Gak usah dihembus2kan jual beli jabatan ini. Sudah dari dulu ada. Masuk polri saja sudah suap2an. Ente dimana?
Koq dihembus2kan malah ditertawakan? Kalau eling, sudah dari dulu harus dihembus2kan ndul!!! Nesare From: [email protected] <[email protected]> Sent: Monday, November 18, 2019 8:01 PM To: [email protected] Subject: Re: [GELORA45] jual-beli jabatan Polemik jual-beli jabatan yang mendadak lenyap menjelang pelantikan presiden (Oktober) kini mulai dihembuskan lagi. Seperti biasa, mungkin maksudnya untuk menutupi persoalan lain yang sedang hangat. Ya okelah. Rapopo. Omong-omong, permisi tanya, kalok mebel bos BUMN ada tarifnya jugakah? - Bicara Ongkos Pilkada, Tito: Modal Bupati Saja Rp30 Miliar "Bupati kalau gak punya 30 M, gak akan berani. Wali Kota dan Gubernur lebih tinggi lagi. Kalau dia bilang gak bayar, 0 persen, saya mau ketemu orangnya," ujar Tito sambil tertawa dalam rapat bersama Komite I DPD di Kompleks Parlemen, Senayan pada Senin, 18 November 2019. Belum lagi, ujar Tito, biaya yang dikeluarkan untuk kampanye dan urusan non-teknis. "Sementara dilihat dari pemasukan dan gaji yang didapat, setahun kurang lebih paling hanya Rp 12 M, sementara yang keluar Rp 30 M. <https://nasional.tempo.co/read/1273596/bicara-ongkos-pilkada-tito-modal-bupati-saja-rp30-miliar> https://nasional.tempo.co/read/1273596/bicara-ongkos-pilkada-tito-modal-bupati-saja-rp30-miliar On Saturday, September 28, 2019, 2:12 PM, ajeg wrote: Polemik soal jual-beli jabatan mendadak hilang di mana-mana, terutama di mulut elit-elit partai. Tidak satu pun elit yang mulutnya berani membahas jual-beli jabatan. Semua memendamnya dalam-dalam. Padahal, jual-beli jabatan marak sampai ke tingkat kementerian yang kebanyakan dipimpin orang partai. Padahal, menteri adalah pembantu presiden dalam kabinet. Dan, kabinet sekarang segera berakhir. Diganti kabinet baru dengan sederet kementerian yang konon 45%nya akan dipimpin orang partai. Dan, polemik jual-beli jabatan mendadak hilang. Lenyap seperti ditelan bumi.. 😬
