https://regional.kontan.co.id/news/dua-pejabat-dki-jakarta-mundur-di-tengah-kisruh-anggaran-anies-terkejut?page=all
Dua pejabat DKI Jakarta mundur di
tengah kisruh anggaran, Anies terkejut
Jumat, 01 November 2019 / 23:24 WIB
*
<https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=http://regional.kontan.co.id/news/dua-pejabat-dki-jakarta-mundur-di-tengah-kisruh-anggaran-anies-terkejut>
* <https://twitter.com/home?status=
//regional.kontan.co.id/news/dua-pejabat-dki-jakarta-mundur-di-tengah-kisruh-anggaran-anies-terkejut
@KontanNews>
* <https://rss.kontan.co.id/news/regional>
*
INDEKS BERITA
<https://search.kontan.co.id/indeks/?kanal=regional>
Dua pejabat DKI Jakarta mundur di tengah kisruh anggaran, Anies terkejut
ILUSTRASI. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI
(1/11/2019).
*KONTAN.CO.ID - JAKARTA. *Dua pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi
DKI Jakarta mengundurkan diri di tengah pembahasan rancangan kebijakan
umum anggaran-prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) untuk APBD
2020 yang menuai berbagai kritik.
Kedua pejabat itu adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda)
Sri Mahendra Satria Wirawan dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Edy Junaedi. Bappeda punya peran cukup vital karena bertugas
mengoordinasikan seluruh dokumen rancangan anggaran.
"Ini adalah sikap yang perlu dihormati, perlu dihargai, ketika memilih
untuk memberikan kesempatan kepada yang lain ketika memikirkan
organisasi di atas kepentingan dirinya," ujar Anies di Balai Kota, Jumat
(1/11).
Anies berterima kasih kepada Mahendra karena telah bertugas sebagai
Kepala Bappeda selama 10 bulan sejak dilantik pada 9 Januari 2019.
Sementara soal Edy yang juga mengundurkan diri, Anies belum banyak
berkomentar.
Sebab, Anies belum bertemu langsung karena Edy sedang berada di luar
kota. "Beliau (Edy) hanya menyerahkan surat pengunduran diri, tapi belum
bertemu dan belum ada informasi lebih jauh," kata dia.
Anies belum menunjuk pelaksana tugas kepala Dinas Pariwisata yang akan
memimpin satuan tersebut untuk sementara waktu.
*Baca Juga: E-Budgeting DKI Jakarta akan diperbarui, publik bisa
komentari anggaran dalam sistem
<https://regional.kontan.co.id/news/e-budgeting-dki-jakarta-akan-diperbarui-publik-bisa-komentari-anggaran-dalam-sistem>*
Sementara pelaksana tugas Kepala Bappeda akan dijabat Deputi Gubernur
Bidang Pengendalian Penduduk dan Permukiman Sri Suharti. "Ibu Suharti
adalah seorang yang berpengalaman di bidang perencanaan," ucap Anies.
Edy Junaedi mengundurkan diri kemarin (31/10). Sedang Mahendra
mengundurkan diri hari ini. Sebelum mereka mengundurkan diri, rancangan
KUA-PPAS 2020 mendapat sorotan dan kritikan banyak pihak karena berbagai
anggaran yang janggal.
Di Dinas Pariwisata, anggaran yang jadi sorotan adalah bujat Rp 5 miliar
untuk lima /influencer/. Anggaran itu pada akhirnya dicoret. Ada juga
berbagai anggaran lainnya yang janggal.
*Baca Juga: Ini dia beda transparansi anggaran DKI Jakarta era Ahok dan
Anies
<https://regional.kontan.co.id/news/ini-dia-beda-transparansi-anggaran-dki-jakarta-era-ahok-dan-anies>*
Mahendra yang mengoordinasikan seluruh dokumen perencanaan anggaran
pernah menyampaikan, setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) memang
belum menyusun detail komponen anggaran. Dengan demikian, detail
komponen yang dimasukan ke dalam sistem e-budgeting bukan anggaran
sebenarnya.
*Penulis: Nursita Sari*