Bung Sunny,
Teman saya, tiap tahun 5 kali ke Tiongkok. Pesan alat-alat pendidikan untuk
Indonesia.
Dia senang ke sana, bisa kerja sangat efficient. Pemilik yang sekaligus
kepala pabrik
pagi, siang, malam, Saptu Minggu bisa ditemui. Dan hitung2an barang yang
mau dibikin
langsung dihitung, langsung diputuskan harganya. Kalau satu pabrik kecil
tidak bisa bikin,
dia kasih tahu teman saya, siapa yang bisa bikin. lalu sama2 ke sana, terus
bagi2 siapa
yang bikin onderdil mana, dan langsung dihitung ongkosnya. Ya, satu kota
kecil itu semua
orang pekerjaannya hampir sama, bikin alat pendidikan. Dan mereka kerjasama..
Lalu ada satu kota besar industri mobil. Juga begitu, banyak pabrik2 mobil.
Banyak leverancier
onderdil mobil perusahaan perumahan. Mungkin juga niru jepang, atau memang
dengan sendirinya
timbul begitu. Pabrik mobil besar Jepang tidak mau semua bikin sendiri
hingga onderdil2nya.
Kalau pasaran lagi lemah, akan kesulitan apa mau pecat pekerja2 banyak yang
bikin onderdil.
Kalau diserahkan pada perusahaan perumahan, perusahaan perumahan bisa cepat
menyesuaikan diri.
Kalau banyak kerja, ya dilembur sendiri, tanpa minta uang lembur. Kalau
sedikit pekerjaan, ya
berlibur sendiri.
Di Jerman, saya lihat juga begitu. Ada perusahaan perumahan yang hanya
bikin ondeerdil dari kompor gas.
Di Klaten dulu, ada daerah Pedan, banyak pabrik2 tekstil, kaya-kaya.
Kaya-kaya, tetapi semua
pendukung PKI zaman dulu. Ada anaknya oang Pedan, dibelikan rumah oleh
orang tuanya semasa
mahasiswa di ITB untuk dia dan saudara2nya. Juga punya tukang masak. Di
Klaten itu pengecoran
besinya sudah hebat. Bisa bikin wals(cylinder) untuk setrika kain panjang
puluhan meter yang mau
dijual ke pasar. Daerah Laweyan Solo juga terkenakl akan tekstilnya. Kalau
daerah ini penyumbang
Islam fanatik, yang selalu jadi pecentus kerusuhan di Solo.
Orang kaya yang pro PKI itu dulu cukup banyak. Ada arsitek, ada pemilik
pabrik paku, bapak dari
dokter Ripka Ciptaning yang sekarang anggota PDIP. Kaya sekali dan masih
kerabat kraton.
Di Tiongkok zaman dulu, raja itu takut terhadap orang yang kaya sekali.
Bahayanya kalau dia mendukung
suatu pembrontakan. Yang juga ditakuti adalah perusahan2 pengantar barang.
Ini punya tentara
sendiri, terdiri dari jago2 silat pilihan untuk melindungi pengiriman
barang dari rampok. Tetapi
kepala perusahaan biasanya suruh satu anak buahnya kirim upeti dulu pada
raja rampok, supaya
barangnya tidak diganggu. Jago2 silat pilihan itu hebat sekali, dengan
mudah bisa kalahkan sepuluh
serdadu biasa. Ya, seperti tentara komando saja.
Salam,
KH

Pada tanggal Sab, 19 Okt 2019 pukul 16.34 Sunny ambon [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
> https://www.youtube.com/watch?v=SG
> <https://www.youtube.com/watch?v=SGJ5cZnoodY>
>
> 
>

Kirim email ke