Pengamat: Pidato Nadiem Sulit Dijalankan Guru di Daerah
CNN Indonesia | Senin, 25/11/2019 06:17 WIB
Bagikan :
Pengamat: Pidato Nadiem Sulit Dijalankan Guru di DaerahMenteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Arahan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan*Nadiem Makarim
<https://www.cnnindonesia.com/tag/nadiem-makariem> *dalam*pidatonya*
<https://www.cnnindonesia.com/tag/pidato>dinilai sulit diterapkan oleh
para*guru <https://www.cnnindonesia.com/tag/guru>*. Pasalnya guru berada
di bawah kepala daerah, bukan Mendikbud secara langsung. Karena itu guru
menghadapi birokrasi dalam tugasnya sehari-hari.
Pemerhati pendidikan Indra Charismiadji mengatakan guru akan menghadapi
tantangan berat dalam melaksanakan arahan Nadiem tersebut, terutama soal
pemangkasan administrasi yang selama membebani.
Indra mengingatkan Nadiem bahwa urusan administrasi di daerah di luar
Jakarta lebih rumit. Dia berkata para guru akan berhadapan dengan budaya
birokrasi yang selama ini sudah terbentuk.
"Tantangan terberat bagi guru dalam menjalankan arahan Mendikbud, karena
mereka menghadapi atasan mereka yang sayangnya bukan Mas Menteri
melainkan kepala daerah," kata Indra seperti dikutip/Antara/, Minggu
(24/11).
Dia mengatakan para guru akan berhadapan dengan setumpuk proses
administrasi yang merupakan perintah kepala dinas atau kepala daerah.
Indra menyebut guru tak akan bisa menolak jika dihadapkan pada situasi
seperti itu.
Lihat juga:
Pidato Nadiem, IGI Sindir Gaji Guru Kalah dari Buruh Bangunan
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191124172231-20-451047/pidato-nadiem-igi-sindir-gaji-guru-kalah-dari-buruh-bangunan/>
Menurutnya, perlu gebrakan lebih dari sekadar arahan dalam pidato. Dia
menilai perlu ada rencana strategis lintas kementerian/lembaga, baik di
pusat dan daerah dalam program pendidikan.
"Pelaksanaan solusi tersebut pun harus berupa kolaborasi bersama bukan
hanya satu atau dua pihak saja. Kemendikbud dapat ditunjuk presiden
sebagai sektor yang memimpin, tapi implementasi harus kolaborasi dan
tidak terbatas anggaran masing-masing," ujarnya.
Selain masalah administrasi, Indra mengatakan masih banyak masalah dalam
dunia pendidikan. Dia mencontohkan rasio guru terhadap murid.
Selama ini di beberapa daerah ada kekurangan guru, tapi Kemendikbud dan
Bank Dunia mencatat Indonesia memiliki rasio guru yang lebih tinggi
dibandingkan Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.
Tak hanya itu, masalah pengupahan guru juga masih jadi pekerjaan rumah
yang menanti Nadiem. Indra meminta Nadiem membenahi tata kelola guru
jika ingin menyukseskan visi pembangunan sumber daya manusia yang
diusung Presiden Joko Widodo.
"Dari sisi pendapatan, terdapat data menunjukkan bahwa banyak guru yang
pendapatannya jauh di bawah upah minimum, tetapi faktanya juga banyak
guru yang berpenghasilan belasan bahkan puluhan juta per bulan," tuturnya.
Sebelumnya, naskah pidato Mendikbud Nadiem Makarim dalam rangka Hari
Guru Nasional 2019 menyita perhatian publik. Dalam naskah yang akan
dibacakan pada Senin (25/11) itu, Nadiem menyadari selama ini guru
menghadapi sejumlah masalah yang merintangi mereka menjalankan tugas
membentuk generasi masa depan.
Lihat juga:
PGRI Anggap Tak Ada yang Baru dari Pidato Nadiem di Hari Guru
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191123194433-20-450929/pgri-anggap-tak-ada-yang-baru-dari-pidato-nadiem-di-hari-guru/>
Salah satu masalah yang ia soroti adalah guru memiliki tugas membentuk
masa depan bangsa, tapi lebih sering diberi aturan dibandingkan
pertolongan. Guru juga ingin membantu murid yang tertinggal di kelas,
namun menurut Nadiem, waktunya habis untuk mengerjakan tugas
administratif tanpa manfaat yang jelas.
Karenanya, Nadiem meminta para guru untuk memulai perubahan lewat lima
langkah, yaitu mengajak kelas berdiskusi bukan hanya mendengar, kemudian
beri kesempatan pada murid untuk mengajar di kelas, cetuskan proyek
bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas, temukan suatu bakat dalam
diri murid yang kurang percaya diri, dan tawarkan bantuan kepada guru
yang sedang mengalami kesulitan.
"Saya tidak akan membuat janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal
yang sulit dan penuh ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan
berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia," ucap mantan Bos Gojek
itu seperti dikutip dari 'Pidato Mendikbud pada Upacara Bendera
Peringatan Hari Guru Nasional 2019' di situs Kemendikbud, Sabtu (23/11).
Lihat juga:
Nadiem Ajak Guru Lakukan Perubahan Tanpa Tunggu Perintah
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191123111755-20-450828/nadiem-ajak-guru-lakukan-perubahan-tanpa-tunggu-perintah/>
*(dhf/sur)*