Menteri Profesional Tidak Terbebani Kepentingan Parpol
------------------------------------------------------------------------
....
<https://sp.beritasatu.com/politik/menteri-profesional-tidak-terbebani-kepentingan-parpol/580838/#>
Suara Pembaruan
Minggu, 20 Oktober 2019 - 08:51
<https://sp.beritasatu.com/politik/menteri-profesional-tidak-terbebani-kepentingan-parpol/580838/#>
....
Ilustrasi Kabinet
*Jakarta, Beritasatu.com*- Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil
Presiden 2019-2024 dan pengumuman komposisi menteri Kabinet Kerja,
publik masih berharap Presiden Joko Widodo dapat memperbanyak menteri
kalangan profesional.
Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin
menilai, figur menteri dari kalangan profesional akan dapat lebih berani
mengambil keputusan dan mengeksekusi sebuah kebijakan yang digariskan
Kepala Negara.
"Banyak figur-figur tersebut adanya dari kalangan profesional. Kalangan
profesional belum banyak terkontaminasi politik," kata Ujang Komarudin,
di Jakarta, Sabtu (19/10/2019).
Menurut Ujang, menteri dari kalangan profesional tentunya juga tidak
memiliki beban untuk balas jasa kepada parpol atau kepentingan lainnya.
Dengan demikian sosoknya dapat lebih leluasa dalam bekerja menerjemahkan
visi Presiden.
Ujang menambahkan, menteri dari kalangan profesional diyakini bisa
mendongkrak citra Jokowi. Pasalnya, mereka disebut memiliki keahlian di
bidangnya, bersih, dan siap bekerja mengeksekusi kebijakan.
"Tentu. Bisa mengangkat citra Jokowi. Kerena kalangan profesional itu
lebih bersih, ahli, dan bekerja untuk membantu Presiden dalam
mengeksekusi kebijakan-kebijakan yang sudah digariskan," ungkap Ujang
Komarudin.
Ujang juga setuju dengan wacana kabinet meritokrasi. Dengan konsep
tersebut, figur yang memiliki prestasi dan keahlian akan diposisikan
sesuai dengan kemampuannya
Sumber : Suara Pembaruan