"Pertanyaannya, siapa yang berbohong atau telah melakukan kebohongan publik di 
sini?"
-
Lohmenz Neinjelen

Dubes Arab Saudi, Moeldoko, Rizieq Shihab, dan Kebohongan
27 November 2019   06:24


Dubes Arab Saudi, Esam A Abid Althagafi, mengatakan ada negosiasi 
antar-otoritas tinggi pemerintah Arab Saudi dan Indonesia terkait kasus Rizieq 
Shihab.

"Masalah ini sebenarnya sedang dinegosiasikan oleh pejabat tinggi antara dua 
negara dan kami berharap hal itu dapat diselesaikan segera," kata Dubes Arab 
Saudi di sini.

Tidak disebutkan oleh Dubes Arab Saudi siapa yang mewakili otoritas tinggi 
pemerintah Indonesia dengan alasan sedang dinegosiasikan oleh dua otoritas 
tadi, tapi entah lucu atau tidak, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko justru 
merasa bingung dan mengatakan:

"Saya tidak tahu secara teknis tentang negosiasi. Kalau menurut saya sih apa 
yang dinegosiasikan?" kata Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta 
Pusat, Selasa (26/11/2019). 

Moeldoko bingung, padahal dia adalah Kepala Staf Kepresidenan. Mosok sih tidak 
tahu ada negosiasi seperti dikatakan oleh Dubes Arab Saudi tadi? 

Apakah Dubes Arab Saudi Esam A Abid Althagafi berbohong atau telah melakukan 
kebohongan publik? Bukankah pernyataannya tentang negosiasi tadi dikutip oleh 
media, dan publik pun jadi tahu?

Sebaiknya jangan terlalu cepat menuding seperti itu, dan simak baik-baik yang 
dikatakan Moeldoko - Saya tidak tahu secara teknis tentang negosiasi -.

Apa maksud Moeldoko tidak tahu secara teknis? 

Kalau sudah ada penjelasan yang rinci dari Kepala Staf Kepresidenan itu, baru 
bisa diambil kesimpulan, sebab "tidak tahu secara teknis" belum tentu tidak 
tahu tentang adanya negoisasi seperti dikatakan Dubes Arab Saudi Esam A Abid 
Althagafi tadi.

Moeldoko pun mengaku sudah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah pihak mengenai 
isu pencekalan Rizieq Shihab atau Habib Rizieq, dan menegaskan tidak benar ada 
pencekalan.

Masih menurut Moeldoko, Rizieq Shihab tak pernah berkomunikasi dengan kedutaan 
Indonesia di Arab Saudi, sekaligus menepis pernyataan Fadli Zon bahwa 
pemerintah gagal melindungi warga negara Indonesia, tapi pengacara Habib Rizieq 
mengatakan sebaliknya.

"Moeldoko mengatakan bahwa tidak pernah melaporkan ke duta besar Arab Saudi, 
perlu diketahui bahwa beberapa kali kami koordinasi dengan staf Dubes Indonesia 
di Saudi. Jadi mereka paham betul apa yang terjadi dengan Habib Rizieq. Jadi 
saya tidak mau berpolemik mengenai masalah berkoordinasi dengan Dubes RI di 
Saudi, karena Dubes RI di Saudi lebih tahu dibandingkan Pak Moeldoko mengenai 
masalah apa yang terjadi dengan Habib Rizieq," kata pengacara Rizieq Shihab.

Dua pernyataan yang bertentangan, tak mungkin keduanya benar. 

Pertanyaannya, siapa yang berbohong atau telah melakukan kebohongan publik di 
sini?





Mudah-mudahan tidak diakhiri dengan "ada kesalahpahaman".

***



Kirim email ke