https://www.suara.com/news/2019/11/15/143222/jawab-lulung-moeldoko-apanya-yang-mau-direkonsiliasikan-dengan-rizieq
Jawab Lulung, Moeldoko: Apanya yang Mau
Direkonsiliasikan dengan Rizieq?
Dwi Bowo Raharjo | Ummi Hadyah Saleh
Jum'at, 15 November 2019 | 14:32 WIB
Jawab Lulung, Moeldoko: Apanya yang Mau Direkonsiliasikan dengan Rizieq?
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Suara.com/Ummi Hadya Saleh)
Moeldoko menegaskan pemerintah Indonesia tidak pernah mencekal Habib
Rizieq.
*Suara.com - *Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko
<https://www.suara.com/tag/moeldoko> dengan tegas mengaku tidak setuju
dengan usulan Politisi PAN Abraham Lunggana alias Haji Lulung
<https://www.suara.com/tag/lulung> soal Rizieq Shihab
<https://www.suara.com/tag/rizieq-shihab>. Eks politikus PPP itu
sebelumnya meminta pemerintah melakukan rekonsiliasi nasional terkait
pencekalan terhadap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu.
Moeldoko pun mempertanyakan maksud adanya usulan dari rekonsiliasi
nasional. Menurut Moeldoko, pemerintah tidak pernah memiliki masalah
dengan Rizieq.
"Apanya yang direkonsiliasikan?, wong enggak ada apa-apa kok
direkonsiliasi. Enggak ada masalah," ujar Moeldoko di Kompleks Istana
Kepresidenan Jakarta, Jumat (15/11/2019).
Mantan Panglima TNI itu menuturkan, pemerintah Indonesia tidak pernah
mencekal Rizieq untuk kembali ke Indonesia.
Selain itu, ia menyebut Direktur Jenderal Imigrasi Ronny Sompie dan
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam)
Mahfud MD pun sudah menjelaskan bahwa pemerintah tidak pernah
mengeluarkan surat pencekalan terhadap Rizieq.
"Kan itu Dirjen sudah menjelaskan, Dirjen Imigrasi. Menko Polhukam juga
sudah jelasin. Apalagi?" tandasnya.
Abraham Lunggana (Lulung) bertemu Habib Rizieq Shihab [dok.
Lulung]Abraham Lunggana (Lulung) bertemu Habib Rizieq
<https://www.suara.com/tag/habib-rizieq> Shihab [dok. Lulung]
Sebelumnya, politikus PAN Abraham Lunggana atau Haji Lulung menganggap
upaya memulangkan Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke tanah air bukan
merupakan perkara yang berat bagi pemerintah.
Terkait dengan pengakuan Rizieq bahwa dirinya mengalami pencekalan,
Lulung menilai pemerintah harus menjadi bagian terdepan dalam upaya
rekonsiliasi nasional.
"Jadi dimulainya dari pemerintah rekonsiliasi nasional. Ya sudah, ajak
tokoh dan elite, juga tokoh yang di seberang sana dan sini, semua jadi
satu. Kan ini bukan masalah besar mengembalikan Habib Rizieq itu," kata
Lulung di Jalan Daksa, Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2019).
Lulung meminta pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak melontarkan
kalimat-kalimat yang mengimbau agar pentolan FPI itu pulang sendiri ke
Indonesia.
"Jangan ada lagi kata, ‘pulanglah, itu kata tokoh, emang ada urusan apa?
Dulu dia juga pergi sendiri’. Enggak usah ada kata seperti itu.
Pemerintah yang sekarang harus lebih dahulu melakukan rekonsiliasi
nasional," ujarnya.
Menurut anggota DPR Fraksi PAN itu, perbedaan yang sempat terjadi semasa
Pilpres lalu telah usai dan sekarang merupakan waktunya untuk
rekonsiliasi nasional yang inisiasinya harus diawali oleh pemerintah.
"Toh, saya secara pribadi barangkali, mengajak juga, ini kan putra
bangsa terbaik, Habib Rizieq. Kan, politik sudah jelas, kontroversi
jelas. Sekarang kan sudah selesai, sudah dong, apalagi. Nah, mengenai
misalnya pencekalan, pemerintah harus lebih dahulu. Pemerintah harus
lebih dulu membuat rekonsiliasi nasional," tandasnya.