https://international.sindonews.com/read/1454917/40/mahathir-asean-harus-

bersatu-hadapi-perang-dagang-as-china-1572685730


 Mahathir: ASEAN Harus


 Bersatu Hadapi Perang


 Dagang AS-China

Syarifudin <https://index.sindonews.com/blog/2715/syarifudin>

Sabtu, 2 November 2019 - 16:08 WIB
views: 87.151
Mahathir: ASEAN Harus Bersatu Hadapi Perang Dagang AS-China Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha membuka pertemuan KTT Bisnis dan Investasi ASEAN 2019 di Bangkok, Thailand, 2 November. Foto/REUTERS

A+ A-
*BANGKOK* - Negara-negara Asia Tenggara harus bersatu dalam menghadapi perang dagang yang dimulai oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pernyataan itu diungkapkan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad di awal konferensi tingkat tinggi (KTT) Asosiasi Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di tengah bayangan konflik AS-China.

Meski demikian, saat para pemimpin 10 negara anggota ASEAN bertemu di Bangkok, belum ada tanda-tanda mereka telah menyelesaikan kesepakatan dagang yang didukung China yang dapat menciptakan wilayah perdagangan bebas terbesar di dunia.

"Kita tidak ingin masuk dalam perang dagang. Tapi kadang saat mereka tidak baik pada kita, kita harus tidak baik pada mereka," ungkap Mahathir, 94, saat pertemuan bisnis di sela rapat utama.

Baca Juga:

 * USAID Ungkap Kerja Sama dengan Indonesia soal Respons Tsunami
   
<https://international.sindonews.com/read/1428702/42/usaid-ungkap-kerja-sama-dengan-indonesia-soal-respons-tsunami-1565447558>
 * AS Siap Bantu Negara Asia Tenggara Pahami Kontrak Kerja dengan China
   
<https://international.sindonews.com/read/1428696/42/as-siap-bantu-negara-asia-tenggara-pahami-kontrak-kerja-dengan-china-1565446397>



Terkait Trump yang menaikkan tarif pada impor dari China untuk mengurangi defisit perdagangan AS, Mahathir menyatakan, "Jika orang itu tidak di sana, mungkin di sana akan berubah."

Draf pernyataan akhir untuk KTT ASEAN yang dilihat /Reuters/ menyatakan, "Para pemimpin ASEAN sangat khawatir dengan meningkatnya ketegangan dagang dan proteksionisme serta sentimen anti-globalisasi yang terus berlanjut."

Para diplomat menyatakan perdagangan menjadi topik utama KTT ASEAN dengan sedikit membahas isu lain seperti sengketa maritim dengan China di Laut China Selatan dan pengungsi Rohingya dari Myanmar.

"Kita ingin perdamaian ekonomi global," tutur Arin Jira, ketua Dewan Penasehat Bisnis ASEAN, lembaga yang dibentuk oleh ASEAN.
(sfn)






Kirim email ke