Ente belum apa2 sudah begitu yakin faktor ahok bisa meyakinkan investor. Ini 
saja sudah salah. Investor tidak akan investasi sebelum melihat keberhasilan 
ahok. Yg mungkin adalah pasar modal yg akan bersentimen positif kalau percaya 
sama ahok bisa beresin pertamina.

Ini yg pertama.

 

Yang kedua, ente memfitnah lagi ahok akan menggusur menteri investasi. Ini 
sudah kesalahan besar krn menteri investasi itu gak ada jaman Jokowi 2 ini. Yg 
ada adalah BKPM. Yg paling dekat dgn ahok sbg komut pertamina itu adalah Erick 
thohir menteri BUMN, eh tapi ente gak bilang ahok akan menggusur Erick. Ini kan 
jelas sekali alam bawah sadar ente gak menulis ahok menggeser Erick ini krn 
tahu Erick dan ahok dalam satu perahu dgn Jokowi. 

 

Lucu amat bikin2annya ente ini. Jangan karena mau NYINYIR sampai jadi buta 
tuli. Yg enggak ada dibikin jadi ada ya?!!!

 

Yang ketiga ttg amdal. Ente jelas2 dan sama sekali gak ngerti apa2. Hanya tahu 
istilahnya green, kiri dan harus dibela. Sedangkan amdal dimanfaatkan, dipakai, 
dikorupsikan jelas2 ente gak ngerti. Coba buka matanya lihat dilapangan gimana 
aplikasi amdal  di Indonesia. Kenapa amdal sampai harus ditata kembali? Cari 
jawabannya dulu. Jangan membuta tulikan diri sendiri krn sdh pikun.

 

1 saja ya ane kasih contoh nih cerita beneran: ada 1 perusahaan datang 
menyodorkan proposal (istilah kerennya feasibility study) di sekitar 2002, ke 
seorang Phd kehutanan dosen di IPB yg belum lama selesai studynya dan balik 
ngajar di IPB. Sang dosen tanya ane: ini korupsi enggak ya? Kenapa pertanyaan 
ini timbul? Karena proposal itu bukan dia yg bikin, tetapi dibikin oleh 
perusahaan yg kwalitasnya jelas2 tidak bisa dipertanggungjawabkan. Perusahaan 
hanya perlu tanda tangannya krn dia Phd kehutanan. Sang dosen ini saking 
baiknya dan takut korupsi yg sangat dicerca diagamanya mempertanyakan apakah 
itu korupsi kalau menerima uang tanpa mengetahui isi apalagi kwalitas proposal 
amdal itu.

 

Ente jelas2 gak ngerti amdal itu dibikin kayak kacang goreng yg isinya hanyalah 
menjadi secarik tumpukan kajian yg tidak bisa dipercaya kwalitasnya. Dgn kata 
lain amdal ini menjadi red tape alias birokrasi yg sama dengan duit/fulus.

 

Nesare

 

 

 

From: [email protected] <[email protected]> 
Sent: Wednesday, November 20, 2019 9:41 AM
To: GELORA45 <[email protected]>
Subject: Re: [GELORA45] Alasan Investor Masih Ragu Berinvestasi Jangka Panjang

 

  

Katakanlah, memasang Ahok di birokrasi sebagai "syarat" untuk meyakinkan 
investor masih bisalah diterima (termasuk kalau kelak Ahok dikatrol menggusur 
menteri investasi) ketimbang nurut bongkokan pada investor untuk menghapus 
Amdal.





--- ilmesengero@... wrote:

Kalau tanam modal jangka panjang banyak resikonya sebelum modal kembali pada 
pokoknya atau keuntungan yang diharapkan tidak seberapa besar.

 

https://www.gatra.com/detail/news/457735/ekonomi/alasan-investor-masih-ragu-berinvestasi-jangka-panjang

 

Alasan Investor Masih Ragu Berinvestasi Jangka Panjang 

(...)

pemerintah selalu siap membuat regulasi untuk mengatur koordinasi lintassektor 
hingga ke pemerintah daerah.

“Untuk tambang, masalah itu biasanya dengan kehutanan. Bagaimana solusi 
pertambangan bisa berjalan. [Selain itu mengenai] kebijakan kehutanan. Kalau 
kita ingin semua diakomodir, itu tidak mungkin. 

(...)

 



Kirim email ke