https://mediaindonesia.com/read/detail/268470-indonesia-ekspor-pesawat-terbang-ke-nepal
*Rabu 30 Oktober 2019, 14:45 WIB *//
//
//
/*Indonesia Ekspor Pesawat Terbang ke Nepal*/
*M Ilham Ramadhan Avisena | Internasional
<https://mediaindonesia.com/internasional>*
<https://www.facebook.com/share.php?u=https://mediaindonesia.com/read/detail/268470-indonesia-ekspor-pesawat-terbang-ke-nepal>
<https://twitter.com/intent/tweet?text=Indonesia Ekspor Pesawat
Terbang ke Nepal
https://mediaindonesia.com/read/detail/268470-indonesia-ekspor-pesawat-terbang-ke-nepal
via @mediaindonesia>
Indonesia Ekspor Pesawat Terbang ke Nepal
<https://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2019/10/c1314134603b8d23044255a6c0b44d0c.jpg>
/ANTARA/Umarul Faruq/
Pesawat udara CN 235-220
PESAWAT terbang CN235-220 buatan PT Dirgantara Indonesia (DI) (Persero)
diekspor ke Nepal sebagai realisasi kontrak bernomor MGO/Fixed
Wing/073/74/65 yang disepakati pada Juni 2017 antara PT DI dengan
Angkatan Darat Nepal.
Pembuatan pesawat yang diekspor itu dibiayai Lembaga Pembiayaan Ekspor
Indonesia (LPEI) menggunakan skema National Interest Account (NIA) atau
penugasan ekspor khusus (PEK).
Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly, dalam keterangan resmi yang
diterima Rabu (30/10), mengungkapkan pemberian fasilitas NIA kepada PT
DI merupakan realisasi atas Keputusan Menteri Keuangan (KMK) tentang
penugasan khusus kepada LPEI untuk menyediakan pembiayaan ekspor pesawat
udara.
Ia menuturkan kinerja ekspor industri nasional amat penting dalam
peningkatan nilai neraca perdagangan. Oleh karenanya, diperlukan upaya
peningkatan nilai ekspor baik dari volume dan pasar tujuan ekspor.
*Baca juga: *Prioritas 4+1 untuk Politik Luar Negeri RI
<https://mediaindonesia.com/read/detail/268317-prioritas-41-untuk-politik-luar-negeri-ri>
Hal itu, kata dia, dapat memberikan stimulus industri strategis
Indonesia melakukan ekspor ke negara non-traditional sebagai bentuk
peran pemerintah melalui LPEI.
"Keberhasilan PT DI dalam memenuhi pesanan Negara Nepal dapat
meningkatkan minat bagi negara lain terhadap produk pesawat terbang
buatan Indonesia. Ekspor pesawat udara ke Nepal memiliki nilai strategis
bagi PT DI karena kepuasan pelanggan luar negeri menjadi salah satu
syarat utama dalam evaluasi pada tender-tender internasional," ujar Shintya.
LPEI, lanjutnya, akan terus menjalankan mandat melakulan pembukaan pasar
potensial agar pelaku ekspor dalam negeri dapat berpenetrasi dan
meningkatkan kapabilitas eksportir untuk berkompetisi di pasar global.
Lebih jauh, Shintya mengungkapkan dukungan yang diberikan LPEI kepada PT
DI juga memiliki nilai sosial ekonomi. Pasalnya dari pengerjaan satu
unit pesawat terbang CN235-220 itu, lebih dqri 4.000 tenaga kerja mampu
terserap.
"Proyek ini juga melibatkan industri penunjang terutama Usaha Kecil
Menengah (UKM) di dalam negeri yang ikut memasok kebutuhan untuk
pembangunan pesawat terbang tersebut," jelasnya.
Selain itu, dukungan yang diberikan kepada PT DI dinilai juga dapat
mendongkrak nilai ekspor serta daya saing produk khususnya produk
pesawat udara di pasar internasional.
"Ke depannya diharapkan dapat menjadi salah satu flag carrier Indonesia
untuk penetrasi pasar ke kawasan Asia Selatan, serta meningkatkan nilai
perdagangan bilateral Indonesia," tutup Shintya. (OL-2)