Hidup Juara Pilpres 2019!

-
Rabu, 28 Agu 2019 17:06 WIB

Wali Kota Solo: Iuran BPJS Kesehatan Naik, Kemiskinan Meningkat

Bayu Ardi Isnanto - detikFinance
Surakarta - Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, kritik rencana pemerintah 
menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Kenaikan tersebut dikhawatirkan justru bakal 
menambah angka kemiskinan Indonesia.

Terutama bagi para peserta BPJS Kesehatan mandiri, mereka diperkirakan akan 
kesulitan membayar iuran. Bahkan mereka bisa turun kelas menjadi kategori 
miskin jika dipaksa membayar iuran yang semakin mahal.

"Itu nanti yang peserta mandiri semakin tidak bisa bayar kok. Malah nanti 
masyarakat rentan miskin bisa jatuh miskin, kemiskinan makin meningkat," kata 
pria yang akrab disapa Rudy di Balai Kota Surakarta, Rabu (28/8/2019).

Ketika kesulitan membayar, peserta mandiri dimungkinkan akan berhenti menjadi 
anggota BPJS. Capaian universal health coverage atau cakupan kesehatan semesta 
pun semakin menjauh dari 100 persen.

"Kalau sudah keluar dari anggota BPJS, target pemerintah tentang jaminan 
kesehatan tidak jalan. Kalau mau masuk ke PBI (penerima bantuan iuran), kita 
juga enggak mampu," katanya.

Jika masyarakat miskin bertambah, Rudy menyebut justru kewajiban pemerintah 
semakin berat. Sebab pemerintah harus menyediakan berbagai jenis bantuan sosial.

"Negara harus menyediakan PKH (Program Keluarga Harapan) tiap keluarga maksimal 
dapat Rp 9,6 juta, ada KIP (Kartu Indonesia Pintar), KIS (Kartu Indonesia 
Sehat), BPNT (Bantuan Pangan Nontunai), lebih besar lagi. Mestinya dihitung 
dahulu," ujar dia.

Untuk itu, politisi PDIP itu meminta pemerintah mencari solusi selain menaikkan 
biaya iuran BPJS. Dia juga menyebut, kenaikan iuran pun tak akan menutup utang 
BPJS.

"Jangan menaikkan iuran BPJS-nya dulu, tapi selesaikan dulu tanggung jawab BPJS 
ke rumah sakit. Naiknya iuran pun tidak akan menutup utang BPJS kok," katanya.

(bai/hns)


Kirim email ke