arema Malang dan 
Persebaya Surabaya ke liga.

Di tengah konflik tersebut, La Nyalla diterpa kasus korupsi dana hibah 
Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2011 - 2014 saat menjadi Ketua Kadin 
Jatim.. Ia kemudian ditetapkan tersangka. Kongres Luar Biasa PSSI memutuskan 
untuk memaksa La Nyalla mundur.


| 
Lihat juga:
 Jadi Ketua DPD, La Nyalla Usung Lima Skala Prioritas |

Namun, majelis hakim Pengadilan Tipikor memvonisnya bebas pada 27 Desember 2016.

Panggung Politik

La Nyalla pernah menjadi bagian tim sukses Megawati Soekarnoputri-Prabowo 
Subianto saat Pilpres 2009. Lima tahun kemudian, ia kembali jadi bagian timses 
Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Dia pun menjadi bagian Partai Gerindra.

Januari 2018, La Nyalla mengaku dimintai mahar politik Rp40 miliar diduga oleh 
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto jika ingin dicalonkan sebagai 
Gubernur Jawa Timur. Pihak Gerindra membantah dan menyebutnya gagal mencari 
partai koalisi di Pilkada Jatim.


| La Nyalla mengaku sempat membantu menyebarkan Tabloid Obor Rakyat, yang 
petingginya sudah divonis bersalah dalam kasus hoaks. (ANTARA FOTO/Oky 
Lukmansyah) |

Memasuki penghujung 2018, Ia lantas bergabung dengan Partai Bulan Bintang 
(PBB), partai besutan Yusril Ihza Mahendra yang putar haluan mendukung Jokowi.

Setelah bergabung PBB, La Nyalla menggelar konferensi pers untuk mengungkap 
pengakuan telah menyebarkan fitnah soal Jokowi pada Pilpres 2014. Saat itu, La 
Nyalla masih menjadi anggota timses Prabowo-Hatta.

Fitnahnya adalah bahwa Jokowi anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), pemeluk 
agama Kristen, serta keturunan China. Selain itu, La Nyalla juga mengaku 
membantu penyebaran tabloid Obor Rakyat hingga 100 truk. Kabar tersebut disebar 
oleh La Nyalla lewat broadcast menggunakan Blackberry.


| 
Lihat juga:
 La Nyalla Merasa Habis Manis Sepah Dibuang oleh Prabowo |

Dia kemudian memutuskan untuk mendaftar sebagai calon anggota DPD RI periode 
2019-2024. Saat itu, ia bersaing dengan 29 nama bakal calon lainnya untuk 
memperebutkan empat kursi senator yang mewakili daerah pemilihan Jatim.

La Nyalla berhasil meraih lebih dari 2,2 juta suara atau peringkat kedua di 
bawah Evi Zainal Abidin yang meraup 2,4 juta suara.

"Terima kasih kepada rakyat Jatim yang telah memberi kepercayaan kepada saya 
untuk menjalankan amanah ini," ujarnya.


| Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon) |

Sehari di DPD, kiprahnya langsung moncer dengan meraih posisi Ketua Sub-Wilayah 
Barat II secara aklamasi. Hingga kemudian pada sidang paripurna, La Nyalla 
meraup suara terbanyak dalam voting penentuan posisi Ketua DPD yang diikuti 136 
anggota DPD.


(arh/gil)

Kirim email ke