*Jihad bersumber pada agama. Jadi untuk menghilangkan Jidah-jihad
sepatutnya sebagai langkah pertama kementrian agama dilenyapkan dari muka
bumi.*

On Fri, Nov 15, 2019 at 7:46 PM 'j.gedearka' [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:

>
>
>
>
> https://www.antaranews.com/berita/1165844/legislator-radikalisme-muncul-karena-kurang-mengkaji-soal-jihad
> Legislator: Radikalisme muncul
> karena kurang mengkaji soal jihad
>
> Sabtu, 16 November 2019 01:05 WIB
> Jakarta (ANTARA) - Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI
> Bukhori Yusuf menilai radikalisme muncul karena kurangnya kajian soal jihad
> yang sesuai dengan konstitusi.
>
> "Ada ruang-ruang jihad di dalam konstitusi yang tidak selalu dimaknai
> dengan mengangkat senjata. Dan itu ingin saya sampaikan," kata Bukhori
> dalam wawancara dengan Antara di Jakarta, Jumat (15/11).
>
> *Baca juga: PKS minta Resolusi Jihad masuk catatan sejarah Nasional
> <https://www.antaranews.com/berita/1126187/pks-minta-resolusi-jihad-masuk-catatan-sejarah-nasional>*
>
> Bukhori menjelaskan kalau jihad mengangkat senjata dan perang itu
> memerlukan persetujuan pemimpin, yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala
> Pemerintahan.
>
> Ia menilai tidak benar adanya masing-masing oknum masyarakat menafsirkan
> diri sebagai pemimpin, karena pemimpin yang diakui di Indonesia itu cuma
> satu, yaitu Presiden Republik Indonesia.
>
> *Baca juga: DPP IPI: Hari Santri lahir dari resolusi jihad
> <https://www.antaranews.com/berita/1125480/dpp-ipi-hari-santri-lahir-dari-resolusi-jihad>*
>
> Ia mengatakan, agama Islam mengatur jika kemudian tidak suka dengan orang
> yang ditunjuk menjadi pemimpin, maka diadakan musyawarah. Di dalam
> konstitusi yang berlaku di Indonesia pun demikian.
>
> "Oleh karena itu umat Islam harus paham. Jika kemudian tidak suka dengan
> Presiden, ya suatu saat pilihlah orang yang disukai," ujar Bukhori.
>
> *Baca juga: Jihad tak patut disanding dengan terorisme
> <https://www.antaranews.com/berita/781507/jihad-tak-patut-disanding-dengan-terorisme>*
>
> Kemudian jika ada kebijakan pemerintah yang dianggap bertentangan dengan
> konstitusi, Bukhori mengatakan umat tidak mesti langsung berjihad dengan
> mengangkat senjata.
>
> Mengutip dari pendapat ulama Mesir, Yusuf Al-Qaradhawi, Bukhori
> menjelaskan untuk hal ini jihad dibagi ke dalam empat tingkatan yaitu jihad
> dengan lisan, jihad dengan tulisan, jihad dengan perbuatan baik yang tidak
> merusak (amar ma'ruf nahi munkar), dan jihad terakhir dengan mengangkat
> senjata.
>
> *Baca juga: PBNU: jihad sejahterakan orang Islam dan non-Muslim
> <https://www.antaranews.com/berita/803012/pbnu-jihad-sejahterakan-orang-islam-dan-non-muslim>*
>
> Ia menjelaskan jihad yang pertama dilakukan dengan lisan atau dialog
> kepada perwakilan-perwakilan masyarakat agar menyampaikan
> keberatan-keberatan terhadap suatu kebijakan.
>
> "Jika anda melihat pemerintah melakukan suatu penyimpangan. Laporkan
> kepada pemerintah melalui DPR," kata Bukhori.
>
> *Baca juga: Mahyudin: Jihad sekarang adalah memberantas kemiskinan
> <https://www.antaranews.com/berita/711650/mahyudin-jihad-sekarang-adalah-memberantas-kemiskinan>*
>
> Jihad kedua melalui tulisan, yaitu dengan cara undangan para pemangku
> kebijakan agar bisa hadir berdiskusi membahas keberatan-keberatan yang
> dirasakan.
>
> "Undang pemangku kebijakan di dalam diskusi, supaya dibahas apa yang
> menjadi permasalahan," ujar dia.
>
> *Baca juga: Buku "jihad konstitusi" dibedah Universitas Muhammadiyah
> Sumatera Utara
> <https://www.antaranews.com/berita/790465/buku-jihad-konstitusi-dibedah-universitas-muhammadiyah-sumatera-utara>*
>
> Jika tidak bisa juga, lalu sampaikan dengan jihad ketiga, yaitu melalui
> penyampaian pendapat di muka umum (berdemonstrasi) dengan cara-cara baik
> sesuai dengan konstitusi dan peraturan yang berlaku.
>
> "Islam itu sangat damai, mengatur cara-cara tadi supaya orang tidak
> langsung saling membunuh," kata Bukhori.
>
> Bukhori menambahkan jika Islam sangat menghargai arti sebuah nyawa, Bahkan
> mengutip dari Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 32, orang yang membunuh satu
> jiwa yang tidak bersalah, sama dosanya dengan membunuh semua orang. "Itu
> saking mahalnya harga nyawa," kata dia.
>
> Pewarta: Abdu Faisal
> Editor: Bambang Sutopo Hadi
> COPYRIGHT © ANTARA 2019
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke