NasDem bantah reaktif tanggapi candaan Presiden
Sabtu, 9 November 2019 14:55 WIB
NasDem bantah reaktif tanggapi candaan Presiden
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di sela-sela acara Kongres dan HUT
Partai NasDem, di Jakarta, Sabtu (9/11). ANTARA FOTO/Imam B.
Tidak mungkin kami reaktif dengan pernyataan Jokowi. Kami menawarkan
alternatif pikiran-pikiran yang menjadi bahan referensi baru
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh membantah
dirinya reaktif menanggapi candaan Presiden Joko Widodo yang menyinggung
pertemuan Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman.
"Tidak mungkin kami reaktif dengan pernyataan Jokowi. Kami menawarkan
alternatif pikiran-pikiran yang menjadi bahan referensi baru," kata
Surya Paloh di sela-sela rangkaian Kongres Ke-8 Partai NasDem di JI
Expo, Jakarta, Sabtu.
Presiden Jokowi dalam acara HUT Partai Golkar pada Rabu (6/11), sempat
bercanda terkait suasana hati Surya Paloh yang gembira setelah bertemu
Presiden PKS beberapa waktu lalu.
*Baca juga:NasDem: komunikasi politik bersama oposisi jangan dicurigai
<https://www.antaranews.com/berita/1155348/nasdem-komunikasi-politik-bersama-oposisi-jangan-dicurigai>*
Dia menjelaskan, Indonesia terkenal budaya sopan santun dan ramah tamah
sehingga kalau direstorasi dan diperkuat, maka tidak ada salahnya.
Menurut Surya Paloh, mengingatkan terkait suatu hal, jauh lebih berarti
daripada terlalaikan sama sekali.
"Kalau Pancasila kita anggap emosional, siapa yang tidak marah bangsa
ini, Pancasila alat pemersatu dan ideologi kita," ujarnya.
Paloh juga menjelaskan terkait pernyataannya agar tiap parpol tidak
menaruh curiga atas langkah silaturahim yang dilakukannya, itu merupakan
niat yang baik.
*Baca juga:Surya Paloh sayangkan rangkulan dipenuhi dengan kecurigaan
<https://www.antaranews.com/berita/1154927/surya-paloh-sayangkan-rangkulan-dipenuhi-dengan-kecurigaan>*
Menurut dia, kalau semua hal itu dilakukan dengan niat baik dan
diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maka akan membawa manfaat bagi
bangsa Indonesia.
Dia mengatakan, pikiran-pikiran besar harus ditawarkan terus menerus,
bukan introvert, membawa masalah, sentimental, prasangka macam-macam.
Sebelumnya, Surya Paloh menyindir partai-partai yang memiliki sinisme
dan kecurigaan terhadap partainya karena bersafari ke partai di luar
koalisi seperti PKS.
Dia mengatakan, partai-partai yang sinis itu tidak berkarakter Pancasila
dan tidak pantas mengaku pancasilais dan nasionalis.
"Mengaku partai nasionalis, pancasilais. Buktikan saja, jangan ngaku
pancasilais kalau masih sinis, melakukan propaganda kosong, sudah pasti
bukan pancasilais itu," ujar Surya Paloh dalam pembukaan Kongres II
Partai NasDem di JIExpo, Jakarta, Jumat (8/11).
Menurut Surya Paloh, partai yang pancasilais adalah partai yang bisa
bersikap rendah hati dan merangkul teman.
*Baca juga:Saling sindir dan rangkul, putra Bung Tomo: Biasa dalam
politik
<https://www.antaranews.com/berita/1154911/saling-sindir-dan-rangkul-putra-bung-tomo-biasa-dalam-politik>
Baca juga:Surya Paloh tegaskan Partai NasDem tak hanya pentingkan partai
koalisi
<https://www.antaranews.com/berita/1154896/surya-paloh-tegaskan-partai-nasdem-tak-hanya-pentingkan-partai-koalisi>
Baca juga:Pengamat sarankan Surya Paloh perbaiki relasi koalisi dengan
Jokowi
<https://www.antaranews.com/berita/1152164/pengamat-sarankan-surya-paloh-perbaiki-relasi-koalisi-dengan-jokowi>*
Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Chandra Hamdani Noor