----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Lusi D.' [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>Terkirim: Selasa, 1 
Oktober 2019 16.42.46 GMT+2Judul: [nasional-list] Yasonna Lapoly versus Rocky 
Gerung
     

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Rocky Gerung
Sebut Menteri Yasonna Laoly Ngaco Seusai Permalukan Mahasiswa di ILC

Editor: Ilham Arsyam 

Ucapan Yasonna di acara ILC yang tayang pada Selasa (24/9/19).

Yasonna Laoly mulanya mengatakan, jika ada orang ingin menyampaikan
kritik maupun saran bisa disampaikan melalui lembaga konstitusi.

"Saya ini dari Sumatera. Terus terang, agak pedas. Pertama-tama saya
jawab soal Undang-Undang KPK sudah disahkan pasal 1 ayat 3
Undang-Undang Negara Republik Indonesia kita negara hukum," kata
Yasonna Laoly.

Yasonna mengatakan bahwa ada lembaga MK yang menampung kritik soal
undang-undang.

"Kalau satu undang-undang sudah disahkan, ada mekanisme konstitusional.
Gugatlah di Mahkamah Konstitusi bukan di Mahkamah jalanan, itu yang
pertama." ujarnya.

"Jadi kalau mau Perppu, Perppu baru disahkan, gugat di Mahkamah
Konstitusi, thats the law. Thats the constituonal law (Itulah hukum
konstitusi)," imbuhnya.

Yasonna lantas menyinggung mahasiswa yang demo kurang memahami isu
undnag-undang.

"Yang kedua saya mendengar adik-adik, saya juga aktivis masa mudanya.
Jadi kalau saya dulu mau berdebat, saya baca dulu itu barang sampai
sejelas-jelasnya sampai saya baru perdebat," kata dia.

Lantaran hal itu, Yasonna mengaku malu dengan argumen yang disampaikan
mahasiswa.

Ia secara terang-terangan malu mendengar komentar para mahasiswa yang
hadir di ILC.

"Kalau ini jujur sebagai dosen saya malu apa yang saudara sampaikan,
malu lah enggak baca kasih komentar didengar orang di ILC saya sampai
tutup mata tadi," ujarnya.

"Menyampaikan sesuatu kalau perempuan itu yang diperkosa, dihukum
karena itu kan di situ. Di sini kan enggak ada begitu," imbuhnya.

Yasonna lantas berharap agar mahasiswa lebih menyiapkan argumennya.

"Ada UU kesehatan no 36 tahun 2009 pasal 75 dia sebagai lex specialis
jadi itu adek-adek kalau mau berdebat baik-baik siapkan diri baik-baik,
siapkan komentar, kalau tidak nanti mempermalukan diri sendiri," ungkap
Yasonna.

Yasonna lantas menyebut bahwa KUHP yang lama merupakan buatan Belanda
dan kini bangsa Indonesia mencoba membuat KUHP sendiri.

"Saya mau sampaikan KUHP ini zaman indonesia sudah 72 tahun, kalau
dihitung zaman Belanda jadi 126 tahun, dan ini sudah dibahas 7
presiden, makanya waktu pembahasan tingkat pertama selesai, Pak Muladi
mengeluarkan air mata, kami telah membayar perjuangan profesor kami,
dan ini perjuangan anak bangsa untuk menghentikan hukum kolonial,
jangan pandang UU ini tiba-tiba, kami sudah datangi ke kampus-kampus
dan tiap raker terbuka untuk umum, oleh karena itu, mengapa gelandangan
dan unggas diatur, itu ada di KUHP," ujar Yasonna.

Yasonna lantas menyinggung soal RUKHP yang dipersoalkan tentang
gelandangan.

"Kalau KUHP yang lama gelandangan dapat hukuman badan, kalau sekarang
didenda, kalau nggak mampu denda, bisa dipekerjakan sosial, bisa
dididik, kalau mau protes ya ke Mahkamah Konstitusi (MK)," ujarnya.

Berikut tanggapan RG:

Rocky Gerung Geram Mahasiswa Dimarahi Menteri Yasonna Laoly: Ngaco,
Tidak Cukup Pengetahuan, Seusai Permalukan Mahasiswa di ILC Senin, 30
September 2019 19:01

TRIBUN-TIMUR.COM - Rocky Gerung menyayangkan sikap Menteri Hukum dan
HAM, Yasonna Laoly yang membully anak BEM.

Hal itu diungkapkannya di acara CNN Indonesia dengan tema Titik Nadir
Indonesia yang tayang Jumat (27/9/19)

Rocky Gerung mengatakan bahwa apresiasi yang dilakukan Jokowi adalah
hal yang biasa.

Ia lantas kecewa dengan ucapan Yasonna Laoly yang membully anak-anak
Badan Eksektif Mahasiswa (BEM).

Baca: Motif JY Bunuh Ratmiati yang Baru Saja Diajaknya Bersetubuh, ini
Reaksi Suami Sah Korban

"Pak Jokowi mengapresiasi, ya itu tentu, tapi menterinya membully anak
BEM," ujarnya.

lantas, Rocky Gerung menirukan ucapan Yasonna laoly.

"Bego kalian dungu, nggak baca sih, Homo homini lupus," ujar Rocky
menirukan Yasonna Laoly.

Rocky Gerung lantas menyebut bahwa Yasonna Laoly ngaco.

"Lho justru si menteri yang ngaco, homo homini lupus itu dalilnya
ujungnya kekuasan abslout untuk menghasilkan stabilitas," ujarnya.

Rocky Gerung lantas menyebut bahwa Menteri Hukum dan HAM tidak cukup
pengetahuan.

"Menterinya aja nggak cukup pengetahuan filsafat hukum tapi diumbar di
situ, tentu mahasiswa nggak bisa membantah karena ada jarak
senioritas," ujarnya.

Rocky Gerung lantas mengatakan bahwa bukan tugas rakyat membaca
undang-undang.

"Bukan tugas rakyat membaca undang-undang,tugas pemerintah membuat
undang-undang itu adil, jadi ada jarak antara legitimasi dan
legalitas," ujarnya.

"Yasonna Laoly berusaha keras untuk meyakinkan undang-undang sudah
bagus dan mahasiswa agar tidak demo, subtansinya nggak mampu," ujarnya.

Rocky Gerung lantas mengatakan bahwa demonstrasi mahasiswa dilakukan
karena tidak percaya dengan presiden.

"seluruh paket demonstarsi hari ini karena ketidakpercayaan orang
kepada presiden yang tak mampu diucapkan yang hanya bisa diucapakan
cover majalah tempo," ujarnya.

Menurutnya, rakyat sudah tahu bahwa presiden kerap sekali berbohong dan
seharusnya pemerintah berusaha menghilangkan asumsi itu.

"Dibelakang kita sudah terbentuk pikiran bahwa pemimpinnya pembhong,
mestinya itu yang diselesaikan," ujarnya.

Rocky Gerung lantas sepakat jika presiden dijuluki pinokio lantaran
kerap berbohong.

"Berbohog itu problem etis, presiden berbohong makanya disebut pinokio,
biar saja kita sebut itu karena itu faktanya," ujarnya.

Rocky Gerung lantas mengaku geram dengan buzzer-buzzer istana yang
membully anak STM yang melakukan demo.

"Anak STM mengadakan demo, lalu buzzer istana membully anak STM, anak
STM tidak bisa diajak debat, tetapi ada psikologi umum ada yang jelas
dan tidak adil," pungkas Rocky.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly marah dengan aksi
demonstrasi dan mempersoalkan argumen yang disampaikan para mahasiswa.

Editor: Ilham Arsyam 

    

Kirim email ke