Oh jadi abu rara ini stress ya hehehehe?

Orang stress bisa nikam wiranto ya hehehehe?

Eh ngomong2 stressnya abu rara ini kenapa ya hehehehe?

Kena gusur ya?

Lah kalo kena gusur kog yg ditikam menteri politik, kenapa bukan menteri 
perumahan  hehehehe?

 

Kayaknya ente ini yg lagi stress beratttt!!!!

 

Ane tetap selalu menghargai usaha2 ente loh, tetapi boleh nanya ya: emangnya 
radikalisasi Islam itu gak ada ya di Indonesia?

Ane denger ketua NU Said Aqil aja bilang ada. Salah ya?

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <[email protected]> 
Sent: Sunday, October 13, 2019 8:30 PM
To: GELORA45 <[email protected]>
Subject: [GELORA45] Polisi Ungkap Penikam Wiranto Beraksi karena Stres

 

  

Jokowi harus copot Kepala BIN yang langsung menggiring opini publik dengan 
memastikan penusukan itu merupakan aksi serangan Islam radikal.

 

-

 


Polisi Ungkap Penikam Wiranto Beraksi karena Stres, Tak Kenal Siapa Targetnya


 

Jumat, 11 Oktober 2019 18:37

 

POLISI menyebut Syahril Alamsyah alias Abu Rara, penikam Menkopolhukam Wiranto, 
stres dan tertekan.

Abu Rara stres saat mengetahui Abu Zee, Amir JAD bekasi dan kelompoknya, 
ditangkap Densus 88 dari Bekasi dan Jakarta Utara, bulan lalu.

"Abu Rara merasa stres dan tertekan setelah mendengar ketuanya dia dalam 
hubungan kelompok aktif, yakni Abu Zee, tertangkap."

"Ia berpikir kalau Abu Zee ditangkap, maka ia khawatir bisa ditangkap juga."

"Makanya dia komunikasi dengan istrinya untuk melakukan amaliyah dan tinggal 
menunggu waktu," ucap Karopenmas Divisi Humas Polri Dedi Prasetyo di Mabes 
Polri, Jumat (11/10/2019).

Akhirnya, amaliyah itu, kata Dedi Prasetyo, diputuskan dilakukan pada Kamis 
(10/10/2019) kemarin, saat mengetahui ada orang penting datang ke Menes, di 
mana Abu Rara dan istrinya tinggal.

"Sekali lagi dari pemeriksaan penyidik saat Abu Zee tertangkap, Abu Rara stres."

"Dia beranggapan akan ditangkap dan ditembak. Maka dia mencari momentum itu.."

"Dia lari-lari ketika dapat info kapal (helikopter) mau mendarat dan masyarakat 
berkumpul."

"Sebab, menurutnya itu pasti ada pejabat publik pemerintah yang turun. Maka dia 
spontan untuk menyerang dengan senjata tajam," beber Dedi Prasetyo.

 



Kirim email ke