Sering berteriak harga mati adalah orang kafir, karena sudah tersurat dalam
kitab-kitab agama di bumi ini tidak ada kehidupan yang kekal, hanya di
dunia seberang terdapat di taman firdaus ada kehidupan abadi penuh
kelimpahan jasmaniah dan rochaniah. Yang berteriak harga mati itu  yang
dimaksudkan ialah rakyat mampus dan yang hidup kekal adalah kaum berkuasa
untuk mengisi pundi-pundi mereka dengan kekayaan rakyat, demikian
keterangan ahli nujum. hehehehehehehehehhehehehhe


https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190921190520-12-432603/politikus-pdip-soal-papua-saya-menolak-nkri-harga-mati


Politikus PDIP soal Papua: Saya Menolak NKRI Harga Mati

CNN Indonesia | Sabtu, 21/09/2019 19:27 WIB

Bagikan :

[image: Politikus PDIP soal Papua: Saya Menolak NKRI Harga Mati] Anggota
DPR RI Fraksi PDIP Budiman Sudjatmiko. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)


Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota DPR RI Fraksi *PDIP
<https://www.cnnindonesia.com/tag/pdip>* Budiman Sudjatmiko mengaku menolak
konsep *NKRI*  <https://www.cnnindonesia.com/tag/nkri>harga mati karena
menganggap hal itu tidak tepat untuk dijadikan dasar mempertahankan *Papua
<https://www.cnnindonesia.com/tag/papua>* menjadi bagian dari Indonesia.

Ia mengatakan tidak bisa membayangkan jika Papua harus berpisah dengan
Indonesia. Oleh karena itu, menurutnya, Indonesia harus menemukan akar
permasalahan yang menyebabkan ketegangan dengan Papua.

Menurut Budiman, NKRI semestinya dijadikan modal awal yang mutlak dalam
membentuk bangsa Indonesia, bukannya menjadi tujuan. "NKRI modal awal yang
mutlak perlu," kata Budiman dalam sebuah diskusi di kawasan Jakarta
Selatan, Sabtu (21/9).


"Itu posisi saya kenapa menolak, bahwa modal awal ini harus dirundingkan
lagi. Beda dengan NKRI harga mati seolah dianggap benda mati. Bagi saya
NKRI adalah awal yang perlu bukan tugas-tugas manusia lain. Saya menolak
NKRI harga mati," kata dia.

Kemudian ia menjelaskan bahwa dengan meletakkan konsep NKRI di awal dan
bukannya menjadi final, maka bangsa Indonesia bisa membenahi ke arah yang
lebih baik.

Hal ini katanya harus dipertimbangkan dengan melihat perkembangan pemikiran
yang ada di zaman sekarang. Menurut dia, pemikiran akan terus berkembang
terutama dengan semakin majunya teknologi.

Oleh karena itu, yang mesti dilakukan bukannya memaksakan pemikiran
melainkan terus berkembang. "Gagasan dipaksakan yang terjadi adalah
perkelahian," ujarnya.

Selain itu, dengan menjadikan NKRI harga mutlak diawal, lanjut Budiman,
maka tidak akan ada yang bisa memecah belah NKRI.
Lihat juga:

Polisi soal Surya Anta: Mau Jadi Presiden Papua Katanya
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190920203049-12-432451/polisi-soal-surya-anta-mau-jadi-presiden-papua-katanya/>


"Ke dalam kita benahi mau kita apakan modal awalnya. Kalau dipecah, dia
menghujam balik kita back fire," kata dia.

Sebelumnya Indonesia telah kembali menegaskan bahwa pemerintah tak mungkin
mengulang referendum Papua. Duta Besar Indonesia untuk Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB), Hasan Kleib, menyampaikan langsung penegasan tersebut
dalam debat publik di Jenewa, Swiss.
Lihat juga:

Polisi Klaim Veronica Koman Komunikasi dengan KBRI Australia
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190920133723-12-432247/polisi-klaim-veronica-koman-komunikasi-dengan-kbri-australia/>


Hasan melontarkan pernyataan ini untuk menjawab pertanyaan yang dilemparkan
melalui Twitter dalam acara debat publik untuk negara calon anggota Dewan
Hak Asasi Manusia PBB.

Pertanyaan di jejaring sosial itu juga mencakup mengenai jaminan kebebasan
berpendapat dan berkumpul di Papua, terutama selepas insiden ucapan rasisme
yang memicu demonstrasi besar-besaran di pulau paling timur Indonesia
tersebut. *(ani/dea)*

Kirim email ke