-------- Forwarded Message --------
*Arus kebangkitan Tiongkok Tak bisa dibendung *
Oleh: *Durmin*
Didalam sejarah perkembangan ekonomi diabad y.l. untuk mempertahankan
dominasinya diseluruh dunia AS sangat tidak menghendaki adanya satu
negara yg duduk berdampingan disampingnya berkembang menjadi no.2. AS
akan selalu berdaya upaya dg segala cara dan intrik untuk memusnahakan
si no.2 ini. Begitulah yg terjadi dgn berakhirnya kebangkitan ekonomi
Jpng di th 80 an diabad y.l. dalam satu persetujuan "Plaza Accord" yg
dihadiri oleh 5 negara industri.
Sekarang tiba gilirannya si no.2 baru - Tk, yg akan jadi sasarannya.
Perang dagang AS terhadap Tk juga tidak lain bertujuan utk menghalani
dan menghentikan kebangkitan ekonomiTk agar AS tetap bs mendominasi
dunia tanpa ada yg menyainginya.
Untuk mencapai tujuannya AS terutama dan tentu mengharapkan bantuan dari
negri2 sekutunya.
Untuk melihat masalahnya, mari kita ambil contoh sikap dari 2 negara
dibawah ini:
Vietnam: Dalam berbagai kesempatan, Vietnam selalu memanifestasikan
'concurentie drang'nya terhadap Tk : Berambisi utk mengambil/menduduki
wilayah Tk.dan menjadi "jagoan"nya di Asia.
Walaupun pengalaman pahit dgn kekalahan yg mereka alami pd.perang
perbatasan Vietnam x Tk. diawal th.79 dan perang laut th.1988 ketika
mereka menduduki sementara pulau Nan Sha milik Tk. dilaut
Tk.selatan..Vietnam sekali-kali tidak pernah mengurungkan nafsu
ambisinya ini. Dgn "menarik pelajaran" dari kekalahannya dimasa lalu,
nampaknya kini strategi mereka adalah: "Perlu merangkul satu negara
supra - AS", ber-sama2 menghadapi Tk.
Oleh sebab itu, walaupun Vietnam dilihat dari pola dan kebijaksanaan2
pembangunan ekonomi negrinya mereka banyak meniru berbagai kebijaksanaan
yg dilakukan Tk., tapi utk merealisasi ambisinya, politik mereka adalah
semaximal mungkin merangkul, bahkan tidak menyinggung AS, dan secara
politik selalu menarik jarak dgn Tk. Diluar negri2 sekutu AS,
Vietnamlah yg paling berusaha menyesuaikan dgn selera AS untuk mencapai
tujuannya.
Lihat saja dlm masalah pembangunan jaringan jln k.a cepat, mereka lbh
memilih perusahaan dari Jpn daripada perusahaan dari Tk yg lebih murah
harganya, lebih tinggi mutu tehniknya dan lbh cepat. Notabene tawar
menawar harganya sj dgn perusahaan Jpn tsb. masih belum juga ada
kesepakatan hingga sekarang karena mereka sendiri merasakan harganya yg
terlalu mahal, sehingga proyek pembangunan jaringan k.a cepat itupun
masih blm dimulai sampai sekarang.
Begitu juga dgn sikapnya terhadap G-5 HW: Ketika negara2 tetangganya di
Asia Tenggara berturut-turut memasukan G-5 HW kenegerinya masing2,
Vietnam dgn rasa GR nya (gede rumangsa) mengumumkan kpd negara2 lain:
"Kami, Vietnam akan menggunakan G-5 produkt bikinan kami sendiri"...Eeeh
tanpa pemberitahuan berhasil tidaknya G-5 "made in Vietnam" yg mereka
katakan sebelumnya itu, langsung saja mengumumkan bhw Vietnam hanya akan
memasukan kenegrinya G-5 Nokia dan Ericsson dan bukan dari HW. Sekarang
Vietnam perlu menelan pil pahit akibat tahan gengsinya sendiri: Pertama,
G-5 dari Ericson dan Nokia,harganya lbh mahal. Kedua, mutu tehniknya lbh
rendah, dan Ketiga, pelaksanaannya akan lebih lambat beberapa tahun
dibanding dgn negara2 tetangganya yg menggunakan G-5 HW..Akibat
kelambatan ini bnyk perusahaan2 asing yg berinvestasi dinegrinya ngiprit
keluar dari Vietnam dan memindahkan perusahaan2 mereka ke negri2
tetangganya.
Vietnam lebih engga senang lagi terhadap Tk dgn hal2 yg terjadi akhir2
ini dlm perdagangan mereka: Barang export hasil laut mereka (seperti
ikan,udang,kepiting..dsb) serta produkt pertanian mereka (seperti
beras, buah2an..dsb) telah ber-kali2 dikembalikan lagi oleh Tk karena
tdk memenuhi syarat kwalitas dan hygienisnya.
Akhir2 ini pemerintah Vietnam merencanakan akan menolak dan
mengembalikan smatphone2 HW yg diimport dari Tk jika didalamnya
berisikan peta wilayah pulau2 dilaut Tk.selatan yg tidak sesuai dgn
keinginan Vietnam sendiri.
Sekarang mari kita lihat yg terjadi di Jerman akhir2 ini: Beberapa bulan
berselang Jerman mau memasukan G-5 HW kenegrinya, bahkan dgn melalui
testnya yg mereka lakukan sendiri, dgn tegas mengatakan "HW..tidak ada
masalah yg bs. membahayakan keamanan negara" seperti yg diisukan AS.
Tapi akhir2 ini yg keluar dr kata2 menlunya Heiko Maas dgn. menggunakan
rekaan dalihnya yg baru telah menolak masuknya G-5 HW kenegrinya dgn apa
yg dikatakannya "HW walaupun bukan perusahaan negara, tapi perusahaan
itu mempunyai kewajiban hukum kpd pemerintah Tk utk memberi laporan
data2 yg diminta oleh pemerintah". Terhadap pernyataan absurd menlu
Jerman ini, duta besar Tk untuk Jerman - Wu Ken - telah memberikan
bantahannya bhw, kata2 Menlu itu adalah "salah sama sekali", hanya
fitnah belaka. Pemerintah Tk. tidak pernah membebankan "kewajiban hukum"
kpd. perusahaan2 warganya dinegara lain seperti yg beliau katakan. Yang
ada dan yg telah ber-kali2 ditekankan oleh PM Li Ke Jiang justru
tuntutan bagi setiap perusahaan Tk yg berinvestasi di luar negri untuk
senantiasa "mentaati dan tunduk pada undang2/hukum" negara setempat yg
bersangkutan. Adanya tuntutan pemerintah Tk terhadap perusahaan2
warganya diluar negeri seperti itu, sudah sejak lama pemerintah Jerman
mengetahuinya dgn jelas.
Berbaliknya sikap Jerman ini tentu bukan tidak ada sebabnya yakni,
karena ancaman yg keras dan ber-tubi2 yg. dinyatakan oleh AS terhadap
Jerman dan negara2 sekutunya yg lain, bhw "pertukaran informasi yg
bersangkutan dgn masalah keamanan dan masalah keamanan bersama seperti
yg berlangsung selama ini tidak akan bs dilanjutkan lagi" jika Jerman
atau negri2 sekutu AS yg lain memasukan G-5 kenegrinya...dari sini bs
kita lihat bhw, Jerman sbg satu negara yg sdh bgt. berkembang dan kuat..
toh blm bs juga melepaskan ketergantungannya terhdp AS. Sikap ini tentu
sangat berbeda dg sikap negri2 Ertim seperti Hongaria yang berani "tidak
menggubris" ancaman2 yang sama dr AS.
Walaupun AS dgn berbagai cara dan bahkan dgn santage berusaha menjegal
masuknya HW didunia...tapi usaha buruk ini berakhir dg sia2 belaka, HW
tetap tumbuh dan berkembang bahkan hingga saat ini secara internasional
telah mencapai jumlah 65 perjanjian kerjasama dg G-5 HW..jauh didepan
Ericson dan Nokia.
Demikian pula dlm perdagangan industri jaringan k.a. cepat seperti yg
akan dibangun di Thailand, Malaysia, London-Birmingham, di negara2
Afrika dan yg terakhir Beograd-Budapest.
Secara global sumbangan ekonomi Tk terhadap pertumbuhan ekonomi dunia
telah meningkat dari tahun ketahun dan kini telah mencapai 30%,
menduduki posisi no 1 melampaui AS.
[GELORA45] Fwd: Durmin : Arus kebangkitan Tiongkok Tak bisa dibendung
ChanCT [email protected] [GELORA45] Mon, 11 Nov 2019 06:57:19 -0800
