*Bisa saja orang takut kepada bayangannya yang dianggap hantu dan akibatnya
bagaikan dikatakan pepatah > takut akan hantu terpeluk mayat. hehehehehehe*


http://sbsinews.com/fahri-hamzah-pada-mahfud-md-kok-bisa-bangsa-mayoritas-islam-ditakut-takuti-dengan-ajaran-islam/


*FAHRI HAMZAH PADA MAHFUD MD: KOK BISA BANGSA MAYORITAS ISLAM DITAKUT –
TAKUTI DENGAN AJARAN ISLAM*

08112019


*SBSINews* – Sejujurnya, saya agak optimis karena Menteri @Polhukam RI yang
sekarang prof @moh mahfud md adalah otak besar. Soal polhukam di negeri ini
tidak bisa diurai dengan otot atau otak kecil. Hanya otak besar yang bisa
mengurai. Pendekatan demokrasi itu rumit dan karena itu mahal.

Sebutkan isu #Radikalisme yang mencuat kembali… isu ini telah terjebak
menjadi industri. Cara pejabat menakut-nakuti bangsa ini dengan isu radikal
yang dituduhkan kepada kelompok Islam, ini sudah merusak banyak sekali
modal sosial kita. Tidak mudah dikembalikan.

Kok bisa, bangsa mayoritas Islam ditakut2i dengan ajaran Islam. Lalu kok
kita semua percaya bahwa radikalisme ada di mana2 dan mengancam negara
kesatuan, Ajaib. Contoh dari satu dua ceramah dari ribuan ceramah setiap
hari di seluruh Indonesia di copy dan dijadikan alat bukti.

Jadi tugas berat Prof Moh Mahfud md sebagai Menteri @PolhukamRI adalah
merevisi narasi #Radikalisme yang telah membuat orang2 moderat menjadi
radikal karena sebel dengan cara kerja aparat negara di bidang ini.
ALHAMDULILLAH kita juga punya Menteri Pertahanan yg paham soal ini.

Tolong tertibkan para pedagang isu #Radikalisme dari negara. Pensiunkan
mereka secepatnya. Ajak para tokoh agama bersatu, ajak ulama, pendeta,
pedanda, pastor dan bhiksu, dll mereka telah menjadi pahlawan kerukunan
sepanjang Republik ini ada. Mereka lebih tau apa yang terjadi.

Ekstremisme itu ada dalam semua agama dan aliran.. bahkan dalam ilmu juga
ada yang ekstrem… tapi urusan negara bukan yang itu.. karena publik punya
mekanisme untuk menertibkan dirinya.. ada yang namanya “wisdom” ada yang
namanya “common Good” itu hidup dan selalu ada.

Kalau ada pidana dari ekstremisme pasti itu individu sifatnya (karena hukum
itu memakai kata barangsiapa), tangkap saja dan adili karena itu akan
mengoreksi yang lain. Biarkan pengadilan bekerja dan biarkan mekanisme
hukum berlaku untuk kepentingan bersama. Itu caranya.

Tapi, kalau negara bikin kampanye, menuduh agama tertentu (terutama Islam
yg mayoritas) dan membuat pernyataan yang aneh bagi kebanyakan orang lalu
menyinggung agama, tempat ibadah, ritual, tradisi, sekolah, cara
berpakaian, penampilan, dll ini cari perkara. Ini merusak.

Mari kita mulai pakai pengetahuan dalam bekerja. Untuk itu saya berharap
kepada prof @Moh mahfud md sebagai Menteri @Polhukam RI yang baru. Saya
percaya akan ada kearifan untuk mencegah agar penghukuman dan kriminalisasi
kepada penjahat tidak bikin yang lain jadi kesel.
Kayak permainan kemarin, gara2 pak Din Syamsudin kritik pemerintah, lalu
dia dituduh membiaya teroris. Ini permainan orang sakit. Sebab kalau pak
Din sebagai tokoh perdamaian dunia yang dikenal dan mendapat penghargaan
dari banyak negara disebut teroris terus kita gimana?

Inilah tugas berat menteri kita yang baru. Mengakhiri bisnis orang2 yg
tidak menghendaki ada persaudaraan dan perdamaian sejati. Mereka bermain di
air keruh. Tokoh2 moderat akhirnya jadi ekstrem dan sulit ditarik kembali.
Padahal, negara memerlukan solidaritas yg luas dan kuat.

Selamat bekerja prof Moh Mahfud md semoga bisa menyatukan kembali bangsa
yang hampir pecah oleh sponsor saling tuduh… Semoga rekonsiliasi yang
dicanangkan oleh presiden @jokowi ada dan hadir dalam kenyataan. Hentikan
negara sebagai tukang adu domba. Ayo bangun persatuan!
(*Portal Islam/Jacob Ereste)*

Kirim email ke