Laporan dari China
<https://www.antaranews.com/slug/laporan-dari-china>
Perusahaan pakaian China Youngor berminat buka pabrik di Indonesia
Kamis, 21 November 2019 07:13 WIB
Perusahaan pakaian China Youngor berminat buka pabrik di Indonesia
Seorang wanita sedang melihat koleksi terbaru pakaian musim dingin hasil
produksi perusahaan pakaian China Youngor di kota Ningbo, provinsi
Zhejiang, China pada Rabu malam (20/11/2019). (ANTARA/Yuni Arisandy)
Kami sedang membuat rencana masa depan untuk memasuki pasar di Asia
Tenggara. Kami sedang mempertimbangkan untuk membangun pabrik di
Indonesia, Malaysia, dan Thailand
Ningbo, Zhejiang (ANTARA) - Youngor Group, perusahaan produsen pakaian
asal China yang telah berdiri selama 40 tahun, berminat untuk memperluas
bisnisnya dengan membuka pabrik di Asia Tenggara, salah satunya di
Indonesia.
"Kami sedang membuat rencana masa depan untuk memasuki pasar di Asia
Tenggara. Kami sedang mempertimbangkan untuk membangun pabrik di
Indonesia, Malaysia, dan Thailand," kata Deputi Manajer Youngor Group,
Gaogang Hu, di kota Ningbo, provinsi Zhejiang, China pada Rabu malam.
Hu menyebutkan bahwa walau pun telah lama berdiri dan berbisnis, Youngor
saat ini tidak mempunyai cabang perusahaan maupun pabrik di luar negeri.
Sebelumnya, perusahaan tersebut pernah membuka pabrik di Filipina yang
kemudian ditutup karena beberapa alasan.
Namun, perusahaan garmen China itu terus bekerjasama dengan beberapa
mitra lokal di beberapa negara, seperti Srilanka dan Romania.
"Kami sejauh ini hanya bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan pakaian
lain di luar negeri. Saat ini produk kami lebih banyak dipasarkan secara
domestik (di China)," ujar dia.
Youngor sejauh ini banyak menjual produk pakaiannya di bawah merk lain,
seperti Hart Schaffner Marx -- suatu merk pakaian pria yang ternama di
Amerika, dan perusahaan itu mendapatkan hak untuk memproduksi pakaian
menggunakan merk tersebut untuk pasar China, Hong Kong, dan Makau.
Untuk itu, Youngor memiliki visi utama dan terus berupaya untuk
membangun merk ternama bagi produk-produk pakaiannya.
Perusahaan produsen pakaian tersebut juga telah membangun kemitraan
strategis dengan lima perusahaan penyedia bahan pakaian kelas
internasional, yakni Zegna, Loro Piana, Cerruti 1881, Alumno dan Albini.
Selain itu, Youngor mengajak kelima perusahaan tersebut bekerjasama
untuk membangun bisnis fesyen bersama dengan satu merk "Mayor".
Selanjutnya, Youngor juga berupaya untuk memperluas bisnisnya ke pasar
lain, terutama ke kawasan Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.
Menurut Hu, pasar Asia Tenggara akan menjadi suatu pasar baru bagi
perusahaan tersebut dan merupakan pasar yang sangat berbeda dengan pasar
China.
"Jika kami ingin membuka pasar di sana (Asia Tenggara), kami harus
menemukan mitra lokal yang sangat sesuai dengan bisnis kami," ucapnya.
Selain itu, lanjut dia, perusahaannya juga perlu mempelajari desain
pakaian yang cocok untuk konsumen di pasar Asia Tenggara.
"Jadi, kami bisa bekerjasama dengan mitra lokal untuk memasuki pasar
Asia Tenggara, tetapi kami juga harus bekerjasama dengan mitra kami di
sektor desain produk," kata Hu menjelaskan.
Youngor Group adalah perusahaan produsen pakaian asal China yang
didirikan pada 1979. Total aset Youngor hingga akhir tahun 2017 mencapai
83,1 miliar yuan (sekitar 11,85 miliar dolar AS) dan hasil penjualan
perusahaan itu mencapai 66,5 miliar yuan (sekitar 9,48 miliar dolar AS).
Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Azis Kurmala