Cilaka!, semua tanaman yang memakai air bengawan Solo yang tercemar limbah
alkohol dan peternakan babi bisa dinyatakan haram untuk dikonsumsi. Untuk
lebih jelas silahkan berkonsultasi dengan MUI di tempat Anda.


https://www.jawapos.com/jpg-today/20/11/2019/bengawan-solo-tercemar-limbah-alkohol-sampai-peternakan-babi/


*Bengawan Solo Tercemar Limbah Alkohol sampai Peternakan Babi*

SOLO <https://www.jawapos.com/location/solo/>

BERITA DI SEKITAR ANDA <https://www.jawapos.com/jpg-today/>

20 November 2019, 23:15:06 WIB




*JawaPos.com* – Kasus tercemarnya Bengawan Solo menjadi perhatian serius
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pemprov Jateng bahkan sudah menunjuk tim
khusus untuk melakukan investigasi dan mencari akar permasalahan yang
terjadi.

Seperti diberitakan *Radar Solo (Jawa Pos Group)*, Plt Kepala Dinas
Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Ammy Rita mengatakan,
tim sudah bekerja dan terjun ke lapangan sejak adanya laporan masyarakat
tentang pencemaran Bengawan Solo. Dari hasil investigasi, Bengawan Solo
tercemar oleh limbah dari industri kecil alkohol, batik dan peternakan babi..

“Sejak ada aduan masyarakat mengenai pencemaran air Bengawan Solo, kami
langsung menerjunkan tim. Dari sampel air sungai yang diambil, memang
ditemukan pencemaran cukup signifikan,” kata Ammy, Rabu (20/11).

Ammy menerangkan, hasil temuan tim di lapangan bahwa pencemaran Bengawan
Solo disebabkan oleh limbah industri kecil. Diantaranya industri kecil
alkohol, industri kecil batik dan peternakan babi.

Selain itu, dari hasil investigasi juga ditemukan adanya dugaan industri
besar yang ikut mencemari aliran sungai Bengawan Solo. Terkait temuan
dugaan pencemaran oleh industri besar, pihaknya mengatakan sedang melakukan
klarifikasi lebih lanjut ke perusahaan-perusahaan yang bersangkutan atas
hasil temuan itu.

“Selain itu, berkurangnya debit air juga membuat pencemaran semakin
meningkat. Hal ini ke depan dapat diantisipasi dengan upaya perbaikan
daerah aliran sungai (DAS) di sekitar Bengawan Solo agar tidak terjadi
perbedaan debit yang sangat ekstrim saat musim penghujan,” terangnya.

Tim lanjut Ammy juga menginventarisir sejumlah industri yang ada di
sepanjang aliran Bengawan Solo. Setidaknya, terdapat 142 industri kecil
alkohol, 37 industri tahu, puluhan industri batik serta industri
peternakan. “Untuk sementara tim masih di lapangan guna pengumpulan data
lebih detil. Sampai hari ini tim masih bekerja,” tuturnya.

Terkait temuan-temuan itu, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi
penanganan pencemaran Bengawan Solo bersama Direktorat Pengendalian
Pencemaran Air, Kementerian LHK, DLH Jawa Timur serta Dinas Lingkungan
Hidup Kabupaten/Kota di sepanjang aliran sungai tersebut. Dari koordinasi,
disepakati akan dilakukan optimalisasi pengelolaan Instalasi Pengelolaan
Air Limbah (IPAL) di beberapa industri yang ada.

“Sebenarnya sudah ada IPAL komunal di beberapa titik, namun beberapa kurang
berfungsi optimal. Untuk mengatasi hal itu, akan dilakukan revitalisasi
IPAL komunal,” tegasnya.

Editor : Bintang Pradewo

   -

Kirim email ke