Jadi ketawa baca math begini hahaha.

Yg satu pake’ symbol math yg salah, yg kedua nyahutin dgn Bahasa yg kalau 
disimbolkan ke math gak keruan2 simbol math nya.

 

Ya ini memang kerjaan orang stress!!!! Hahaha

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <[email protected]> 
Sent: Thursday, October 17, 2019 12:40 PM
To: GELORA45 <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] BELI 01 - DAPET 02

 

  

"Pilpres untuk mencegah yang jelek berkuasa". 





Begitu kira-kira kata duo Magnis-Mahfud; 

Pilpres - Jelek = Baik. 





Nyatanya, pilpres = Jokowi + Prabowo





Makanya pendukung Jokowi x (pilpres + Magnisfud) = stress. 

 

--- jonathangoeij@... wrote:

  

  <https://s.yimg.com/nq/yemoji_assets/latest/yemoji_assets/1f44d.png>  disana 
memang ditulis "a little deception"

 

Btw BELI 01 - DAPET 02 juga terhitung deception.

 

 

--- djiekh@... wrote :

Misalkan a=b

Jadi a2 = ab

Jadi a2-b2 =ab-b2

Jadi (a+b) (a-b)= b (a-b)

Sampai di sini betul.

Tetapi stap selanjutnya mencoret begitu saja a-b dari ruas kiri dan kanan 
adalah salah karena a-b = 0

Segala apa kali 0 ya 0, misalnya 7 x 0 = 5 X0, tidak berarti 7 = 5

Jadi kesimpulan a+b = b itu tidak betul, dan ksimpulan selanjutnya juga tidak 
betul.

Bisa juga dijelaskan bahwa 0 dibagi 0 , bisa diberi jawaban angka berapa saja, 
sebab 0/0 = 5 , bisa karena

0= 5X 0, bisa juga angka lain, karena  0 = angka apa saja X 0.

 

Pada tanggal Sel, 15 Okt 2019 pukul 21.22 Jonathan Goeij menulis:

 

 <https://www.youtube.com/watch?v=hI9CaQD7P6I> 1 = 2

 




                


  <https://s.yimg.com/nq/storm/assets/enhancrV2/23/logos/youtube.png> 


Proof that 1 = 2.


Using algebra and a little deception, Mr. John Hush proves (or does he?) that 1 
= 2 to a class of amazed calculu...

 

 

 

On Tuesday, October 15, 2019, 09:10:44 AM PDT, Lusi D. wrote:

 

Penelitian seorang pengamat:

 

Dendam kesumat terlanjur sepenuh hati. Eh junjunganku jadi kumpanainya.

Hehehe

 

BALE WARGA - Sukabumi  <http://update.com/> update.com

 

Oleh: Hersubeno Arief (Pengamat Politik)

 

Manuver dan pilihan politik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo membuat

Rocky Gerung “ingkar” janji.  Tanpa menunggu pelantikan presiden, dia

sudah mengumumkan sikapnya: Oposisi terhadap Prabowo! 

 

Rocky bahkan berjanji akan berkeliling Indonesia, mengajak para

kampret    (mantan pendukung Prabowo) bergabung bersamanya. “Benar.

Deklarasi sebagai oposisi terhadap Prabowo terpaksa saya majukan,” ujar

Rocky dalam tayangan perdana  <http://resonansi.tv/> resonansi.tv ( berbasis 
youtube )  Selasa

(15/10).

 

Bagi yang tidak paham konteks dan sikap politiknya, keputusan Rocky ini

agak membingungkan. Pada kampanye pilpres lalu Rocky berjanji. "Pak

Prabowo akan saya kritik 12 menit setelah dia dilantik, catat jejak

digital hari ini," kata Rocky dihadapan ribuan alumni perguruan tinggi

pendukung Prabowo-Sandi di Gedung Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta

Timur, Sabtu (26/1/2019).

 

Apa lacur ternyata Prabowo kalah. Seharusnya tidak ada pelantikan.

Seharusnya Prabowo tetap bersama kampret. Bersama  Rocky menjadi

oposisi. Mengkritik pemerintah. Bukan dikritik.

 

Namun melihat manuvernya dalam beberapa hari terakhir, semakin

meyakinkan publik, Prabowo tidak akan pernah menjadi oposisi. Tidak

akan timbul tenggelam bersama rakyat, seperti yang dia janjikan.

 

Safari politiknya menunjukkan dia telah menjadi bagian terpenting dari

pemerintahan Jokowi. Menjadi aktor utama mewakili kepentingan Megawati

dan Jokowi.

 

Jumat (11/10) Prabowo bertemu dengan Jokowi di Istana. Saat itu dia

mengaku memenuhi undangan Jokowi. Kepada media secara diplomatis

Prabowo menyatakan siap membantu Jokowi bila dibutuhkan. Namun

seandainya tidak berada di kabinet, Gerindra akan loyal sebagai

penyeimbang. Bukan oposisi. 

 

Basi-basi politisi yang sudah basi!

 

Setelah bertemu Jokowi, Ahad malam (13/10) Prabowo melanjutkan safari

politiknya. Secara mengejutkan dia bertandang ke rumah Ketua Umum

Partai Nasdem Surya Paloh. Sebelumnya sulit membayangkan kedua figur

ini bisa bertemu. Apalagi kemudian saling rangkul, peluk, tertawa

bersama dan mengaku punya banyak kesamaan pandangan.

 

Prabowo selama ini secara terbuka menyatakan ketidak-sukaannya terhadap

Surya Paloh. Dia selalu menolak diwawancarai oleh Metro TV milik Surya..

 

Prabowo menyebut Metro TV tidak punya akhlak dan pencetak kebohongan.

Sebaliknya Metro TV juga selalu memberitakan Prabowo secara miring.

Termasuk dalam editorialnya sebagai sikap resmi redaksi..

 

Hubungan keduanya seperti anjing dan kucing. Seperti tokoh kartun

legendaris Tom and Jerry. Tak pernah akur.

 

“Permusuhan” keduanya terus berlanjut. Pada saat Prabowo bertemu

Megawati  dalam diplomasi nasi goreng, pada saat yang sama Surya

menggelar pertemuan dengan Gubernur DKI Anies Baswedan.

 

Setelah itu Surya maupun media miliknya Metro TV dan Media Indonesia

mulai menyuarakan pentingnya oposisi. Surya juga mulai melakukan kritik

dan bersuara miring terhadap beberapa kebijakan pemerintahan Jokowi.

 

Pada pelantikan anggota DPR RI (2/10) terjadi drama politik yang cukup

menarik. Mega tidak menyalami Surya. Padahal Surya sudah berdiri

menyambutnya.

 

Mustahil pertemuan Prabowo dengan Surya kali ini tanpa sepengetahuan

dan restu Megawati. Mereka saat ini telah menjadi satu paket yang solid.

 

Pemilihan ketua MPR adalah salah satu contohnya. Gerindra akhirnya

sepakat mendukung Bambang Soesatyo sebagai ketua MPR setelah Prabowo

menemui Megawati. Padahal sebelumnya mereka ngotot mengajukan Ahmad

Muzani.

 

Sehari kemudian, Senin malam (14/10) Prabowo bertemu dengan Ketua Umum

PKB Muhaimin Iskandar. Setelah itu dia juga direncanakan akan bertemu

dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

 

Pertemuan Prabowo dengan para ketua umum partai pendukung Jokowi ini

tentu saja sangat menarik dan menimbulkan tandatanya.

 

Dalam kapasitas apa, dan apa pula kepentingannya?

 

Prabowo tampaknya telah mendapat peran baru. Dia menjadi semacam

mediator mempertemukan kepentingan Megawati sebagai pemegang saham

mayoritas pemerintah, dengan para partner pemegang saham lainnya.

 

Safari politik itu juga sekaligus menjadi semacam pemberitahuan resmi

kepada partai-partai pendukung pemerintah. Bahwa saat ini dia yang

mengendalikan permainan.

 

Bila tidak mencapai titik temu, maka seperti dikatakan Rocky, bisa

terjadi kampret mengusir cebong.

 

Menjadi Perdana Menteri

 

“Kelihatannya Prabowo akan menjadi semacam Perdana Menteri. Menjalankan

peran yang selama ini dimainkan Luhut Panjaitan. Bahkan lebih besar,”

ujar Rocky.

 

Rocky  mendapat informasi Prabowo akan menempati posisi sebagai

Menkopolhukam, sesuai dengan latar belakang dan keahliannya. Bukan

posisi Wantimpres seperti yang selama ini diduga.

 

Dengan posisinya tersebut, Prabowo juga akan mengambil alih peran

Wapres Ma’ruf Amin, termasuk dalam diplomasi internasional. Peran itu

selama ini dijalankan oleh Wapres Jusuf Kalla dan tidak mungkin

dimainkan Ma’ruf.

 

Hanya saja dalam catatan Rocky kemungkinan besar Prabowo akan

menghadapi persoalan, terutama catatan lamanya yang berhubungan  dengan

kasus HAM. Bila itu bisa diatasi, maka dia akan menjadi tokoh nomor dua

di republik ini setelah Jokowi.

 

Besarnya peran Prabowo itu tak lepas dari kepentingan politik  Ketua

Umum PDIP Megawati. “ Dia merasa lebih nyaman, dan sudah paham luar

dalam soal Prabowo,” ujar Rocky.

 

Megawati ingin mengamankan kepentingan politik dan keberlangsungan

kekuasaannya pasca Jokowi. Prabowo merupakan sekutu politik yang paling

tepat dibandingkan ketua umum partai lain, termasuk Surya.

 

Pertemuan Prabowo dengan para ketum parpol menjadi semacam negosiasi,

bagi-bagi kapling di kabinet. 

 

Pos-pos penting dan strategis secara politik dan menghasilkan uang

dikuasai oleh Megawati dan Prabowo. Sementara pos-pos kabinet yang

menghabiskan uang, silakan dibagi-bagi ke parpol lainnya.

 

Baku atur, cincai diantara para oligarki.

 

Tinggal rakyat bingung sendiri. Baik pemilih Jokowi, maupun Prabowo

cuma bisa melongo. Akal sehat mereka tidak bisa mencerna.

 

Mereka masih gontok-gontokan. Para politisi junjungan mereka

rangkul-rangkulan,  bagi kapling rezeki dan kekuasaan. Tak perlu ada

oposisi, sehingga mereka bebas tanpa kontrol,  melakukan apa saja.

 

“Beli nomor 1, kok dapatnya nomor 2. Promo Berlaku Selama 5 Tahun.”

Begitulah meme menggambarkan suasana hati rakyat. Getir dan bikin kita

hanya bisa tersenyum kecut.

 

Demokrasi khas ala Indonesia. Ala Nusantara! 

 

Tanpa representasi parpol sebagai oposisi di DPR,  rakyat akan

berhadapan langsung dengan pemerintah.  Hanya dengan PKS sebagai

oposisi, perannya tidak signifikan. 

 

“Bila situasi ekonomi dan politik memburuk, sulit terhindarkan

munculnya DPR jalanan. Anak-anak STM bisa kuasai kabinet,” terang

Rocky. 

 

Itulah pentingnya rakyat yang tetap berakal sehat bergabung. Menjadi

kekuatan kontrol dan kritis terhadap pemerintah.

 

Apakah Rocky Gerung bersedia menjadi pemimpinnya? end

 

 



Kirim email ke