https://www.jawapos.com/nasional/politik/10/11/2019/mantan-ketum-nasdem-
restorasi-sudah-berubah-jadi-restoran-politik/
Mantan Ketum Nasdem: Restorasi Sudah
Berubah Jadi Restoran Politik
politik <https://www.jawapos.com/nasional/politik/>
10 November 2019, 16:43:09 WIB
Mantan Ketum Nasdem: Restorasi Sudah Berubah Jadi Restoran Politik
Mantan Ketua Umum NasDem Patrice Rio Capella menganggap, ketidakhadiran
Presiden Jokowi pada pembukaan kongres ke-2 partai Nadem itu merupakan
hal janggal. (dok JawaPos.com)
*JawaPos.com* – Kongres ke-2 Partai Nasdem yang dibuka oleh Gubernur DKI
Jakarta Anies Baswedan pada Jumat (8/11), mengundang sorotan dari
berbagai kalangan. Parpol yang diketuai oleh Surya Paloh itu tidak
mengundang Presiden Joko Widodo.
Mantan Ketua Umum NasDem Patrice Rio Capella yang menganggap
ketidakhadiran Presiden Jokowi pada pembukaan kongres ke-2 partai Nadem
itu merupakan hal janggal. Karena partai ini masih bagian dari koalisi
pemerintah.
“Jadi janggal rasanya jika pembukaan Kongres Partai NasDem pada 8
November 2019 tidak hadiri Presiden Joko Widodo,” kata Patrice di
kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (10/11).
Patrice pun menganggap hal itu makin menguak kejanggalan pembukaan
Kongres Nasdem yang tak dihadiri Presiden Jokowi. Menurutnya, agenda
internal tidak bisa dijadikan alasan bagi NasDem untuk tidak mengundang
Presiden Jokowi membuka kongres.
“Jika alasannya karena agenda internal, kenapa Anies Baswedan diundang
dan diberi porsi bicara? Ingat, Anies hanya terlibat dalam pendirian
Ormas Nasdem, bukan Partai Nasdem,” tutur Patrice.
Mantan sekretaris jenderal Parrtai Nasdem itu juga menyoroti pidato
Surya Paloh saat membuka kongres. Patrice mengaku kaget dengan
pernyataan Surya Paloh tentang adanya partai Nasionalis sok Pancasilais
yang sinis.
Dalam pidato untuk membuka Kongres II Nasdem itu Surya menyebut
kedekatannya dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) justru
direspons secara sinis oleh parpol lain.
“Sangat mengejutkan saat mendengar Ketua Umum Partai Nasdem Paloh
mengatakan ada pihak yang tidak Pancasilais,” ujar Patrice.
Bahkan, Rio Capella merasa resah karena Nasdem sudah melenceng dari
semangat pembentukan awal yakni restorasi Indonesia. Ia pun menyindir
Nasdem sebagai restoran politik.
“Kita tahu, Nasdem yang awalnya mengusung salam perubahan restorasi
Indonesia, saat ini sudah benar-benar berubah menjadi restoran politik,”
kata Rio ditemui di sebuah restoran kawasan Cikini, Menteng, Jakarta
Pusat, Minggu (10/11).
Menurut Rio, Nasdem kini menjadi tempat masak-memasak dan menggoreng
kepentingan politik. Hal itulah yang mendasari Rio menyebut Nasdem
sebagai restoran politik.
Rio lantas menyinggung manuver pengurus Nasdem dengan menemui pimpinan
partai oposisi bagi pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi. Menurut dia,
tindakan tersebut melanggar etika berpolitik.
“Manuver itu sangat memalukan karena Partai NasDem seolah seperti
perusahaan milik pribadi yang mengasong kepentingan politik,” lanjut dia.
Rio menekankan, manuver Nasdem yang menemui partai oposisi tidak bisa
diterima dengan alasan apa pun. Terlebih lagi dengan memakai alasan
kecewa terhadap pembentukan kabinet Jokowi-Ma’ruf.
“Makin tidak bisa dipahami jika manuver itu adalah bentuk kemarahan
pimpinan Partai Nasdem karena kehilangan kursi Jaksa Agung dalam Kabinet
Indonesia Maju. Ketum harusnya harusnya sadar, pembentukan kabinet
adalah hak prerogatif Presiden dan tidak bisa diatur siapa pun,” timpal dia.
Editor : Dimas Ryandi