J*epang adalah negeri kafir, jadi tentunya berbeda dengan negeri
berpancasilat seperti NKRI. Kalau petinngi Jepang atau orang biasa berbuat
kesalahan fatal atau kecil ada itu persaan bertanggung jawab dan karena
malu, ada kalanya dilakukan sepupu (bunuh diri), tetapi di NKRI kalau suap
menyuap, korupsi itu biasa, lihat menteri agama Agama sejak pemerintahan
Megawati, SBY dan Jokowi. Semua menteri agama mereka adalah korutor.*

https://www.beritasatu.com/dunia/582221/garagara-melon-dan-kepiting-mendag-jepang-mengundurkan-diri
*Gara-gara Melon dan Kepiting, Mendag Jepang Mengundurkan Diri*

[image: Gara-gara Melon dan Kepiting, Mendag Jepang Mengundurkan Diri]Menteri
Perdagangan Jepang, Isshu Sugawara. ( Foto: AFP / Dokumentasi )

 / WIR Senin, 28 Oktober 2019 | 09:23 WIB

*Tokyo, Beritasatu.com-* Menteri perdagangan baru Jepang Isshu Sugawara
telah mengundurkan diri dari jabatannya, setelah dituduh melanggar
undang-undang pemilu. Menteri terpaksa berhenti dari kabinet setelah
memberikan melon dan kepiting kepada konstituennya.

“Saya tidak ingin masalah saya memperlambat pertimbangan parlemen,” kata
Sugawara.

Laporan-laporan media menyatakan, Isshu Sugawara memberi konstituen
Tokyonya melon, jeruk, roe dan royal jelly yang mahal. Dia juga dikatakan
telah menawarkan "uang belasungkawa" sebesar 20.000 yen Jepang (US$ 185
atau Rp2,95 juta ) kepada keluarga seorang pendukung.

Hingga kini, Undang-undang pemilihan umum Jepang memang melarang politisi
mengirim sumbangan kepada pemilih di daerah pemilihan mereka.

“Saya memikul tanggung jawab karena telah menunjuknya. Saya sangat meminta
maaf kepada orang-orang Jepang,” kata Perdana Menteri Shinzo Abe.

Meskipun kecil jumlahnya, pemberian merupakan pelanggaran terhadap
undang-undang pemilihan kantor publik Jepang.

Abe mengatakan Sugawara mengajukan pengunduran dirinya setelah rapat
kabinet dan dia telah menerimanya. Sugawara akan digantikan oleh Hiroshi
Kajimaya, mantan menteri yang bertugas merevitalisasi masyarakat di
pedesaan.

Sugawara ditunjuk dalam perombakan kabinet baru-baru ini tetapi dia tidak
mengambil alih portofolio kunci penanganan negosiasi perdagangan dengan
Amerika Serikat. Tugas negosiasi itu tetap diberikan pada mantan menteri
perdagangan Toshimitsu Motegi, yang sekarang menjabat sebagai menteri luar
negeri.

Kabinet Abe telah mempertahankan peringkat persetujuan publik sekitar 40-50
persen dalam beberapa tahun terakhir, meskipun didera beberapa skandal
politik. Para ahli menunjuk pada berlanjutnya kelemahan oposisi sebagai
faktor utama.

Tuduhan terhadap Sugawara pertama kali muncul di majalah mingguan Shukan
Bunshun, yang melaporkan bahwa Menteri Sugawara telah menawarkan sekitar
20.000 yen kepada keluarga konstituen yang telah meninggal dunia.

Merupakan kebiasaan di Jepang untuk memberikan uang sebagai belasungkawa
kepada keluarga yang berduka - apa yang dikenal sebagai "uang dupa".

Majalah itu juga mencetak daftar hadiah yang telah dikirim oleh kantor
Sugawara, termasuk cod roe dan jeruk, serta surat ucapan terima kasih yang
diduga ia terima dari penerima.

Sumber: Suara Pembaruan

Kirim email ke