RE. Oligarki ekonomi yang lahir di era Orde Baru adalah merupakan phenomena social yang harus di lawan secara fundamental !!!
Mengapa oligarki ekonomi harus dilawan secara fundamental, karena pekerjaan melawan Oligarki ekonomi yang lahir di era orde baru adalah merupakan pekerjaan besar yang harus kita lakukan, sebagai suplement terhadap pekerjaan besar yang telah dilakukan oleh para pendahulu-pendahulu kita, dalam melakukan Revolusi Kemerdekaan Indonesia. Budaya politik dari pemerintah Indonesia maju seharusnya mampu melakukan pekerjaan besar tersebut, bukannya malah melarang dan membubarkan Mahasiswa yang mendiskusikan tentang bahayanya Oligarki ekonomi di NKRI. Tapi sayangnya, apa yang terjadi?; Yang terjadi adalah pembubaran diskusi Mahasiswa yang mendiskusikan tentang Oligarki yang muncul di permukaan di era rezim otoriterisme militer orde baru, maka mohon maaf jika dalam konteks ini Jorgan ``Indonesia maju`` saya letakkan diantara tanda kutip. Mengapa ? Karena jika memang pemerintah Jokowi babak kedua ini commited terhadap emansipasi sosial yang berperadaban Merdeka dalam arti yang sesungguhnya; Maka pemerintah Jokowi yang sekarang ini perlu memahami bahwa Oligarki ekonomi itu tidak cukup untuk dikoreksi dengan cara memberlakukan Undang-Undang pemerintah (PERPU) anti oligarki atau Undang-Undang anti monopoli dan oligopoli, dengan cara meliberalkan ketentuan-ketentuan perdagangan dan investasi, seperti yang dianjurkan oleh Bank Dunia, dan IMF . Kommitment untuk melawan oligarki ekonomi itu perlu dijudkan dalam political will, dan keberanian politik, yang teguh, agar supaya jargon ``Indonesia maju`` bisa terlaksama secara nyata. Roeslan. Von: [email protected] [mailto:[email protected]] Gesendet: Dienstag, 29. Oktober 2019 12:28 An: GELORA45 Betreff: [GELORA45] Diskusi Mahasiswa tentang Pemerintahan Jokowi Dibubarkan Diskusi Mahasiswa tentang Pemerintahan Jokowi di Kampus Universitas Udayana Dibubarkan Selasa, 29 Oktober 2019 | 12:10 WIB Penulis: Kontributor Bali, Imam Rosidin: Editor: Khairina DENPASAR, KOMPAS.com - Diskusi yang dilaksanakan sejumlah organisasi kemahasiswaan di Taman Internet, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Udayana (Unud) dibubarkan pihak kampus pada Senin (28/10/2019) malam Diskusi dengan tema “Apa yang tersisa pasca pelantikan Jokowi? Oligarki, Orde Baru 2.0" dimulai sekitar pukul 19.00 Wita. Di tengah-tengah acara, tiba-tiba datang satpam dan mengatakan pihak rektorat melarang diskusi yang berdampak pada provokasi aksi massa. "Kami membuka diskusi tentang dinamika pemerintahan Jokowi pasca-pelantikan.. Terkait oligarki pemerintahannya, dan pembantaian rakyat Papua yang ditutupi oleh pemerintah,” kata Penanggung Jawab Acara, Excel Bagaskara, Senin (28/10/2019) malam. Setelah ditanya oleh satpam tersebut, diskusi tetap dilanjutkan. Namun, 15 menit kemudian datang lagi dua satpam dan memanggil para penanggung jawab acara. Mereka dibawa ke pos satpam dan diingatkan bahwa sebaiknya diskusi dibubarkan. Meski demikian, diskusi tetap dilanjutkan karena peserta tak merasa ada yang salah. Tak berselang lama, satpam kembali datang dan meminta acara segera dibubarkan atas arahan rektor dengan alasan tak ada izin. Excel mengaku sebelumnya diskusi semacam ini bisa dilakukan hanya dengan pemberitahuan. Dengan adanya pembubaran tersebut, Excel mengaku kecewa.
