https://news.detik.com/kolom/d-4794551/suhendra-juru-kunci-masalah-bangsa-dari-aceh-hingga-papua?tag_
from=wp_cb_kolom_list
Jumat 22 November 2019, 16:05 WIB
Kolom
Suhendra, Juru Kunci Masalah Bangsa dari
Aceh hingga Papua
Rudi S Kamri - detikNews
<https://news.detik.com/kolom/d-4794551/suhendra-juru-kunci-masalah-bangsa-dari-aceh-hingga-papua?tag_from=wp_cb_kolom_list#>
Rudi S Kamri
<https://news.detik.com/kolom/d-4794551/suhendra-juru-kunci-masalah-bangsa-dari-aceh-hingga-papua?tag_from=wp_cb_kolom_list#>
Share *0*
<https://news.detik.com/kolom/d-4794551/suhendra-juru-kunci-masalah-bangsa-dari-aceh-hingga-papua?tag_from=wp_cb_kolom_list#>
Tweet
<https://news.detik.com/kolom/d-4794551/suhendra-juru-kunci-masalah-bangsa-dari-aceh-hingga-papua?tag_from=wp_cb_kolom_list#>
Share *0*
<https://news.detik.com/kolom/d-4794551/suhendra-juru-kunci-masalah-bangsa-dari-aceh-hingga-papua?tag_from=wp_cb_kolom_list#>
0 komentar
<https://news.detik.com/kolom/d-4794551/suhendra-juru-kunci-masalah-bangsa-dari-aceh-hingga-papua?tag_from=wp_cb_kolom_list#>
Suhendra, Juru Kunci Masalah Bangsa dari Aceh hingga Papua Foto: Dok.
Pribadi
*Jakarta* - Tahukah Anda konsepsi Sabuk Nusantara? Sabuk Nusantara
adalah gugusan pulau-pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke,
dari Miangas sampai Pulau Rote, bak untaian zamrud khatulistiwa. Gugusan
pulau yang penuh dengan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia
ini harus diikat dalam satu ideologi, yaitu Pancasila dengan aura emas
Bhinneka Tunggal Ika. Ikatan persatuan bangsa bak seekor naga raksasa
yang membentang dari Samudera Hindia hingga Samudera Pasifik inilah yang
disebut dengan Sabuk Nusantara, di mana Aceh menjadi kepala dan Papua
ekor sang naga raksasa.
Konsep brilian untuk menyatukan Indonesia ini pertama kali dilontarkan
oleh seorang tokoh nasional yang juga pengamat intelijen senior Suhendra
Hadiekuntono. "Indonesia ini negara besar dengan posisi yang sangat
strategis di percaturan geopolitik global. Untuk itu kita harus cermat
mengelola bangsa dan negara dalam satu ikatan Sabuk Nusantara," ujar
Suhendra di Jakarta, Jumat (22/11/2019).
Untuk merealisasikan konsepsi Sabuk Nusantara ini, Suhendra tidak
tanggung-tanggung. Beliau melakukan langkah besar dengan memeluk erat
rakyat Aceh dengan pendekatan personal kepada figur tertinggi di
Provinsi Nangroe Aceh Darussalam yaitu Wali Nanggroe Aceh Tengku Malik
Mahmud Al-Haytar. Entah bagaimana kesan awal saya saat mendampingi
beliau bertemu Wali Nanggroe Aceh, dua tokoh bangsa ini sudah mempunyai
kedekatan personal dan emosional yang kuat dan erat.
Gestur Tengku Malik Mahmud saat bertemu dan berkomunikasi dengan
Suhendra dapat disimpulkan bahwa kedua tokoh ini punya ikatan batin yang
kuat mengikat. Wali Nanggroe bisa dengan bebas dan terbuka menyampaikan
informasi berkategori A1 menyangkut permasalahan yang dihadapi Aceh
kepada Suhendra dengan kepercayaan yang tinggi, dan sebaliknya Suhendra
dengan hormat menyimak paparan juga keluhan yang disampaikan oleh Wali
Nanggroe Aceh.
Dapat saya simpulkan Suhendra-lah satu-satunya orang Indonesia di luar
Aceh yang tahu persis permasalahan yang dihadapi rakyat Aceh. Dalam
setiap kesempatan bertemu dengan Wali Nanggroe Aceh, Suhendra mampu
memberikan masukan yang bersifat solutif sekaligus meredakan gejolak
yang mulai menghangat di Aceh sebagai akibat pengabaian yang dilakukan
pemerintah pusat. Salah satu pemikiran cerdas Suhendra adalah mampu
menarik sosok Wali Nanggroe Aceh dari tokok lokal menjadi tokoh bangsa
(nasional) yang sangat peduli dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
"Saat ini Presiden Jokowi tidak mempunyai pemahaman yang utuh tentang
Aceh sehingga masih banyak permasalahan di Aceh yang belum dituntaskan
sebagaimana mestinya," papar Suhendra.
Menurut Suhendra, dalam kesempatan pertama apabila bertemu dengan
Presiden Joko Widodo, beliau akan memberikan gambaran utuh tentang
masalah Aceh beserta solusi yang harus dilakukan pemerintah pusat.
"Aceh adalah beranda dan simpul utama dalam konsep Sabuk Nusantara, jadi
selayaknya mendapatkan perhatian dan keistimewaan penanganan oleh
pemerintah pusat. Kalau Aceh dengan segala potensi SDM dan SDA-nya dapat
diberdayakan dengan baik, maka saya yakin secara geopolitik global
Indonesia akan aman dan kuat," jelas Suhendra.
Langkah besar Suhendra tidak berhenti di Aceh. Beliau langsung melakukan
lompatan jauh ke wilayah paling timur Indonesia, yaitu Papua. Bukan
pejabat negara atau aparat keamanan yang didekati, Suhendra langsung
mendekati sumber api yang membara di Papua. Entah dengan jurus intelijen
bagaimana, yang saya tahu beliau langsung bisa melakukan pendekatan
personal yang akrab dengan pucuk pimpinan United Liberation Movement for
West Papua (ULMWP) pimpinan Benny Wenda, yaitu Markus Yenu yang
merupakan orang kepercayaan Benny Wenda di Papua.
Dialog personal kembali dibangun, dan berdasarkan pengamatan saya,
Suhendra adalah tipikal pendengar yang baik. Jadi siapa pun akan merasa
nyaman berdialog dengan beliau. Masalah mendasar tentang mengapa konflik
di Papua tak kunjung padam selama kurun waktu 56 tahun telah diserap dan
sudah ada di genggaman Suhendra. Beliau akan kembali memainkan perannya
sebagai anak bangsa untuk membantu memecahkan masalah.
"Ternyata selama ini Presiden Jokowi telah mendapatkan masukan yang
kurang tepat tentang Papua, sehingga diagnosis masalah yang diberikan
kepada rakyat Papua menjadi tidak tepat. Ibaratnya Presiden Jokowi
sedang mengejar asap di Bumi Cendrawasih, bukan mendekati sumber apinya.
Padahal saya tahu persis perhatian Presiden Jokowi terhadap Papua sangat
besar," ujar Suhendra menjelaskan.
Dengan melihat kiprah yang begitu lincah memainkan perannya, seharusnya
Presiden Jokowi meluangkan waktu untuk bertemu Suhendra, agar simpul
masalah yang terjadi di Aceh dan Papua dapat terurai dengan baik,
sehingga sumber api dapat dipadamkan dengan tindakan yang tepat sasaran
dari pemerintah pusat.
"Saya punya keyakinan tinggi, kalau Presiden Jokowi mendengarkan uraian
saya tentang Aceh dan Papua beserta solusi masalah yang akan saya
sarankan, permasalahan di Aceh dan Papua akan terselesaikan dengan cepat
dan tepat. Konsep Sabuk Nusantara yang saya gagas dapat menjadi potensi
bangsa ini untuk menapak maju menghadapi tantangan zaman," papar Suhendra.
Entah kiprah apa lagi yang hendak Suhendra mainkan untuk membantu
memecahkan permasalahan bangsa ini. Yang jelas menurut saya bangsa ini
akan rugi besar kalau potensi besar seperti Suhendra Hadikuntono ini
tidak diberdayakan. Tapi entah mengapa saya punya keyakinan yang kuat,
sebenarnya radar Presiden Jokowi sudah intens menyorot dan mengamati
gerak langkah Suhendra, sehingga tinggal tunggu momentum yang tepat
untuk menarik Suhendra ke dalam lingkaran terdekat Presiden.
Semoga potensi bangsa yang besar ini tidak terbuang sia-sia.
*Rudi S Kamri, Pemerhati Sosial-Politik*
*(ads/ads)*
*
*
*
*
*
*
*
*