Adalah pendapat yg sangat naif (naive) bhw di Amerika ada "True" democracy. Katanya ada freedom of speech tetapi kita semua diawasi oleh American agencies NSA, FBI, CIA, Facebook, Google, WhatsApp. Bukan saja kita yg di Amerika saja tetapi semua orang di dunia ini yg menggunakan Apps dari AS di awasi, dicuri data nya. Anggota2 Congress dan Senate di setir/dipengaruhi atau disuap alias di "lobby" (bahasa halusnya) oleh big bussiness. Misalnya: mengapa Amerika ketinggalan dalam bidang high speed/bullet train, ya, antara lain orang/pemimpin2 di pemerintahan disuap oleh Pabrik mobil Ford, GM, Chrysler, Boeing, maskapai2 penerbangan supaya bullet train susah dilaksanakan di AS karena akan merugikan perusahaan2 mereka.
Kutipan: Facebook and Google should be more responsible if America wants a real democracy. Companies that give so much priority to the bottom line are dangerous everywhere. Hans Otto Kroeger https://www.quora.com/profile/Hans-Otto-Kroeger Jun 13 https://www.quora.com/China-has-already-banned-Facebook-WhatsApp-Quora-etc-Then-why-are-the-people-only-talking-about-the-USA-banning-Huawei/answer/Roy-Tong-10/comment/98329137 · 20 upvotes https://www.quora.com/# Brazil and Germany didn’t have the same laws as China against spying. So, the CIA used the Internet to spy on Dilma Rousseff and Angela Merkel. Contoh lain: Saya tidak pernah mengijinkan data saya utk publik, namun, bisa keluar di Google dll yg bertentangan dgn prinsip demokrasi. Google juga di tindak hukum di Eropa krn melanggar privacy laws. Jadi di Amerika, cuma ada demokrasi semu saja. ---In [email protected], <marthajan04@...> wrote : Demokrasi di china? Wakakakak.... Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone -------- Original message -------- From: "ChanCT SADAR@... [GELORA45]" <[email protected]> Date: 11/20/19 10:49 PM (GMT-08:00) To: [email protected], marthajan04 <marthajan04@...> Subject: Re: [GELORA45] Hong Kong: Demonstran berusaha kabur melalui selokan bawah tanah, 'Gelap, banyak ular dan kecoak, bau sekali' ; Mengapa ratusan demonstran masih bertahan di kampus, walau ada ultimatum polisi? Bagaimana bisa ada haridepan baik, kalau pemuda-mahasiswa ini hanya bermimpi kehidupan yang lebih ideal tapi dengan semena-mena merusak hancurkan keindahan/kemakmuran HK yang sudah ada! Setiap orang boleh-boleh saja punya mimpi indah untuk diperjuangkan dan diwujudkan, tapi harus mengerti langkah dan jalan yang MEMBANGUN dan tidak MERUSAK, gunakan jalan DEMOKRASI dan TIDAK memaksa apalagi gunakan kekerasan, ...! Akhirnya mereka TAKUT dan tidak berani bertanggungjawab atas tingkah-laku yang jelas-jelas melanggar HUKUM dan hari-depan menjadi suram bahkan GELAP kena sanksi HUKUM yang harus dijalani, ...! Itulah KENYATAAN yang harus mereka hadapi, ...! Dan akan makin CELAKAA bagi mereka yang ngotot keras-kepala bertahan dan tidak segera MENYERAH keluar dari kampus Univ. Politeknik HK itu! Mati, bunuhdiri atau jalani HUKUMAN makin berat! Pendapat siapa yang USANG, ...??? Hehehee, ... On 11/21/2019 1:12 PM, marthajan04 marthajan04@... mailto:marthajan04@... [GELORA45] wrote: Mereka, anak2 muda itu sedang memperjuangkan masa depannya. Sedang si ko Chan cs. Itu sudah ga punya masa depan. Yg ada masa lalu. Wis duduk diem di pojok saja. Jangan maksain menjejalkan pendapat usang yg sudah tidak cocok dengan jaman lagi. Biarkan mereka yg menentukan masa depan mereka sendiri. Yg. tua2 minggir. Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone -------- Original message -------- From: "ChanCT SADAR@... mailto:SADAR@... [GELORA45]" <[email protected]> mailto:[email protected] Date: 11/20/19 7:59 PM (GMT-08:00) To: GELORA_In <[email protected]> mailto:[email protected] Subject: [GELORA45] Hong Kong: Demonstran berusaha kabur melalui selokan bawah tanah, 'Gelap, banyak ular dan kecoak, bau sekali' ; Mengapa ratusan demonstran masih bertahan di kampus, walau ada ultimatum polisi? Perusuh2 HK yang telah berhasil selama hampir 6 bulan ini membuat HK porak-poranda dan ekonomi kandas, 5 hari terakhir ini dikepung dalam kampus Univ. Politeknik HK, sampai kemarin, 20-11-2019 sudah tercatat lebih 1000 orang keluar menyerah pada polisi dan diantaranya lebih 300 dibawah usia 18tahun! Dan agar kerusuhan bisa terselesaikan secara damai, pemerintah HK bersama polisi menyatakan memberi remisi pada anak2 dibawah usia 18th, tidak ditangkap. Cukup diminta orang-tua menjemput anak2nya setelah dicatatkan identitasnya dan polisi tetap akan memanggil kembali kalau terlibat kasus berat sebelumnya, … Sedang bagi pemuda diatas usia 18 tahun harus mempertanggungjawabkan pelanggaran HUKUM yg telah dilakukan, dengan menjalani proses HUKUM yang berlaku! Namun dalam kenyataan masih ada ratusan perusuh itu yang tetap bertahan di kampus belum mau menyerahkan diri, dan tetap berusaha menemukan kesempatan meloloskan diri dari kepungan polisi! Sekalipun beberapa hari ini banyak tokoh-tokoh Agama, parpol, dan kep[ala-sekolah yang diberi kesempatan masuk kampus untuk membujuk dan membawa keluar perusuh2 itu dari kampus, … Tetap saja masih ada puluhan perusuh didalam yang berkeras bertahan dalam kondisi sudah dalam kelelahan, kecewa, sedih, … tapi nampak masih bermimpi meneruskan perjuangannya! PANTANAG MENYERAH, … Hanya saja sayang seribu sayang, pemuda-mahasiswa ini betul-betul menjadi kacoa perusuh yang sangat menjengkelkan seluruh warga HK! Dan ternyata mereka BELUM juga sadar apa yang mereka lakukan selama 6 bln ini, adalah tindakan pelanggaran HUKUM yg PASTI KENA SANKSI HUKUM! Tindakan dan perjuangan mereka melakukan kerusakan, penghadangan/memblokir jalan-jalan raya HK, melempari bom-molotov, pemukulan pada warga beda pendapat sebagai usaha pemaksaan 5 Tuntutan Pada Pemerintah HK, TIDAK akan mungkin berhasil! Apa jadinya HK kalau satu tuntutan dibiarkan berhasil dengan paksa/kekerasan?! Bukankah HK yang selama ini berdasarkan HUKUM berubah menjadi Negara barbar, siapa kuat siapa menang, …? Sedang tokoh-tokoh kerusuhan dibalik pemuda2 itu, yang jelas ditunggangi kepentingan asing, khususnya AS/Inggris, hanya menjadi kuda-tunggang setia menjalankan perintah majikan, tanpa peduli kepentingan 8 juta warga Hong Kong! Mudah2an saja, dengan keberhasilan polisi meringkus ribuan perusuh di kampus Univ.Politeknik HK ini, sebagaimana analisa sementara pakar, mereka terjebak di kampus Univ. Politeknik ini merupakan tulangpunggung gerakan perusuh kali ini, jadi, kerusuhan bisa berakhir dan Hong Kong kembali tenang dan tertib untuk segera bekerja keras memulihkan kerusakan2 serius yg dilakukan perusuh2 selama ini, …! Hong Kong: Demonstran berusaha kabur melalui selokan bawah tanah, 'Gelap, banyak ular dan kecoak, bau sekali' https://www.bbc.com/indonesia/dunia-50497330 https://www.bbc.com/indonesia/dunia-50497330 21-11-2019 Bagikan artikel ini dengan Facebook Bagikan artikel ini dengan Messenger Bagikan artikel ini dengan Twitter Bagikan artikel ini dengan Email Kirim https://www.bbc.com/indonesia/dunia-50497330#share-tools Hak atas fotoANTHONY KWAN/GETTYImage captionPada Selasa dan Rabu, tim penyelam masuk ke dalam terowongan bawah tanah untuk mencari pengunjukrasa yang mungkin terjebak, tetapi mereka tidak menemukannya. Sejumlah demonstran yang masih bertahan di sebuah universitas yang terkepung di Hong Kong mencoba melarikan diri dan menghindari polisi dengan merangkak melalui selokan bawah tanah. Sebelumnya, ratusan pendemo telah meninggalkan kampus Universitas Politeknik Hong Kong (PolyU) tetapi puluhan orang diyakini masih bertahan di dalam kampus. Kampus tersebut - salah-satu lokasi bentrokan paling intensif selama berbulan-bulan protes anti-pemerintah - dikepung oleh aparat kepolisian, yang kemudian menangkap para pendemo dewasa yang berusaha kabur. Hong Kong: Mengapa ratusan demonstran masih bertahan di kampus, walau ada ultimatum polisi? Hong Kong: Ratusan orang tua menunggu para pendemo yang terperangkap di kampus, 'Kamu tidak salah, kamu hebat' Demonstran Hong Kong ditangkap, setelah melawan polisi dengan panah dan bom molotov Enam orang pendemo telah ditangkap pada Rabu (20/11) karena berusaha melarikan diri melalui selokan bawah tanah. Mereka yang ditangkap, termasuk dua pria yang memanjat keluar dari selokan bawah tanah dan empat orang lainnya- tiga pria dan seorang perempuan - yang melepas penutup lubang selokan dan menurunkan tali ke dalam selokan untuk membantu rekannya, ungkap polisi. Hak atas fotoAFP (Message over 64 KB, truncated)
