*Silahkan baku.........., baku sikat!*
*https://rmco.id/baca-berita/parlemen/22184/mulai-berani-gigit-jokowi-ada-apa-dengan-puan <https://rmco.id/baca-berita/parlemen/22184/mulai-berani-gigit-jokowi-ada-apa-dengan-puan> * *Mulai Berani Gigit Jokowi* - *PARLEMEN* <https://rmco.id/kategori-berita/parlemen> - *Selasa, 12 Nopember 2019, 07:20 WIB* *RM**co.id <http://co.id>* Rakyat Merdeka - Ketua DPR Puan Maharani adalah “banteng”. Presiden Jokowi juga “banteng”. Lalu, kenapa Puan mulai berani ‘menggigit’ Jokowi? Gigitan Puan ke Jokowi itu terkait wacana penambahan 6 Wamen atau Wakil Menteri. Puan menilai, penambahan wamen itu tidak efisien. Pemborosan. Puan berharap, Presiden memikirkan kembali matang-matang. Kendati begitu, Puan menyerahkan sepenuhnya hal itu ke Jokowi. Jika Jokowi beranggapan dengan penambahan wamen itu kabinet bisa berjalan lancar dan efektif, ya silakan saja. Tapi, Putri Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri ini khawatir, penambahan wamen justru akan membuat kabinet tidak efisien. “Tentu saja penambahan wamen ini nggak efisien, makanya saya menyampaikannya efektif dan baik,” kata Puan di Gedung DPR, Jakarta, kemarin. Puan juga meminta semua pihak menunggu keterangan resmi dari Jokowi. Karena wacana 6 wamen ini belum resmi disampaikan Jokowi. *Berita Terkait : **Puji Airlangga, Jokowi Goda JK dan Paloh* <https://rmco.id/baca-berita/parpol/21874/puji-airlangga-jokowi-goda-jk-dan-paloh> Wacana penambahan 6 wamen itu memang bukan dari Jokowi. Pertama kali wacana ini diungkapkan Kepala Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko, akhir pekan kemarin. Kata dia, Jokowi ada rencana menambah 6 wamen. Tapi pos menteri mana yang akan ditambah, Moeldoko tidak merincinya. Yang pasti, lanjut dia, Jokowi masih mencari sosok yang tepat. Jokowi sebenarnya sempat dikonfirmasi soal wacana ini. namun Jokowi belum mau berbicara banyak. “Belum,” kata Jokowi, di TMP Kalibata, Jakarta, Minggu kemarin. Kabar dari Moeldoko ini menuai polemik. Ada yang setuju, ada yang menolak. Yang menolak, khawatir penambahan wamen akan membuat kabinet makin gemuk. Saat ini sudah ada 12 wamen. Kalau ditambah enam, total jumlah wamen ada 18. Banyak sekali. Tapi ada juga yang menyambut baik. Partai yang belum kebagian jatah seperti Hanura, PBB, dan PKPI berharap kader mereka bisa direkrut menjadi wamen.
