Hong Kong: Mengapa demonstran menyerang Starbucks?
https://www.bbc.com/indonesia/dunia-50011131
*
13 Oktober 2019
* Bagikan artikel ini dengan Facebook
<https://www.bbc.com/indonesia/dunia-50011131#>
* Bagikan artikel ini dengan Messenger
<https://www.bbc.com/indonesia/dunia-50011131#>
* Bagikan artikel ini dengan Twitter
<https://www.bbc.com/indonesia/dunia-50011131#>
* Bagikan artikel ini dengan Email
<mailto:?subject=Shared%20from%20BBC%20Indonesia&body=https%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Findonesia%2Fdunia-50011131>
* Kirim <https://www.bbc.com/indonesia/dunia-50011131#share-tools>
Hong KongHak atas fotoREUTERSImage captionSejumlah pekerja membersihkan
kedai Starbucks yang dirusak pedemo anti-China di Hong Kong, 30
September lalu.
Kaca-kaca pecah, amukan api, dan kumpulan orang yang dipukuli. Beragam
potret dari Hong Kong memperlihatkan wilayah itu tengah dirundung kekacauan.
Namun di tengah kericuhan, sebagian besar orang yang disebut
pro-demokrasi secara sadar menyerang sejumlah tempat.
Pertanyaannya, mengapa para demonstran itu mengincar gerai kopi
Starbucks? Mengapa kereta bawah tanah? Dan mengapa pula toko, restoran,
dan bank tertentu juga menjadi sasaran?
* Manajer klub dukung demonstrasi Hong Kong, China blokir siaran
pramusim NBA <https://www.bbc.com/indonesia/olahraga-49971698>
* Hong Kong: Veby Mega Indah, jurnalis asal Indonesia, 'buta akibat
tembakan polisi' <https://www.bbc.com/indonesia/dunia-49888682>
* Hong Kong: Harga hunian tidak terjangkau, banyak pasutri harus hidup
sendiri-sendiri <https://www.bbc.com/indonesia/vert-cap-49887264>
Ada target yang pasti...
Situasi di Hong Kong saat ini rumit, tapi secara umum terbagi antara
mereka yang menentang dan mendukung pemerintah China.
Saat unjuk rasa damai beralih wujud serangan terhadap properti, sejumlah
korporasi besar asal China seperti Bank of China dan perusahaan
teknologi Xiaomi menjadi target vandalisme.
Namun ada beberapa lokasi lain yang juga menjadi target.
Mengapa Starbucks?
Walau gerai kopi ini berasal dari Amerika Serikat, operasionalnya di
Hong Kong dijalankan oleh perusahaan lokal, yaitu Maxim's Caterers.
Annie Wu, putri pendiri perusahaan itu, baru-baru ini mendukung
kepolisian Hong Kong dan mengkritik pengunjuk rasa yang disebutnya
sebagai pedemo radikal.
A sign saying Boycott Maxims Mooncakes etc, the days of milking us here
while attacking us elsewhere are over.
Wu menyatakan sikapnya itu bersama pengusaha Pansy Ho. Nama terakhir
mewakili Federasi Perempuan Hong Kong dalam forum Komisi HAM PBB 11
September lalu.
Wu dan Ho menuduh sekelompok kecil pedemo radikal menggunakan kekerasan
yang terukur dan sistematis.
Dampaknya, sejak saat itu para pengunjuk rasa mulai mengarahkan
kemarahan terhadap Maxim's Caterer dan gerai waralaba di bawah
pengelolaannya.
Maxim adalah salah satu perusahaan bidang makanan dan minum yang
terbesar di Hong Kong. Mereka juga mengendalikan Genki Sushi dan toko
roti Arome. Dua gerai merek itu juga menjadi sasaran pedemo.
Belakangan Maxim menerbitkan pernyataan tertulis yang mengklaim Wu tidak
memegang jabatan apapun dalam perusahaan mereka.
Maxim juga menyebut Wu tidak terlibat dalam pengambilan kebijakan
apapun. Namun klaim itu sejauh ini belum dapat menenangkan para demonstran.
Jaringan makanan cepat saji asal Jepang, Yoshinoya juga menjadi target
pedemo.
Belum lama ini muncul kegamangan terhadap sebuah unggahan di Facebook
yang menyebut operator Yoshinoya di Hong Kong mendukung kepolisian dan
pemerintah.
Namun ada sebagian orang yang membaca unggahan di Facebook itu sebagai
kode sindiran terhadap aparat keamanan setempat.
Dan tak lama setelahnya, jendela sejumlah restoran asal Jepang itu pun
dipecahkan pedemo. Dinding rumah makan mereka pun kini penuh grafiti.
Apakah Triad terlibat?
Target pedemo lainnya adalah Best Mart 360, sebuah jaringan swalayan.
Ini merupakan contoh bagaimana populasi Hong Kong kini terbelah.
Pimpinan Best Mart 360 adalah Hugo Lam Chi-fung. Ia berstatus presiden
kehormatan di Federasi Hong Kong untuk Asosiasi Fujian. Lembaga itu
beberapa kali turun ke jalan menyatakan dukungan untuk China.
Fujian adalah sebuah provinsi di China. Selama bertahun-tahun banyak
warga Fujian yang bermigrasi ke Hong Kong.
Komunitas pendatang asal Fujian sejauh ini terlihat vokal menyokong
kepolisian.
Unjuk rasa lembaga ini beberapa kali berakhir bentrokan dengan pedemo
yang menuduh kartel bandit asal Fujian turut terlibat.
Best Mart 360 sejauh ini juga sudah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa
mereka tidak terlibat dengan kelompok triad manapun.
Dugaan keterlibatan triad juga diarahkan pedemo pada pusat permainan
mahyong di pemukiman komunitas Fujian.
Yi Pei Square dituding menjadi tempat persembunyian kelompok pro-Beijing
yang menyerang warga Hong Kong.
Rumah permainan mahyong itu menyatakan tak berkaitan dengan orang-orang
asal Fujian. Mereka juga mengklaim mendukung tuntutan kelompok anti-Beijing.
Kesalahpahaman dan permintaan maaf
Ada pula kejadian di mana sejumlah tempat menjadi sasaran kemarahan
pedemo yang salah paham.
Shanghai Commercial Bank tidak dimiliki orang-orang dari China walau
namanya mencerminkan suatu wilayah di negara komunis itu.
Jejaring minuman teh Yifang juga keliru dikaitkan dengan China meski
faktanya berasal dari Taiwan.
Para demonstran keliru menargetkan gerai dua merek itu. Belakangan
mereka meminta maaf dan membersihkan gerai yang mereka serang.
Lompati Facebook pesan oleh 風波裡的總代理 - 劉心暉 Thomas
<https://www.bbc.com/indonesia/dunia-50011131#jump-linkhttps://www.facebook.com/thomaslauhk/posts/140262483994224?__tn__=-R>
entikan Facebook pesan oleh 風波裡的總代理 - 劉心暉 Thomas
Untuk mencegah kesalahpahaman dan mengkoordinasikan aksi, para
demonstran kini menggunakan sistem pengenal warna.
Hitam, merah, dan biru digunakan sebagai pembeda untuk menghancurkan
suatu tempat, mencoret-coret atau sekedar memboikot keberadaannya.
Sementara itu, warna kuning digunakan untuk menandai perusahaan yang
menyokong gerakan anti-China.
Mengapa transportasi publik juga diserang?
Stasiun kereta bawah tanah Hong Kong juga berulang kali menjadi sasaran
vandalisme, bahkan dibakar selama unjuk rasa.
Perusahaan kereta bawah tanah MTR berstatus korporasi terbuka.
Pemerintah Hong Kong merupakan pemegang saham terbesar mereka.
Vandalised MTR stationHak atas fotoGETTY IMAGESImage captionDemonstran
kerap merusak stasiun kereta bawah tanah.
Pertengahan Agustus silam, MTR dikritik media massa milik pemerintah
China. Mereka dituduh membantu mobilisasi pengunjuk rasa.
Setelahnya, MTR menutup sejumlah stasiun sebelum kelompok demonstran
berkumpul. Suatu kali, seluruh sistem kereta bawah tanah juga dihentikan.
Kelompok anti-Beijing kini menuduh MTR membantu polisi menangkap
pengunjuk rasa. Mereka juga dikritik karena enggan merilis rekaman
kamera pengawas yang memperlihatkan dugaan kebrutalan polisi.
Tambahan reportase dikerjakan wartawan BBC Chinese, Lam Cho Wai