Bung Sunny, Klaten itu dulu daerah kiri. Banyak orang2 kayanya, justru pro PKI. Yang terkenal industrinya adalah Pedan dengan industru textiel. Juga industri pengecoran. Cylinder wals, yang dalamnya dialiiri stoom, sudah dibuat sendiri di sana, untuk menyetrika kain setelah dibleached (diputihkan dengan kaporit) dan ada yang hingga diputar bersama larutan zat warna di perusahaan pencelupan. Pacul pacul juga dibuat di Klaten, di bengkel2 kecil. Ayah teman saya membuatkan cylnder wals yang dalamnya dialiri stoom, untuk membuat karton murahan dari kertas koran bekas. Itu sebelum peristiwa 65, Sekarang tidak tahu sampai dimana kemajuannya. Orang tua dr. Tjiptaning itu kaya, punya pabrik paku di Solo. Kedua orang tuanya termasuk keluarga bangsawan, yang membela golongan proletar. Dari perusahaan pencelupan sederhana, kemudian di Solo berkembang jadi industri textiel Sritex (Pernah saya tulis. Tentang Sritex ada di Google). Sritex selain melayani kebutuhan textiel dalam negeri, juga export bahan2 textile perusahaan 2 luar negeri terkenal dan pakaian militer berbagai cuaca. NATO ambil pakaian militernya dari Sritex. Ya, pikir2 usaha swasta bisa begitu maju, sampai bisa pakai ahli2 textiel dari Korea Selatan. Sebelum peristiwa 65, saya pernah diundang ikut menghadiri pembukaan pengecoran oleh bagian Mesin Ureca Jakarta. Dekannya, lulusan Delft, menceritakan, mereka membuat pengecoran itu bersama dengan mahasiswanya tetapi tidak berhasil. Lalu minta tolong nasehat dari pabrik pengecoran milik orang Tionghoa di Jakarta. Berhasil. Di hari itu ditandatangani kerjasama sama antara Baperki dengan BTI, yang diwakili oleh Asmu. Waktu itu Ureca sangat terkenal. Mahasiswa2nya langsung terjun praktek beri bantuan kesehatan, bangun sendiri asramanya dipimpin dosennya. Banyak orang kaya dan pengusaha suka bantu, karena anaknya pasti dapat tempat untuk kuliah. Waktu itu ada idee dari Preof. Dr. Ir. O Hong Djie untuk buka universitas2 Ureca di daerah, tetapi harus punya Universitas yang jadi Centre of Exellence. Mahasiswa tingkat akhir daerah dikirim dulu ke Centre of Excellence untuk praktek di labotarotium dan bengkel paling canggih, supaya lulusannya memenuhi standar internasional. Sayang jadi hancur semua setelah 65. Waktu Tiongkok masih miskin, di tahun 86 istri saya dijemput seorang assistnt professor untuk kunjungi Universitas Beijing, bagian Earth Science. Istri saya terkejut, kok Tiongkok masih miskin punya lab. Yang jauh lebih canggih dari Univrsitas Utrecht tempat istri saya bekerja. Saya bilang, memang miskin, tetapi cerdik, pasti lab. itu jadi Centre of Excellence nya. Mahasiswa tahun terakhir dari univrsitas lain pasti dikirim ke sana, dan juga dijadikan pusat penyelidikan. Ada kemungkinan dipakai pagi, siang malam. Dengan begitu ongkos bisa ditekan. Cara Tiongkok ini sebenarnya gampang ditiru di Indonesia supaya niveaunya cepat naik. Salam, KH
Pada tanggal Sab, 9 Nov 2019 pukul 23.17 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > *Mungkin besi atau baja produksi Krakatau Steel kurang baik untuk dibuat > pacul dan juga dibutuhkan teknologi tinggi. tetapi tidak dimiliki, maka > oleh sebab itu pacul harus diimpor. Akibat lain ialah Krakatau menderita > asthma. hehehehehehe* > > > *http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/9797/impor_pacul_hingga_jiwasraya_warnai_isu_ekonomi_sepanjang_kemarin > <http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/9797/impor_pacul_hingga_jiwasraya_warnai_isu_ekonomi_sepanjang_kemarin> > * > > > *Impor Pacul Hingga Jiwasraya Warnai Isu Ekonomi Kemarin* > > Sabtu , 09 November 2019 | 09:36 > > > JAKARTA - Heboh impor pacul, kisruh Sriwijaya Air, penyederhanan eselon, > tetap perang terhadap illegal fishing, hingga jaminan Komisi XI DPR > selesaikan persoalan Jiwasraya, sederet berita ekonomi pada Jumat > (8/11/2019) yang tetap menarik untuk disimak sekaligus menjadi referensi > pembaca. > > Berikut berita-berita ekonomi yang dimaksud: > > *1. Menperin minta impor pacul dihentikan* > > Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta Menteri > Perdagangan Agus Suparmanto untuk menghentikan impor pacul karena industri > dalam negeri telah mampu memenuhi kebutuhan nasional. > > "Impor pacul harus ditutup karena industri dalam negeri sudah siap untuk > memenuhi kebutuhan. Saya yakin kebutuhan pacul nasional bisa terpenuhi," > kata Agus usai memimpin rapat Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produksi > Dalam Negeri (P3DN) di Jakarta, Jumat. > > *2. Indef: Penyederhanaan eselon bakal dongkrak daya saing Indonesia* > > Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai bahwa > penyederhanaan jabatan eselon menjadi dua level dapat mempercepat > pengambilan keputusan dan tindakan administrasi pemerintahan. > > "Gagasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memangkas eselon tentunya > akan positif bagi percepatan investasi di dalam negeri, administrasi yang > njelimet juga bisa menjadi lebih cepat," ujar Peneliti Indef Rusli Abdullah. > > *3. Kemenhub awasi operasional penerbangan Sriwijaya Air Group* > > Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara > terus mengawasi operasional penerbangan maskapai Sriwijaya Air dan Nam Air > demi terpenuhinya keselamatan penerbangan. > > Ditjen Perhubungan Udara memastikan terpenuhi keselamatan, keamanan dan > kenyamanan calon pengguna jasa Sriwijaya Air dan Nam Air. Dan kami akan > memastikan bahwa hak-hak calon penumpang yang batal terbang maka akan > dipenuhi oleh pihak Sriwijaya Group sesuai aturan yang berlaku. > > *4. Menteri Edhy: KKP tidak akan berhenti perangi illegal fishing* > > Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan, Kementerian > Kelautan dan Perikanan tidak akan pernah berhenti memerangi illegal fishing > atau penangkapan ikan secara ilegal. > > *5. Komisi XI DPR jamin pemerintah hadir selesaikan persoalan di Jiwasraya* > > Komisi XI DPR menjamin bahwa pemerintah akan hadir untuk menyelesaikan > persoalan yang tengah dihadapi oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dalam > menyelesaikan kewajibannya kepada nasabah. > > “Pemerintah akan membantu supaya kasus ini bisa diselesaikan. Komisi XI > DPR akan memantau dan mengikuti terus proses ini sehingga tidak ada > pihak-pihak yang dirugikan,” kata Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto > dihubungi di Jakarta, Jumat (8/11/2019).(*E-2/ant*) > > > > > >
