https://international.sindonews.com/read/1460607/40/mahathir-perubahan-
kebijakan-as-soal-pemukiman-absurd-1574222828


 Mahathir: Perubahan


 Kebijakan AS Soal


 Pemukiman Absurd

Victor Maulana <https://index.sindonews.com/blog/2185/victor-maulana>

Rabu, 20 November 2019 - 11:07 WIB
loading...
Mahathir: Perubahan Kebijakan AS Soal Pemukiman Absurd Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengatakan, bahwa perubahan posisi AS atas permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki adalah absurd. Foto/Reuters

A+ A-
*KUALA LUMPUR* - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengatakan, bahwa perubahan posisi Amerika Serikat (AS) atas permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki adalah absurd. Dia mengatakan, ini sama saja dengan melegalkan perampasan tanah Palestina oleh Israel.

Mahathir mengatakan, perubahan kebijakan AS, yang disampaikan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo itu adalah pengabaian hukum internasional dan berbagai resolusi PBB.

“Kami tidak lagi aman. Jika suatu negara ingin memasuki negara kita dan membangun permukiman mereka, itu sah. Kami tidak bisa melakukan apa-apa," kata Mahathir dalam sebuah pernyataan, seprti dilansir Channel News Asia pada Rabu (20/11/2019).

Baca Juga:

 * Mahathir Kecam Sanksi AS Terhadap Iran
   
<https://international.sindonews.com/read/1455488/40/mahathir-kecam-sanksi-as-terhadap-iran-1572867548>
 * Hidayat Nur Wahid Prihatin WNI Meninggal Saat Urus Paspor di KBRI
   
<https://international.sindonews.com/read/1454951/40/hidayat-nur-wahid-prihatin-wni-meninggal-saat-urus-paspor-di-kbri-1572694366>



Dia juga menyatakan kekhawatiran bahwa waktu pengumuman administrasi Donald Trump akan semakin menguatkan pasukan Israel, yang sekarang sedang melakukan seragan besar-besaran di Gaza.

"Anda mengumumkan bahwa permukiman ilegal mereka tidak ilegal pada saat mereka melakukan serangan yang tidak adil terhadap Gaza. Bukankah itu mendorong mereka untuk terus membunuh anak-anak dan warga sipil, dan bahwa mereka tidak akan dihukum?" tanya Mahathir.

"Sebagai gantinya, mereka akan diberi imbalan dengan mendirikan permukiman di tanah orang-orang yang telah mereka bunuh dan bunuh," tukas pemimpin Malaysia tersebut.
(esn)

0
1
0
0
0

Kirim email ke