https://tabaos.id/catatan-tanpa-judul-biarlah-ditentukan-oleh-rakyat-maluku/
Catatan Tanpa Judul, Biarlah Judul Ditentukan Oleh Rakyat Maluku

By

 *Redaksi* <https://tabaos.id/author/redaksi/>

18/02/2019

<https://i2.wp.com/tabaos.id/wp-content/uploads/penangkapan-aktivis-RMS-di-Hulaliu-5.jpg?fit=800%2C456&ssl=1>*Mari
bersama katong perjuangkan apa yang seharusnya menjadi hak. Hilangkan semua
perbedaan, berpikirlah dengan melihat kondisi kekinian Maluku yang selalu
“dirampok dengan cara cara yang legal”*

*Oleh : Fadhly Achmad Tuhulele, SE*

*TABAOS.ID <http://TABAOS.ID>*,- Generasi muda Maluku hari ini adalah
generasi generasi terbaik bangsa, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi
kita semua untuk mulai memperjuangkan hak kita, menunjukan jati diri kita
sebagai bangsa yang bermartabat dengan cara cara yang legal. Menyuarakan
apa yang selama ini kita pendam bersama.

Jika boleh berpendapat, ada beberapa hal yang membuat semuanya dipendam
rakyat Maluku. Adalah sebagai berikut :

*Rasa Takut*

Rasa takut ini ada merupakan akibat dari stigmatisasi “*Separatis*” yang
selalu di berikan pemerintah pusat terhadap kita rakyat Maluku,  sehingga
muncul phobia publik Maluku, sampai pada kaum muda yang semestinya tidak
phobia dengan skenario ini, sebab yang di anggap sebuah kebenaran layak dan
wajib untuk disuarakan.

Ini yang harus katong pahami bersama, bahwa katong didiamkan dengan cara
cara tipu muslihat. Menyuarakan kebenaran terlebih persoalan keadilan
adalah hak setiap warga negara yang merasa haknya tidak terpenuhi secara
baik setelah kewajibannya dijalankan dengan taat.

Maluku merupakan daerah yang terlalu patuh dalam menjalankan kewajiban
terhadap negara, sehingga kepatuhan itu menjadi sebuah kepatuhan yang
kebablasan.

Bisa kita lihat, dari sektor perikanan, Maluku menjadi 4 dari daerah
penyumbang pendapatan terbesar bagi negara, namun setelah menjalankan
kewajiban itu, hak Maluku sama sekali tidak diperhitungkan, bisa dilihat
saat indikator luas lautan tidak dipakai sebagai indikator dalam
perhitungan Pembagaian Dana Alokasi umum (DAU) dalam APBN.

Ini merupakan kedzhaliman dan perampasan negara secara nyata dan masif di
lakukan terhadapa Maluku. Apakah selamanya katong anak Maluku harus diam
sajakah? faktor berikut:

*Rasa Nyaman*

Faktor nyaman ini adalah hal yang tidak didasari kesadaran bahwa kenyamanan
yang dirasa merupakan kenyamanan semu (*camuflase*) yang diberikan pada
kita semua, sebab apa yang kita dapat tidak berbanding lurus dengan apa
yang dirampas dari kita untuk kemajuan, kenyamanan daerah lain, dan daerah
Maluku tercinta ini dibiarkan terpuruk, miskin dan terhina.

*Baca Juga*  *Benang Kusut Pembangunan Maluku*
<https://tabaos.id/benang-kusut-pembangunan-maluku/>

Ini merupakan system yang terstruktur dengan rapi untuk membuat Maluku
tetap terpuruk dan semakin terpuruk. Sehingga dengan kenyamanan semu
melalui program Maupun event Nasional / Internasional yang dihadirkan
membuat orang Maluku terlena sehingga sebagian besar dari kita tidak sadar
bahwa kita sedang dibodohi dengan sesuatu yang bersifat sementara, yang
mana semua itu merupakan politik permen karet pemerintah pusat terhadap
kita orang maluku, kenapa?

Sebab semuanya tidak memiliki dampak positif bagi Maluku terutama persoalan
peningkatan taraf hidup masyrakat, yang mana tidak mampu mensejahterakan
rakyat Maluku.

Bagaimana bisa dibilang itu adalah bentuk perhatian negara terhadap Maluku,
sedangkan ada terjadi bencana bencana kelaparan di beberapa kabupaten di
Maluku sampai menelan korban jiwa. Rasanya sudah saatnya kita pertanyakan
dimana negara saat semua itu terjadi?

Dengan sekian problem yang ada di Maluku, bisa disimpulkan bahwa “*Negara
Telah Gagal Dalam Mensejahterakan Masyrakat Maluku*“

Untuk itu telah lama beta berkomitmen, dari awal hingga hari ini dan akan
terus berkomitmen hingga akhir perjuangan ini untuk tetap berada di garis
paling depan dalam menyuarakan apa yang seharusnya menjadi hak Bangsa
Maluku.

Fase keemasan hari ini membuat beta sangat yakin bahwa beta tidak akan
sendiri, beta akan ditemani basudara samua, rakyat Maluku yang anti akan
sebuah penindasan, diskriminatif dan ketidakadilan. Kami akan bersama
suarakan apa yang dialami rakyat di tanah Maluku selama ini.

Apa artinya kita berada dalam negara kesatuan republik indonesia jika kita
selalu diperlakukan secara diskriminatif, diperlakukan secara tidak adil,
kekayaan kita dirampas tanpa mengedepankan unsur keadilan bagi kita. Ini
sama halnya; “*kita hidup tanpa negara*“

Komitmen ini sudah ada saat melihat begitu masifnya rakyat Maluku dijajah
melalui regulasi serta kebijakan kebijakan yang sama sekali tidak berpihak
pada rakyat Maluku.

Beta ingin sampaikan pada para generasi muda jangan pernah takut dalam
menyuarakan kebenaran, sebab disaat itu yang terjadi maka kita adalah “*Bangsa
Yang Rendah Dari Yang Terendah*“

*Baca Juga*  *Keresahan Anak Negeri, Mindset Bangsa Maluku Yang Besar Namun
Terjajah*
<https://tabaos.id/keresahan-anak-negeri-mindset-bangsa-maluku-yang-besar-namun-terjajah/>

Mari bersama katong perjuangkan apa yang seharusnya menjadi hak. Hilangkan
semua perbedaan, berpikirlah dengan melihat kondisi kekinian Maluku yang
selalu “Dirampok dengan cara cara yang legal”

Ini merupakan fase terbaik bagi kita semua untuk menunjukan jati diri,
martabat kita sebagai bangsa yang besar, kami bukan bangsa penjilat, kami
bukan perampok.!

Kodrat kita sebagai ciptaan Tuhan yang layak untuk menikmati apa yang Tuhan
titipkan buat kita ditanah kita sendiri.

Saudaraku…Sudah cukup kita berdiam selama ini, Ingat!!!!

“Kita tidak takut, kita tidak pasrah, kita semua mampu bersuara, kita semua
sanggup mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak kita. Sebab itulah ciri
khas kita anak Maluku.

*Lawamena Haulala*

Jika hari ini kita terus berdiam diri, maka tidak ada yang bisa menjamin
generasi kita 10-20 tahun kedepan akan seperti apa, bisa saja para generasi
kita menjadi gerbong bandar narkoba, dan bisa juga menjadi generasi penjual
diri yang diakibatkan oleh tuntutan kehidupan yang semakin sulit bagi
mereka saat masa itu tiba, yang kesemuanya merupakan dampak dari
ketidakadilan perlakuan negara terhadap orang Maluku, dan boleh dibilang
itu merupakan ketamakan negara dalam merampas milik kita untuk sejahterakan
daerah lain.

Bisa saja sangat lebih menyedihkan nasib mereka (para generasi Maluku 10-20
tahun kedepan) dari pada nasib kita hari ini.

Beta pribadi tidak ingin semua itu terjadi, maka mari katong sama sama
dalam perjuangan suci ini.

Kembalikan..! Maluku sejahtera, Maluku bermartabat, Serta Maluku berdaulat !

Beta Ingin sampaikan agar katong semua jangan sampai menjual diri, martabat
rakyat Maluku hanya untuk kepentingan sesaat, jangan mau jadi para pejuang
pragmatis, dengan menerima tawaran-tawaran yang semuanya itu merupakan
politik permen karet untuk membodohi kita terus menerus dari waktu ke waktu..

Saudaraku, katong harus bersama dalam perjuangan ini untuk rakyat Maluku
secara universal. Tetaplah konsisten dalam perjuangan, sebab Maluku layak
sejahtera dan itu berpulang pada rakyat Maluku sendiri.

*Baca Juga*  *Catatan Putra Timur, Isi Hati Maluku*
<https://tabaos.id/catatan-putra-timur-isi-hati-maluku/>

Mari bersama akhiri semua ketidakadilan dan segala bentuk kedzhaliman yang
selama ini Maluku dapatkan. Saudara -saudaraku sadar atau tidak selama ini
katong telah “Dirampok Dengan Cara Cara Yang Legal”, Sehingga kita terpuruk
dan semakin terpuruk*.*

*Katong* harus berani untuk melawan, selamatkan apa yang katong punya,
harkat kita, martabat kita, hak rakyat Maluku harus diselamatkan. “*Lawan*”
adalah satu satunya solusi yang tepat untuk mempertahankan identitas kita
sebagai sebuah bangsa yang bermartabat.

Katong rakyat Maluku salam-sarani jangan mudah terprovokasi dengan berbagai
propaganda yang sengaja di mainkan untuk melunturkan semangat persaudaraan
kita, menghancurkan peradaban yang telah ditaruh para leluhur, datuk-datuk
kita.

Semuanya itu hanya bertujuan untuk melemahkan sikap dan jiwa kabaresi kita.
Sadar atau tidak Maluku merupakan satu satunya kekuatan yang sangat
ditakuti oleh bangsa bangsa yang ada, sehingga selalu saja ada upaya upaya
untuk menghancurkan kita bangsa Maluku.

Beta sangat dan sangat yakin, siapapun dia apapun jabatannya saat ini, jika
darah yang mengalir dalam tubuhnya ada darah alifuru, maka dia deng beta
adalah kawan.* Maeee…* Katong samua berjuang dengan kesungguhan hati jangan
pernah setengah hati, apalagi memakai tipu muslihat. Mari kita berjuang
dengan dasar faktual, realitas kekinian, katong MALUKU bukan bangsa
Penipu!!!

*Upu Lanite Barakate*

Jika harus menjadi Tumbal bagi kesejahteraan, kedaulatan masyrakat Maluku,
terutama /para generasi generasi pilihan, maka BETA siap Menjadi
“TUMBAL”untuk semua itu. Basudara samua, sebelum beta akhiri tulisan tanpa
judul ini, ingin beta sampaikan;

“*Mati Dengan Kaki Tegak Lebih Mulia Daripada Hidup Dengan Lutut*“

Untuk itu bagi beta punya para senior, para orang tua yang saat ini punya
kemampuan, punya kekuatan di dalam negara ini, tanpa sedikitpun mengurangi
rasa hormat beta, janganlah pernah kita menghianati saudara saudara kita
sendiri, dengan memilih menjadi “*Safety player*“

Akhirnya ijinkan beta sampaikan sepenggal pesan dari orang tua beta, bahwa.
Untuk menyelesaikan segala kegaduhan, pintar-pintarlah menggali sejarah.
Analisis kritis beta hari ini, masih layakkah Maluku tetap berada dalam
Bingkai NKRI?

*Horomate…Mena Muria…Upu Lanite Barakate..*.

*Penulis adalah Koordinator, Paparisa Perjuangan Maluku (PPM_95)*

*Opini ini adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi
bagian tanggungjawab redaksi **tabaos.id <http://tabaos.id>*

Kirim email ke