https://tekno.tempo.co/read/1259823/muncul-di-pameran-dirgantara-cina-ini-spek-bomber-canggih-h-6k/full&view=ok
Muncul di Pameran Dirgantara Cina, Ini Spek
Bomber Canggih H-6K
Reporter:
Moh Khory Alfarizi
Editor:
Yudono Yanuar
Selasa, 15 Oktober 2019 09:15 WIB
Pesawat pembom Cina H-6K. (Xinhua)
<https://statik.tempo.co/data/2019/10/15/id_880663/880663_720.jpg>
Pesawat pembom Cina H-6K. (Xinhua)
*TEMPO.CO, Jakarta* - Bomber terbaru Cina, H-6K
<https://www.tempo.co/tag/h-6k>, akan tampil dalam pameran dirgantara
yang digelar Angkatan Udara Cina di Changchun, Jilin, mulai Kamis, 17
Oktober 2019, selama 5 hari.
Menurut laman/China Daily,/ Senin, 14 Oktober 2019, pengebom jarak jauh
H-6K adalah bomber paling canggih dan mampu membawa rudal jelajah
supersonik untuk melakukan serangan presisi terhadap target darat atau
kapal.
Analis asing berspekulasi bahwa pesawat tersebut memiliki jangkauan
penerbangan sekitar 3.500 kilometer. Sementara rudal jelajah seri CJ-10
Cina memiliki jangkauan minimum 1.500 km, artinya pembom mampu mencapai
target setidaknya 5.000 km dari tempat lepas landas.
Pembom H-6K mendarat di bandara untuk pertama kalinya pada Mei 2018.
Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat mendaratkan pesawat pembom H-6K
di bandara di Laut Cina Selatan selama latihan, menandai pertama kalinya
pembom Cina menggunakan bandara di wilayah tersebut.
Penerbangan Pertama Pesawat Pengebom B-52 mengangkut rudal Hipersonik
AGM-183A.[The Drive]
Beberapa H-6K dari divisi penerbangan yang dipimpin komandan divisi Hao
Jianke, lepas landas dari pangkalan udara yang dirahasiakan di Cina
Selatan. Mereka melakukan serangan simulasi terhadap target laut sebelum
mendarat di sebuah pulau di Laut Cina Selatan, demikian menurut
pernyataan diterbitkan oleh Angkatan Udara tahun lalu.
Pesawat kemudian melakukan latihan operasi, memberikan pengalaman bagi
unit-unit pembom Angkatan Udara Cina untuk menggunakan pulau-pulau
sebagai pangkalan mereka.
Seorang peneliti di PLA Air Force Command College, Wang Mingliang,
mengatakan bahwa latihan lepas landas dan mendarat di pulau-pulau di
Laut Cina Selatan akan membantu Angkatan Udara memperkuat kemampuan
tempurnya untuk menghadapi ancaman keamanan laut.
Wang Yanan, editor /Aerospace Knowledge,/ mengatakan kepada /China Daily
/bahwa setelah pembom Angkatan Udara dikerahkan di pulau-pulau di Laut
Cina Selatan, jangkauan operasional dan parameter pertahanan laut Cina
akan sangat luas.
Menurut pemerintah Cina, setidaknya ada empat bandara besar di Laut Cina
Selatan - di Pulau Yongxing di Kepulauan Xisha dan terumbu Meiji, Zhubi
dan Yongshu di Kepulauan Nansha - yang bisa didarati pesawat besar. Pada
2016, pesawat jet besar dari maskapai penerbangan Cina melakukan
pendaratan dan lepas landas menggunakan bandara di terumbu Meiji, Zhubi
dan Yongshu.
Dan kabarnya, /Aviation Industry Corp of China,/ pembuat pesawat
terkemuka negara itu, sedang mengembangkan pembom strategis jarak jauh
baru. Menurut pengamat kemungkinan memiliki jangkauan operasional
setidaknya 12.000 kilometer dan kapasitas angkut maksimum 20 metrik ton
bom dan rudal.
Selain Cina dengan H-6K, pengembom besar lain adalah B-52
<https://www.tempo.co/tag/pesawat-pengebom-b-52> Stratofortress milik AS
dan TU-160 milik Rusia.
CHINA DAILY | AEROSPACE KNOWLEDGE