Komentator Harian Renmin Ribao:


 Siapapun Mutlak Tak Boleh Menantang Prinsip Satu Negara Dua Sistem

http://indonesian.cri.cn/20191118/8de0ead8-7f96-579a-eaac-40858fcb272a.html
2019-11-18 10:50:57

Harian Renmin Ribao hari ini (18/11) menurunkan artikel komentator yang berjudul “Siapapun Mutlak Tak Boleh Menantang Prinsip Satu Negara Dua Sistem.

 Terus memperkaya dan mengembangkan praktek Satu Negara Dua Sistem di Daerah Administrasi Khusus Hong Kong, dan memelihara kemakmuran dan kestabilan Hong Kong dalam jangka panjang merupakan bagian penting Impian Tiongkok, sementara juga tuntutan semestinya untuk menyempurnakan dan mengembangkan sistem sosialis yang berciri khas Tiongkok dan mendorong modernisasi sistem dan kemampuan pemerintahan negara.

  Ketika menghadiri Pertemuan ke-11 Pemimpin Negara-negara BRICS di Brasilia, Presiden Xi Jinping menyampaikan pembicaraan penting mengenai situasi Hong Kong dewasa ini, sementara menunjukkan bahwa kegiatan kekerasan radikal dan kejahatan dengan serius menantang prinsip Satu Negara Dua Sistem, segala perbuatan yang mencoba menantang prinsip Satu Negara Dua Sistem mutlak tak dapat ditoleransi dan kegiatan pelanggaran hukum dan kejahatan yang dengan terang-terangan menantang Prinsip Satu Negara Dua Sistem harus ditindak berdasarkan hukum dengan tegas.

  Selama 5 bulan ini, dengan penghasutan golongan oposisi dan campur tangan kekuatan asing, di Hong Kong terus muncul kegiatan kekerasan di jalan-jalan. Sejumlah orang bahkan mengkhotbahkan Hong Kong Merdeka, dengan sewenang-wenang menghina bendera nasional, lambang negara dan logo daerah khusus, bahkan mengepung dan menyerbu lembaga pemerintah Pusat di Hong Kong, Dewan Legislatif dan markas besar pemerintah dengan maksud mengacaukan Hong Kong dan melumpuhkan pemerintah daerah khusus, dan kemudian meraih hak kelola daerah khusus, dan menjadikan Hong Kong sebagai entitas politik yang merdeka atau semi-merdeka, dan akhirnya menyingkirkan Satu Negara Dua Sistem. Kini, di hadapan kita ialah pertarungan antara memelihara Satu Negara Dua Sistem dan merusak Satu Negara Dua Sistem. Pada masalah yang menyangkut kedaulatan negara dan serta masa depan dan nasib Hong Kong taka da zona tengah dan ruang kompromis.

 Satu Negara Dua Sistem merupakan sebuah usaha perintisan, tema penting pemerintah pusat dalam mengelola negara dan titik balik sejarah penting bagi Hong Kong dan saudara setanahair Hong Kong. Kenyataan menunjukan, Satu Negara Dua Sistem merupakan solusi terbaik dalam penyelesaian masalah peninggalan sejarah dan juga sistem terbaik untuk memeliara kemakmuran dan kestabilan Hong Kong dalam jangka panjang setelah kembali ke pangkuan tanahair, maka adalah layak dan mendapat dukungan rakyat. Sementara itu, Satu Negara Dua Sistem sebagai sebuah inovasi sistem seperti hal baru lainnya perlu mengalami ujian dalam praktek dan terus disempurnakan.

  Harus dicatat, SatuNegara Dua Sistem adalah konsep yang lengkap. Dalam melaksanakan pedoman Satu Negara Dua Sistem di Hong Kong ada tiga garis merah sama sekali tak boleh disentuh, antara lain: mutlak tak memperbolehkan kegiatan yang merugikan keamanan kedaulatan negara, mutlak tak memperbolehkan menantang otoritas kekuasaan pemerintah pusat dan Undang-Undang Pokok Daerah Administrasi Khusus Hong Kong, dan mutlak tak memperbolehkan mengadakan infiltrasi dan sabotase di pedalaman dengan memanfaatkan Hong Kong. Siapapun dan kekuatan asing manapun jangan meremehkan keketapan hati pemerintah pusat dan rakyat seluruh negeri untuk membela kedaulatan, keamanan dan kesatuan negara serta memelihara kemakmuran dan kestabilan Hong Kong. Segala percobaan yang ingin menantang 3 garis merah dan mengganggu Satu Negara Dua Sistem pasti percuma dan gagal.

  Dengan pemerintah pusat dan rakyat seluruh negeri sebanyak 1,4 miliar jiwa sebagai beking, dipercaya bahwa Hong Kong pasti dapat mengatasi segala tantangan. Hong Kong pasti akan maju dengan mantap di jalan pedoman Satu Negara Dua Sistem serta Undang-Undang Pokok Hong Kong, dan bersama dengan pedalaman merintis masa depan lebih indah Bangsa Tionghoa.


Kirim email ke