Memangnya tidak ada radikalisme, atau radikalisme berkurang, atau justru bertambah ? lalu yang bikin macam2 bom itu siapa. yang main bakar2 itu siapa ? Goreng-goreng atau gerung-gerung ?
Pada tanggal Rab, 30 Okt 2019 pukul 05.04 Chalik Hamid [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > > > ----- Pesan yang Diteruskan ----- > *Dari:* 'Lusi D.' [email protected] [nasional-list] < > [email protected]> > *Kepada:* "[email protected]" <[email protected]>; > "[email protected]" <[email protected]> > *Terkirim:* Selasa, 29 Oktober 2019 04.42.36 GMT+1 > *Judul:* [nasional-list] Goreng-goreng isu radikalisme > > > > > Rizal Ramli Yakin Radikalisme Terus Digoreng Demi Tutupi Masalah Ekonomi > Senin, 28 Oktober 2019, 00:58 WIB > > Laporan: Widian Vebriyanto > > Isu radikalisme seperti menjadi konsen utama pemerintahan Joko > Widodo-Maruf Amin. Sejumlah menteri bahkan dengan tegas menyebut bakal > fokus bekerja untuk menangkal radikalisme. > > > Salah satunya Menteri Agama Fachrul Razi. Mantan wakil panglima TNI itu > dengan tegas mengakui diberi tugas Presiden Jokowi untuk mencari > terobosan dalam menangkal radikalisme. > > Bagi tokoh nasionalDR Rizal Ramli, isu radikalisme yang didengungkan > pemerintah bukan hal yang aneh. Menurutnya, isu ini akan terus > dimainkan dalam setahun pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin. > > “Setahun kedepan agaknya akan digoreng terus isu 3R (radikalisasi, > radikulisasi & radikolisasi),” sindirnya dalam akun Twitter pribadi > sesaat lalu, Minggu (27/10). > > Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu mengaku telah > mencium ada maksud lain dari pemerintah dengan terus mendengungkan isu > tersebut. > > Di antaranya, untuk menutupi peforma ekonomi yang kembali memburuk di > tahun ini. Dari beberapa tahun lalu, pria yang akrab disapa RR itu > sudah memprediksi bahwa ekonomi Indonesia bakal nyungsep tahun ini. > Pertumbuhan ekonomi diprediksi tidak sampai 5 persen. > > Mantan Menko Kemeritiman itu menilai jurus monoton yang ditunjukkan > Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak bakal ampuh mendongkrak ekonomi > Indonesia. Sebab menteri berpredikat terbaik dunia itu hanya > mengandalkan utang dan kebijakan austerity atau pengetatan anggaran > tanpa ada terobosan-terobosan. > > “Jadi supaya soal-soal ekonomi, kemiskinan soal-soal sosial lain > menjadi tidak penting. Radicalism: the beliefs or actions of people who > advocate thorough or complete political or social reform,” ujarnya. > > Prediksi RR terbukti bukan sembarangan. Pasalnya, baru empat hari > dilantik menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju, Sri Mulyani telah > mengumumkan rencana akan menerbitkan surat utang berdenominasi valuta > asing atau global bond. > > Langkah Sri Mulyani itu diambil karena Anggaran Pendapatan dan Belanja > Negara (APBN) 2019 mengalami defisit sementara kebutuhan negara > membengkak. > > Sri Mulyani menyatakan rencana penerbitan surat utang disebabkan oleh > defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar Rp > 199,1 triliun atau 1,24 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada > akhir Agustus 2019. > > Defisit tersebut berasal dari belanja negara sebesar Rp 2.461,1 > triliun, sementara pendapatan hanya sebesar Rp 1.189,3 triliun. > > >
