Ma'ruf Amin Ingin Pangsa Pasar Syariah RI Lampaui Malaysia
CNN Indonesia | Rabu, 13/11/2019 13:04 WIB
Bagikan :
Ma'ruf Amin Ingin Pangsa Pasar Syariah RI Lampaui MalaysiaIlustrasi.
(CNN Indonesia/ Priska Sari Pratiwi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden*Ma'ruf Amin
<https://www.cnnindonesia.com/tag/maruf-amin>* ingin Indonesia sebagai
negara muslim terbesar di dunia bisa memiliki pangsa pasar ekonomi dan
keuangan *syariah
<https://www.cnnindonesia.com/tag/ekonomi-syariah>*yang besar. Bahkan,
hingga melampaui beberapa negara muslim lainnya, seperti Mesir,
Pakistan, dan Malaysia.
"Kami ingin mengejar negara dengan mayoritas muslim lainnya," ucap
Ma'ruf di sela perhelatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019
di JCC, Jakarta, Rabu (12/11).
Berdasarkan catatannya, pangsa pasar ekonomi dan keuangan syariah
Indonesia baru mencapai 6,8 persen pada Januari 2019. Kontribusi pangsa
pasar terbesar disumbang oleh sektor perbankan syariah sekitar 5,6 persen.
Sisanya, berasal dari sektor keuangan non bank, seperti asuransi dan
pembiayaan syariah. Selain itu, juga disumbang oleh ekonomi riil,
seperti industri halal.
Lihat juga:
Bakal Urus BUMN, Luhut Sebut Ahok Berkinerja Bagus
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191113122403-92-447940/bakal-urus-bumn-luhut-sebut-ahok-berkinerja-bagus/>
Secara internasional, pasar keuangan syariah Indonesia berada di
peringkat 10 dari 131 negara di dunia. Khusus untuk perbankan syariah,
aset bank syariah Indonesia berada di peringkat ke-9 di dunia.
Sementara itu, negara-negara muslim lainnya memiliki pangsa pasar
ekonomi dan keuangan syariah yang lebih tinggi dari Indonesia. Tercatat
pangsa pasar syariah Mesir sekitar 9,5 persen, Pakistan 10,4 persen, dan
Malaysia 28,2 persen.
"Oleh karena itu, berbagai upaya perlu dilakukan dalam rangka
mengembangkan ekonomi syariah," katanya.
Ma'ruf mengungkapkan beberapa jurus telah disiapkan untuk mengembangkan
pasar ekonomi dan keuangan syariah Indonesia./Pertama/, membangun
industri produk halal.
Lihat juga:
Erick Thohir Ajak Ahok Urus BUMN
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191113113852-92-447912/erick-thohir-ajak-ahok-urus-bumn/>
"Jangan hanya kita jadi negara yang beri sertifikat halal dan menjadi
konsumen produk halal, tapi kita mau Indonesia jadi negara produsen
produk halal yang ekspor ke mana-mana," terangnya.
/Kedua/, memaksimalkan dana sosial seperti wakaf dan zakat sebagai
sumber pembiayaan baru. Misalnya, menjadikan tanah wakaf sebagai lokasi
pembangunan fasilitas untuk umat.
/Ketiga/, pengembangan dan perluasan kegiatan ekonomi syariah
berorientasi bisnis. Misalnya, di berbagai pondok pesantren dan
pengembangan bank wakaf mikro.
"Saya ingin ekonomi dan keuangan syariah bisa mendorong arus baru
ekonomi Indonesia," ungkapnya.
Lihat juga:
Percuma Bunga Turun Kalau KUR Sulit Ditembus Pelaku UMKM
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191113095915-78-447891/percuma-bunga-turun-kalau-kur-sulit-ditembus-pelaku-umkm/>
/Keempat/, melakukan pengembangan keuangan syariah secara bersama-sama
dengan keuangan konvensional. Menurutnya, pengembangan kedua sektor itu
seharusnya bersinergi, bukan saling terbentur.
Tak ketinggalan, untuk memberi dukungan bagi pengembangan ekonomi dan
keuangan syariah, pemerintah akan merevisi Peraturan Presiden (Perpres)
Nomor 91 Tahun 2016 tentang Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).
Revisi itu, sambungnya, menyangkut struktur kelembagaan yang menempatkan
presiden sebagai ketua umum dan wakil presiden sebagai ketua harian.
"Perubahan kelembagaan dan pengembangan ekonomi ini saya harap dapat
mempercepat dan memperluas ekonomi syariah dalam rangka memperkuat
ekonomi nasional," pungkasnya.
*(uli/sfr)*