Teguh Genjot Globalisasi Ekonomi dengan Keterbukaan Lebih Lebar
http://indonesian.cri.cn/20191003/ba5c372f-bfd0-80e3-35b8-9ec383a3c7aa.html
2019-10-03 10:40:33
Bo Sophea,adalah seorang perempuan biasa Kamboja. Dibanding masa 7 tahun
yang lalu, Sophea jauh lebih kaya karena sudah membeli perumahan, sepeda
motor dan mampu membiayai dua anaknya bersekolah. Perubahan itu terjadi
sejak Sophea dipekerjakan di sebuah perusahaan modal Tiongkok di Kawasan
Ekonomi Khusus (KEK) Pelabuhan Sihanouk. KEK Sihanouk diresmikan pada
2008 atas dana investasi bersama perusahaan Tiongkok dan Kamboja.
Kawasan ekonomi itu ibarat miniatur yang menampilkan kesediaan Tiongkok
untuk berbagi peluang pembangunan dengan seluruh dunia.
Pada 70 tahun yang lalu ketika RRT baru saja berdiri, rakyatnya masih
hidup dalam kemiskinan ekstrem dengan industri dan pertanian dalam
kondisi yang lemah. Melalui semangat berjuang dan berdikari, khususnya
setelah pelaksanaan kebijakan keterbukaan dan reformasi, Tiongkok telah
mencetak hasil-hasil perkembangan yang tiada taranya dalam sejarah
manusia. Dari pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Shenzhen, pembukaan
kota-kota pesisir dan pedalaman, sampai bergabungnya Tiongkok dalam WTO
dan pelaksanaan inisiatif Sabuk dan Jalan, Tiongkok terus dan secara
progresif melaksanakan keterbukaan dan meningkatkan interaksi dengan
dunia. Fakta telah membuktikan, reformasi dan keterbukaan adalah
keputusan penting yang menentukan nasib Tiongkok. Keputusan itu tidak
hanya memicu perubahan fundamental pada ekonomi Tiongkok, tapi juga
membawa manfaat tak terhingga bagi dunia.
Saat ini keterbukaan menyeluruh Tiongkok sudah memasuki tahap yang baru,
di mana ekonominya tengah beralih dari jenis keterbukaan yang
mengutamakan mobilitas faktor dan komoditas menuju keterbukaan sistem
dan peraturan. Ini adalah tuntutan wajar demi merealisasi perkembangan
ekonomi yang bermutu, sekaligus aksi nyata untuk mendorong globalisasi
ekonomi dengan sikap bertanggung jawab di tengah latar belakang terus
meningkatnya unsur-unsur yang tidak pasti. Pada Maret lalu, Tiongkok
menerima baik UU Penanaman Modal Asing, terkait perlindungan HaKi
perusahaan asing serta pemberlakuan Daftar Negatif Investasi (DNI) modal
asing. Ini adalah salah satu langkah penting menuju keterbukaan
sistemik. Belum lama lalu, Tiongkok mengumumkan akan membangun kawasan
percontohan pionir Shenzhen, zona baru dekat pelabuhan Zona Perdagangan
Bebas Shanghai serta 6 zona perdagangan bebas lainnya. Keputusan itu tak
diragukan lagi akan menyediakan platform baru bagi implementasi
keterbukaan sistemik.
--
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com