https://nasional.tempo.co/read/1260649/ricuh-di-kalimantan-timur-dipicu-kasus-penusukan-2-pemuda/full&view=ok
Ricuh di Kalimantan Timur Dipicu Kasus
Penusukan 2 Pemuda
Reporter:
Halida Bunga
Editor:
Syailendra Persada
Rabu, 16 Oktober 2019 21:00 WIB
Situasi setelah kerusuhan di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur
<https://statik.tempo.co/data/2019/10/16/id_881113/881113_720.jpg>
Situasi setelah kerusuhan di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Sejumlah masyarakat menggelar unjuk rasa
di pelabuhan penyeberangan kapal di Penajam Paser Utara, Kalimantan
Timur <https://www.tempo.co/tag/kalimantan-timur> pada Rabu siang, 6
Oktober 2019. Aksi ini berujung anarkis. Massa membakar sejumlah fasilitas.
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Timur Ajun Komisaris
Besar Ade Yaya Suryana mengatakan mulanya unjuk rasa ini diikuti sekitar
100 orang. Namun, semakin sore jumlahnya bertambah mencapai 300 orang.
"Sementara hanya pembakaran rumah, kios, dan fasilitas penyeberangan
pelabuhan yang terbakar. Saat ini sudah terkendali," kata Ade kepada
Tempo pada Rabu, 16 Oktober 2019.
Ade menjelaskan aksi massa ini terkait kasus penusukan terhadap dua
pemuda yaitu Rian dan Chandra di Pantai Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam,
Kabupaten Penajam Paser Utara. Peristiwa itu terjadi pada Rabu malam, 9
Oktober 2019 pukul 23.00 WITA.
Atas peristiwa itu, Rian mengalami luka berat, sedangkan Chandra
meninggal pada Kamis, 10 Oktober 2019 sekitar pukul 01.00 WITA di Rumah
Sakit Aji Putri Botung (RSAPB) PPU.
Ade mengatakan unjuk rasa hari ini menuntut penangkapan pelaku
penusukan. Padahal, polisi sudah menahan tiga tersangka berinisial RZ,
MS, dan DR.
Ade menyebut sudah berdialog dengan kepolisian dan peserta aksi. Ade pun
mengatakan Kapolda Kalimantan Timur sudah berdialog dengan tokoh
masyarakat pada Selasa, 15 Oktober 2019 untuk meredakan situasi setelah
penikaman.
Terkait tuntutan massa, Ade mengatakan mereka tak satu suara dengan
kepolisian dan banyak keinginan yang tak terfasilitasi oleh aparat.
"Misalnya minta ketemu tersangka. Kan polisi enggak bisa mengikuti semua
keinginan. Kan ada tata caranya," ujarnya
Hingga saat ini pihak kepolisian belum menahan peserta aksi karena masih
melakukan pendinginan situasi keamanan dan ketertiban. Kepolisian juga
masih berusaha berdialog dengan tokoh masyarakat untuk mempercayakan
sepenuhnya proses penegakan hukum kepada kepolisian.
Dia pun mengimbau masyarakat Penajam Paser agar tak berunjuk rasa di
luar koridor hukum. "Kami memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat
di Penajam agar dapat melakukan aktifitas sehari-hari tanpa ada
ketakutan," ujarnya.
------------------------------------------------------------------------