Penghentian Kerusuhan dan Kekerasan Sesuai dengan Aspirasi Masyarakat
 Hong Kong

http://indonesian.cri.cn/20191127/3970788f-4961-c20b-637e-cbcfc33d2daa.html
2019-11-27 09:59:02

Kongres Amerika Serikat (AS) belum lama lalu meluluskan apa yang disebut “RUU HAM dan Demokrasi Hong Kong 2019”, yang secara kasar mengintervensi urusan dalam negeri Tiongkok dan secara terang-terangan memberikan dukungan kepada para penjahat kekerasan radikal. Tiongkok menyatakan tentangan tegas dan kecaman keras atas hal itu. Saat ini, masalah yang dihadapi Hong Kong bukanlah apa yang disebut “HAM” atau “demokrasi”, melainkan penghentian kekerasan dan pemulihan ketertiban sosial dan penegakan hukum. Kesombongan AS tersebut telah menginjak-injak keadilan dan hukum, bertentangan dengan aspirasi rakyat dan pasti akan mengalami kegagalan.

Selama lima bulan ini, para perusuh kekerasan telah melakukan serangkaian kejahatan kriminal radikal yang secara serius menginjak-injak tata hukum dan ketertiban sosial, secara serius merusak kemakmuran dan stabilitas Hong Kong, secara serius menantang prinsip “satu negara, dua sistem”. Menghadapi kerusuhan selama ini, pihak kepolisian Hong Kong selalu bertugas dengan patuh menaati peraturan dan hukum, selalu bersikap bijaksana dan menahan diri dengan melaksanakan tugasnya secara profesional. Akan tetapi, RUU yang disahkan Kongres AS tersebut malah memutarbalikkan fakta dan mempersolek para penjahat dan keganasannya, mengancam akan mengenakan sanksi kepada personel yang menjaga kestabilan Hong Kong. Dengan demikian tersingkaplah dengan jelas tampan aslinya yang berusaha keras mengacaukan Hong Kong dan menghalangi perkembangan Tiongkok.

Kini semakin banyak warga Hong Kong sudah menyadari fakta sebenarnya, dan bersatu padu melawan “kekerasan hitam”. Selama beberapa hari ini lalu, warga Hong Kong dalam jumlah besar berturut-turut turun ke jalan untuk membersihkan barikade dan sampah yang melintangi di jalan. Dengan aksinya itu mereka ingin menyampaikan hasratnya untuk memulihkan ketertiban di kampung halamannya. Masyarakat berkali-kali mengadakan rapat mendukung pelaksanaan tugas oleh polisi. Pada 22 November lalu, wakil-wakil masyarakat Tionghoa dari 28 negara Eropa termasuk Inggris, Jerman, Perancis dan Italia berkumpul di Hong Kong untuk menyatakan dukungannya kepada pihak kepolisian Hong Kong yang selama ini berupaya keras menghentikan kekerasan dan kerusuhan.

Hingga pukul 07:00 hari Selasa kemarin (26/11), kegiatan pengumpulan tanda tangan secara online yang dilancarkan oleh organisasi “Safeguard Hong Kong” sudah mendapat dukungan sebanyak 1,3 juta orang. Ini membuktikan bahwa masyarakat Hong Kong sudah semakin tidak sabar terhadap kekerasan, dan dengan tindakan nyata mengutarakan dukungan tegasnya kepada pemerintah dan pihak kepolisian untuk menghentikan kekerasan dan kerusuhan.

Saat ini aksi kekuatan yang menjunjung keadilan di Hong Kong tengah semakin meningkat dan memberikan rasa jera kuat terhadap para penjahat kekerasan. Kepada tokoh-tokoh tertentu AS, kami berikan nasihat agar segera menghentikan dukungan kepada kejahatan kekerasan radikal, segera menghentikan campur tangan terhadap urusan dalam negeri Tiongkok dengan menggunakan masalah Hong Kong. Kalau tidak, Tiongkok pasti akan mengambil tindakan kuat untuk membalasnya! Intrik apa pun yang ingin mengacaukan Hong Kong akan sia-sia belaka, dan mereka yang melakukannya pasti akan menanggung akibatnya!


Kirim email ke