Jadinya Sri Muljani benar ?

Pada tanggal Rab, 20 Nov 2019 pukul 02.48 Sunny ambon [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
> *Mereka yang memegang jabatan kekuasaan rezim neo-Mojopahit adalah
> oknom-oknom beragama yang mungkin bukan hanya sekali telah melakukan ibadah
> ke tanah suci. Selain itu mereka juga setia pada falsafah negara Pancasila,
> tetapi aneh bin ajaib mereka tukang catut bin koruptor. Pertanyaannya
> apakah suara yang bergema keras dan nyaring melalui corong pengeras suara
> tiap hari dan teriakan Pancasila ada faedahnya bagi masyarakat? Ataukah itu
> semua obat ninabobo bagi rakyat? Kalau rakyat bobo, penjaahat berkeliaran
> merampok harta kekayaan rakyat. hehehehehhhehe*
>
>
> http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/10183/pemerintah_telusuri_dana_desa_rp_9_3_miliar_yang_mengalir_ke_desa_fiktif
>
>
> *Pemerintah Telusuri Dana Desa Rp 9,3 Miliar yang Mengalir ke Desa Fiktif*
>
> Rabu , 20 November 2019 | 08:00
>
>
> JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hampir menyelesaikan
> hasil investigasi terkait dugaan adanya desa fiktif di Kabupaten Konawe,
> Sulawesi Tenggara. Dari 56 yang diduga fiktif, Kemendagri berhasil
> memvalidasi 4 desa yang diduga cacat hukum dalam hal tata kelola
> pemerintahannya, termasuk pengelolaan dana desa.
>
> Direktur Fasilitas Keuangan dan Aset Pemerintahan Desa Benni Irwan
> menyampaikan, 4 desa itu telah mendapatkan aliran transfer dana desa dari
> pemerintah sebanyak Rp 9,3 miliar. Jumlah itu terdata sejak 2 tahun ke
> belakang.
>
> "Sejak 2017 ke empat desa itu sudah turun Rp 9,3 miliar, dari Rp 9,3
> miliar itu baru 47 persen ke empat desa," ungkapnya saat ditemui di kantor
> Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta
> Pusat, Selasa (19/11/2019).
>
> Saat ini, lanjut Benni, keempat desa itu dibekukan penyaluran dana desanya
> oleh pemerintah daerah Konawe, Sulawesi Tenggara. Sebab, jelasnya,
> desa-desa itu masih dilakukan pemeriksaan oleh aparat penegak hukum.
>
> Sehingga, pihaknya masih akan terus melakukan pendataan terhadap 297 desa
> yang berada di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. "Memang sekarang ada
> empat, tapi nanti bisa jadi berkurang atau nambah," ungkapnya.
>
> "Jadi pemerintah daerah tidak cukup berani untuk melanjutkan penyaluran.
> Ada yang ditahap dua dihentikan ada yang ditahap tiga dihentikan. Jadi
> hasil verifikasi sementara itu, ditemukan ada yang sejak tahap dua
> dihentikan dan tahap tiga dihentikan," pungkasnya.
>
> Adapun keempat desa bermasalah tersebut diantaranya adalah Desa Arombu
> Utama Kecamatan Latoma, Desa Lerehoma Kecamatan Anggaberi, Desa Wiau
> Kecamatan Routa dan Desa Napooha Kecamatan Latoma. *(Ryo)*
>
>
> 
>

Kirim email ke