Prabowo Subianto: Tingkatkan kewaspadaan bahaya laten komunis
Sabtu, 23 November 2019 11:44 WIB
Prabowo Subianto: Tingkatkan kewaspadaan bahaya laten komunis
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. ANTARA/Desca Natalia
.... komunis dan gerakan komunisme di Indonesia patut diduga masih eksis.
Kita harus selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya laten komunis...
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, meminta segenap
elemen bangsa tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya laten
komunis, karena beberapa negara penganut ideologi komunis masih eksis.
"Ideologi komunis dan gerakan komunisme di Indonesia patut diduga masih
eksis. Kita harus selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya laten
komunis," ujar dia, dalam sambutan pada bedah buku dan diskusi panel
buku bertajuk /PKI Dalang dan Pelaku Kudeta G30S/65, /di Gedung Lembaga
Ketahanan Nasional, Jakarta, Sabtu.
Sambutan Prabowo itu dibacakan Rektor Universitas Pertahanan, Letnan
Jenderal TNI Tri Legionosuko, karena dia berhalangan hadir.
*Baca juga:Prabowo janji cari kebocoran di pengadaan alutsista
<https://www.antaranews.com/berita/1176203/prabowo-janji-cari-kebocoran-di-pengadaan-alutsista>
Baca juga:Jokowi: Stop belanja alutsista berorientasi proyek
<https://www.antaranews.com/berita/1175712/jokowi-stop-belanja-alutsista-berorientasi-proyek>*
Dalam sambutan yang dibacakan Legionosuko itu, Prabowo menyampaikan
setelah runtuhnya Uni Soviet sebagai negara komunis bersumber, serta
berakhirnya era Perang Dingin, tidak berarti komunisme turut runtuh.
Ia menekankan beberapa negara yang menganut ideologi komunis masih eksis
antara lain RRC serta Kuba.
*Baca juga:Pemerintah bahas kebijakan pengadaan alutsista
<https://www.antaranews.com/berita/1175700/pemerintah-bahas-kebijakan-pengadaan-alutsista>
Baca juga:Menhan Prabowo apresiasi perkembangan positif Laut China
Selatan
<https://www.antaranews.com/berita/1169552/menhan-prabowo-apresiasi-perkembangan-positif-laut-china-selatan>*
Ia mengatakan, bagi bangsa Indonesia, komunisme telah mencatat lembaran
hitam dalam perjalanan sejarah bangsa, karena secara nyata telah
terbukti beberapa kali berupaya merobohkan kekuasaan Republik Indonesia
yang sah.
Salah satu gerakan komunis yakni 30 September 1965 yang bertujuan
menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno yang sah dan mengubah
Indonesia menjadi negara komunis.
Acara bedah buku tersebut diselenggarakan oleh Gerakan Bela Negara dan
Yayasan Masyarakat Peduli Sejarah.
Dalam kesempatan itu turut hadir penulis buku/PKI Dalang dan Pelaku
Kudeta G30S/1965/, Profesor Aminuddin Kasdi, beserta sejumlah tokoh lain.
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Ade P Marboen